• 433
    Shares

MOJOK.CO – Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengaku dicopot jabatannya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui pesan Whatsapp (WA).

Terhitung ada beberapa pejabat dan wali kota dalam di wilayah DKI Jakarta yang diganti oleh Gubernur Anies Baswedan. Wali Kota (Walkot) Jakarta Timur (Jaktim), Bambang Musyawardana, adalah salah satu yang harus kena kebijakan ini.

Menurut Bambang, dirinya akan pensiun untuk bulan Oktober tahu ini tapi sudah dicopot dari jabatannya. Sampai dengan kabar pencopotan ini Bambang mengaku belum tahu akan ditempatkan di mana.

Mendengar informasi kabar pencopotannya, Bambang masih bingung dengan posisinya karena belum ada kejelasan secara legal. Sampai saat ini Walkot Jaktim ini mengaku baru menerima fotokopi atas Surat Keputusan (SK) pencopotannya.

Uniknya, Bambang mendapatkan informasi pencopotannya dari pesan elektronik yang dikirim Gubernur DKI Jakarta. “Yang saya masalahkan selama ini, saya belum terima keputusan gubernur yang asli, hanya saya di-WA dipensiunkan,” katanya seperti diberitakan detik.com.

Bambang sudah diganti oleh wakilnya M. Anwar sejak 5 Juli lalu. Selain Walkot Jaktim, beberapa wali kota yang kena kebijakan pencopotan ini juga dialami oleh Walkot Jakarta Barat (Jakbar), Anas Effendi, dan Walkot Jakarta Pusat (Jakput), Manggara Pardede.

Menanggapi kebijakan ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI, Triwisaksana, menjanjikan bahwa langkah ini bukan merupakan langkah untuk membersihkan “orang Ahok”. Beberapa selentingan memang muncul, bahwa Anies Baswedan dianggap sedang menyingkirkan beberapa pejabat daerah yang dulu dipilih pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca juga:  Menunggu Jakarta Menjadi Atlantis di Bawah Ridwan Kamil dan Fahira Idris

“Hari gini udah bukan bicara Ahok atau sejenisnya, yang penting cocok atau pas untuk menjalankan visi-misi dan janji kerja,” kata Triwisaksana.

Menurut politisi PKS ini, perombakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta merupakan langkah wajar. Mengingat rotasi pejabat perlu dilakukan agar program yang diusung Anies Baswedan bisa berjalan lebih maksimal.

Selain wali kota, Anies juga diketahui mengganti dan merotasi pejabat-pejabat lain. Dari Bupati Kepulauan Seribu, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Marga, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perumahan, sampai dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air. Untuk pejabat daerah, Anies total mengganti 5 Wali Kota dan 1 Bupati.

Banyak amat sih, Pak. Kayak lagi bedol desa aja~ (K/A)

  • 433
    Shares


Loading...



No more articles