Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

DPR Protes Soal OTT KPK di Lapas Sukamiskin, Fadli Zon Menganggap Perlu Lapas yang Manusiawi

Redaksi oleh Redaksi
23 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anggota Komisi III DPR RI menganggap OTT KPK di Lapas Sukamiskin hanya cari sensasi saja. Apalagi hasil pidana suapnya juga cuma di angka ratusan saja, masih kelas ecek-ecek.

Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, sebagai tersangka kasus suap mengenai fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung. Penetatapan ini merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menemukan ada kejanggalan dalam sel-sel penjara di Lapas Sukamiskin.

OTT ini juga mengamankan sejumlah uang tunai sekaligus kendaraan yang diduga merupakan “uang pelicin” agar beberapa fasilitas mewah bisa dinikmati oleh para narapidana korupsi. Beberapa hal yang “dijual-belikan” di antaranya pemilihan kamar sampai izin keluar lapas. Rata-rata uang yang harus dikeluarkan oleh koruptor sekitar 200-500 juta.

Menanggapi hal itu, DPR RI dari Komisi III mengajukan protes atas aksi KPK ini. “Itu adalah OTT ecek-ecek,” kata Taufiqulhadi.

Menurut anggota Komisi III ini, hal semacam ini tak perlu dilakukan mengingat masa jabatan Presiden Jokowi tinggal setahun lagi. Hal-hal semacam ini dianggap sebagai upaya KPK untuk cari sensasi saja. Di sisi lain, Taufiqulhadi juga melihat hasil dari OTT “hanya” berkisar di angka ratusan juta saja.

“OTT hanya 100 juta, OTT yang adillah. Di situ ada korupsi atau tidak? Di situ kan cuma ada sejumlah kegiatan jual-beli sel yang kemudian di dalam kamar itu ditemukan uang 100 juta mungkin. Itu kan nggak ada relevansinya,” katanya.

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) ini KPK hanya sedang cari yang bombastis-bombastis saja. Apalagi menurutnya, Komisi III DPR tidak pernah memberikan anggaran KPK untuk hal-hal yang “ecek-ecek” seperti itu. Bahkan menurut Taufiqulhadi, KPK sudah berubah dari lembaga yang serius menjadi lembaga yang bikin lucu-lucuan.

Anggota Komisi III yang lain, Asrul Sani dari Fraksi PPP pun mengomentari OTT KPK ini. Menurut Asrul Sani, seharusnya KPK memperhatikan Badan Penyelenggara Negara yang merugikan negara minimal 1 miliar saja dulu.

Apalagi Asrul Sani juga mempertanyakan apakah Kalapas Sukamiskin, termasuk menjadi bagian dari Badan Penyelenggara Negara. “Saya ingin dapat pencerahan, tapi tidak dalam posisi tidak mengapresiasi OTT karena itu ikhtiar pembenahan. Tapi ada kemungkinan di-challenge di praperadilan,” jelasnya.

Ada banyak kejanggalan yang terjadi di Lapas Sukamiskin saat KPK melakukan OTT. Selain mengenai mewahnya fasilitas bagi narapidana, beberapa koruptor tidak ditemukan di selnya masing-masing. Dua nama yang “menghilang” itu adalah Fuad Amin, koruptor saat menjabat sebagai Ketua DPRD Bangkalan, dan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), adik Ratu Atut Chosiyah.

Setelah sebelumnya, disebutkan Fuad Amin dan Wawan sedang izin sakit, ternyata KPK tidak menemukan keduanya di Rumah Sakit. Hal ini membuat KPK berencana akan memanggil kedua narapidana untuk dimintai keterangan.

Di sisi lain, Fadli Zon merenspons bahwa penjara atau rumah tahanan harus jadi tempat yang manusiawi. “Sebenarnya memang di satu sisi penjara atau rumah tahanan itu juga memerlukan suatu tempat yang manusiawi. Jadi bukan hanya itu (napi koruptor), untuk semua,” kata Wakil Ketua DPR RI ini.

Fadli Zon juga menilai bahwa semangat yang diusung seharusnya pembinaan. Mengenai OTT KPK, Fadli Zon memilih menunggu prosesnya secara hukum. “Kita lihat nanti prosesnya, prosedurnya nanti hasil investigasinya, karena kita belum tahu apa yang sebetulnya terjadi, kita harapkan sesuai dengan aturan yang ada sajalah.”

Lagian, mau kelas ecek-ecek atau kelas miliaran, yang namanya suap dan korupsi ya tetap korupsi bukan? Kenapa harus pilih-pilih? Kalau memang sudah jadi narapidana masih bisa bermewah-mewahan sampai keluar lapas, fungsi KPK memberantas korupsi juga cuma jadi lucu-lucan dong? Lha wong, masuk penjara ternyata ternyata nggak terasa dihukum, ya bagaimana koruptor bisa kapok? (K/A)

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2018 oleh

Tags: Asrul SaniBandungdprFadli ZonKalapasKomisi IIIKoruptorKPKlapasnapinasdemOperasi Tangkap TanganottpenjaraPPPsuapsukamiskin
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.