• 347
    Shares

MOJOK.CO – Baru muncul untuk Pemilu 2019 nanti, Partai Berkarya langsung menggebrak dengan mencalonkan bakal calon legislatif (bacaleg) yang terindikasi pernah korupsi. Karya pertama nih~

Dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Partai Gerindra “menyumbang” bacaleg terindikasi pernah korupsi sebanyak 27 orang. Di susul kemudian Partai Golkar sebanyak 23 orang. Lalu Partai Nasdem sebanyak 17 orang.

Dari data-data tersebut, uniknya partai yang baru berdiri, Partai Berkarya yang didirikan oleh Tommy Soeharto, langsung nangkring di urutan keempat dengan 16 bacaleg terindikasi pernah jadi napi korupsi. Waw, luwar biyasa~

Menurut Fritz Edward Siregar, anggota Bawaslu, pihaknya mengaku prihatin karena masih banyak partai politik tidak mengindahkan mengenai pakta integritas untuk tidak mencalonkan mantan koruptor. Padahal pakta ini menurut Fritz sudah ditandatangani oleh seluruh parpol. Artinya, semua parpol sudah sepakat untuk tidak mencalonkan kadernya yang pernah divonis pengadilan melakukan tindak pidana korupsi.

Data yang dikeluarkan Bawaslu ini rupa-rupanya ditanggapi dengan ekspresi terkejut oleh beberapa parpol. Seperti PDIP misalnya, yang menyumbang 13 nama, mengaku terkejut karena sudah melakukan seleksi yang cukup selektif. Mendapatkan ada laporan tersebut, PDIP akan meminta bacaleg yang disebut Bawaslu untuk segera mundur. Sedangkan Partai Demokrat akan langsung mencopot bacaleg mereka yang disebut Bawaslu sebagai mantan koruptor. Ada 12 nama dari Partai Demokrat yang bersiap akan diganti.

Baca juga:  Titiek Soeharto dan Tommy Soeharto, Ratu dan Raja Satire Indonesia

Dari beberapa partai tersebut, cukup mengejutkan melihat bahwa Partai Berkarya bisa nyempil jadi salah satu partai “penyumbang” bacaleg mantan koruptor. Apalagi—tidak main-main—partai baru yang didirikan oleh Tommy Soeharto dan didukung oleh barisan Keluarga Cendana ini ada di urutan keempat terbanyak.

Menurut Ketua DPP Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, Partai Berkarya kecolongan. “Jujur kami kecolongan. Jauh hari sudah ada di AD/ART Partai Berkarya salah satu tujuan partai adalah memberantas korupsi,” katanya seperti diberitakan detik.com.

Sebelumnya Bawaslu sudah merilis 199 nama bacaleg yang diduga pernah menjadi mantan koruptor untuk Pileg DPRD 2019 nanti. Partai Berkarya ini cukup jadi perhatian, karena sebagai partai baru tapi kadernya sudah pernah korupsi, ada 16 nama lagi. Jadi sudah jelas ke-16 nama ini adalah kader-kader partai lain yang pernah jadi pejabat lalu sekarang berpindah ke Partai Berkarya agar punya kesempatan kedua.

Berbeda dengan Partai Berkarya, partai baru lainnya yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa bernafas lega karena dari catatan Bawaslu tidak ada satu pun bacaleg mereka pernah melakukan tindak pidana korupsi. Sudah jelas, sebab tidak ada satu pun kader PSI yang pernah jadi pejabat sehingga semua bacaleg mereka belum terkontaminasi radikal bebas di gedung-gedung DPRD atau DPR.

Wah, selamat ya PSI, dapat bahan kampanye baru nih~ (K/A)

  • 347
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles