Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Netizen Beramai-Ramai Bela Pemulung yang Marah Karena Difoto Setelah Diberi Sembako

Redaksi oleh Redaksi
25 Januari 2021
A A
sembako
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Semua orang yang sedang membutuhkan boleh jadi suka jika diberi sembako, namun tidak semuanya suka saat harus difoto. 

Memberikan bantuan sembako kepada kelompok rentan dan yang membutuhkan tentu saja adalah hal yang baik. Namun, belum tentu pemberian bantuan tersebut ditanggapi baik pula oleh si penerima bantuan.

Itulah yang kiranya yang menimpa seorang donatur sembako bernama Eko. Niatnya untuk memberikan sembako kepada seorang pemulung di jalanan ternyata justru berakhir “sengak” dan tidak menyenangkan. Sebabnya sederhana, si pemulung tak terima dan marah saat Eko berusaha memotret dirinya sesaat setelah dirinya menerima paket bantuan sembako dari Eko.

Tak hanya marah, si pemulung bahkan sempat menampik ponsel milik Eko yang digunakan untuk memotret dirinya sampai ponsel tersebut terlempar dan pecah.

Video pemulung yang marah karena tak mau difoto setelah menerima sembako tersebut viral setelah dibagikan ulang oleh akun Instagram @makassar_iinfo.

“Lo mau pamer di medsos?” tanya si pemulung dengan nada yang terdengar penuh emosi dalam video tersebut.

“Bukan pamer, Pak, saya cuma mau foto aja,” jawab Eko.

Si pemulung kemudian mengungkit keikhlasan Eko dalam memberikan sembako tersebut.

“Lo ikhlas nggak ngasihnya?”

“Ikhlas Pak. Ikhlas saya ngasihnya. Bapak ini kenapa ngotot begini?”

Si pemulung mengatakan bahwa dirinya malu jika ia difoto setelah menerima sembako dari Eko.

“Kalau enggak ikhlas ya sudah gue balikin. Enggak usah foto-foto, gue malu difoto-foto. Pemulung gue ini!”

Si pemulung pun kemudian mengembalikan sembako yang tadi sudah sempat ia terima itu.

Video pemulung tersebut langsung mendapatkan banyak komentar. Banyak yang menyayangkan tindakan si pemulung yang menampik ponsel milik Eko sampai terlempar. Namun tak sedikit pula yang membela si pemulung. Maklum saja, tindakan memotret penerima bantuan tanpa izin dari yang bersangkutan memanglah hal yang tidak dibenarkan.

Iklan

“Sebaiknya kalau mau photo tanyain dulu, ga semua orang loh mau difoto seperti itu. Seandainya Anda yang berada di posisi pemulung gimana?” tulis pemilik akun Ragib Muhammad.

“Yah emang harusnya gitu kalau yang diberi sembako ndak bersedia di foto yah jangan.” tulis pemilik akun @ngr.haxor.

“Sebenarnya kalau mau memberi yah nggak usah dipublish lah. Cukup kamu aja yg tau sm Tuhan. Mereka kan merasa tdk nyaman kalau kalian foto,” tulis pemilik akun @andinunu_30

Pun demikian, ada juga membela Eko sebagai pemberi sembako. Mereka menduga bahwa foto memang diperlukan untuk keperluan dokumentasi.

“Siapa tau si eko ini orang organisasi yang dijadikan tempat mengumpul dana sedekah, tujuan foto untuk sebagai bukti bahwa memang sudah disalurkan ke tempat yang seharusnya,” tulis pemilik akun @ardiptc.

Ah, niat baik, memang tak selalu menjadi baik.

difoto sembako

BACA JUGA Alasan ‘Work-Life Balance’ ala Pandji Pragiwaksono Itu Mancing Keributan Banget dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2021 oleh

Tags: pemulungsembako
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Hendisman dapat gelar sarjana Universitas Labuhanbatu. MOJOK.CO
Sosok

Getirnya Kuliah di Jurusan Akuntansi karena dari Keluarga Kurang Mampu, Akhirnya Kerja Jadi Pemulung dan Cumlaude

7 Mei 2025
Merekam Temuan Pemulung di TPST Piyungan, Uang Dolar hingga Benda Keramat yang Bikin Sulit Kencing Gunung sampah Piyungan adalah objek wisata andalan Jogja. Elok, syahdu, wangi. TPST Piyungan pasti bisa mengalahkan Puncak Becici
Geliat Warga

Merekam Temuan Pemulung di TPST Piyungan, Uang Dolar hingga Benda Keramat yang Bikin Sulit Kencing

19 November 2022
Umi Azizah content creator CapCut yang gajinya dolar
Sosok

Tetangga Bilang Lakukan Hal Sia-sia, Umi Azizah yang Lulusan SMP Malah Gajinya Dolar

7 November 2022
harga sembako mojok.co
Ekonomi

Harga Sembako Mulai Naik di Jogja, Pedagang Putar Otak

11 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.