Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Baru Muncul, Partai Berkarya Punya Tommy Setor 16 Bacaleg Mantan Koruptor

Redaksi oleh Redaksi
27 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Baru muncul untuk Pemilu 2019 nanti, Partai Berkarya langsung menggebrak dengan mencalonkan bakal calon legislatif (bacaleg) yang terindikasi pernah korupsi. Karya pertama nih~

Dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Partai Gerindra “menyumbang” bacaleg terindikasi pernah korupsi sebanyak 27 orang. Di susul kemudian Partai Golkar sebanyak 23 orang. Lalu Partai Nasdem sebanyak 17 orang.

Dari data-data tersebut, uniknya partai yang baru berdiri, Partai Berkarya yang didirikan oleh Tommy Soeharto, langsung nangkring di urutan keempat dengan 16 bacaleg terindikasi pernah jadi napi korupsi. Waw, luwar biyasa~

Menurut Fritz Edward Siregar, anggota Bawaslu, pihaknya mengaku prihatin karena masih banyak partai politik tidak mengindahkan mengenai pakta integritas untuk tidak mencalonkan mantan koruptor. Padahal pakta ini menurut Fritz sudah ditandatangani oleh seluruh parpol. Artinya, semua parpol sudah sepakat untuk tidak mencalonkan kadernya yang pernah divonis pengadilan melakukan tindak pidana korupsi.

Data yang dikeluarkan Bawaslu ini rupa-rupanya ditanggapi dengan ekspresi terkejut oleh beberapa parpol. Seperti PDIP misalnya, yang menyumbang 13 nama, mengaku terkejut karena sudah melakukan seleksi yang cukup selektif. Mendapatkan ada laporan tersebut, PDIP akan meminta bacaleg yang disebut Bawaslu untuk segera mundur. Sedangkan Partai Demokrat akan langsung mencopot bacaleg mereka yang disebut Bawaslu sebagai mantan koruptor. Ada 12 nama dari Partai Demokrat yang bersiap akan diganti.

Dari beberapa partai tersebut, cukup mengejutkan melihat bahwa Partai Berkarya bisa nyempil jadi salah satu partai “penyumbang” bacaleg mantan koruptor. Apalagi—tidak main-main—partai baru yang didirikan oleh Tommy Soeharto dan didukung oleh barisan Keluarga Cendana ini ada di urutan keempat terbanyak.

Menurut Ketua DPP Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, Partai Berkarya kecolongan. “Jujur kami kecolongan. Jauh hari sudah ada di AD/ART Partai Berkarya salah satu tujuan partai adalah memberantas korupsi,” katanya seperti diberitakan detik.com.

Sebelumnya Bawaslu sudah merilis 199 nama bacaleg yang diduga pernah menjadi mantan koruptor untuk Pileg DPRD 2019 nanti. Partai Berkarya ini cukup jadi perhatian, karena sebagai partai baru tapi kadernya sudah pernah korupsi, ada 16 nama lagi. Jadi sudah jelas ke-16 nama ini adalah kader-kader partai lain yang pernah jadi pejabat lalu sekarang berpindah ke Partai Berkarya agar punya kesempatan kedua.

Berbeda dengan Partai Berkarya, partai baru lainnya yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa bernafas lega karena dari catatan Bawaslu tidak ada satu pun bacaleg mereka pernah melakukan tindak pidana korupsi. Sudah jelas, sebab tidak ada satu pun kader PSI yang pernah jadi pejabat sehingga semua bacaleg mereka belum terkontaminasi radikal bebas di gedung-gedung DPRD atau DPR.

Wah, selamat ya PSI, dapat bahan kampanye baru nih~ (K/A)

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2018 oleh

Tags: 2019bawaslucendangerindraLegislatifnasdempartai berkaryapemilupilegpsiTommyTommy Soeharto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Presidential Threshold, MK.MOJOK.CO
Aktual

Penghapusan Presidential Threshold adalah Langkah Maju Bagi Demokrasi

3 Januari 2025
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Video

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Langgar Aturan Kampanye, Cuma Kena Sanksi Teguran?

7 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO

Telepon dari Ibu bikin Saya Sadar, Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos dan Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.