• 159
    Shares

MOJOK.CO – Sempat dikabarkan akan memisahkan diri dengan koalisi Gerindra karena tidak dapat jatah cawapres Prabowo Subianto, PKS ternyata punya maksud untuk bertahan. Jatah Wagub DKI Jakarta kan kosong? Wah, kesempatan.

Setelah Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti, secara otomatis kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sekarang kosong.

Kekosongan ini tentu segera diincar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Maklum, sebagai salah satu partai pendukung yang mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ketika Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017 lalu, PKS merasa berhak mendapatkan kursi kosong yang ditinggal Sandi.

Hal ini juga jadi runtutan dari ketidakmauan Partai Gerindra untuk menyanding Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum PKS, sebagai cawapres. Padahal munculnya nama Salim juga semakin ditegaskan dengan rekomendasi Ijtima Ulama bersama dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212, tapi tampaknya Prabowo tidak mengindahkan usulan tersebut.

Setelah sebelumnya beberapa pihak yakin PKS akan keluar dari koalisi Prabowo karena tidak dipilih, ternyata di luar dugaan PKS rela jatah cawapres diambil Sandi. Eh, ternyata kelegowoan PKS ini ada maksudnya. Ada udang di balik rempeyeknya.

“Anies-Sandi itu kan dukungan PKS-Gerindra dan sekarang kan Pak Prabowo menerima, dalam tanda kutip, ketika kemudian Pak Salim (Segaf Al-Jufri) tidak dilanjutkan pengajuannya sebagai calon wakil presiden sesuai dengan resolusi para ulama. Saya yakin juga karenanya Gerindra, Pak Prabowo juga legowo untuk kemudian memberikan kursi Wakil Gubernur DKI kepada PKS,” kata Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, seperti diberitakan detik.com.

Hal yang sama juga dijelaskan Presiden PKS, Sohibul Iman. “Secara aturan, yang bisa ganti Pak Sandi itu kan dari PKS dan Gerindra, karena dulu yang ngusung dari dua partai itu.”

Baca juga:  Bagian yang Hilang Dalam Evolusi Ikhwanul Muslimin Nusantara

PKS yakin betul akan dapat “jatah” wagub karena sudah ikhlas tidak diajukan menjadi cawapres Prabowo. “Dari PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk wagub,” jelas Sohibul Iman.

Sampai sekarang nama yang ramai diperbincangkan adalah Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS. Meski begitu, Mardani mengaku tidak ingin mengurusi soal dirinya jadi pengganti posisi Sandi di Wagub DKI Jakarta mendampingi Anies. Sampai sekarang, Mardani lebih ingin konsentrasi dulu dengan pencalonan Prabowo dengan Sandi untuk Pilpres 2019. Eh, tapi kalau dilamar untuk jadi Wagub mau kan, Mas Mardani? Kapan lagi bisa jadi wagub tanpa repot harus kampanye begini, Mas. (K/A)