MOJOK.COPuan Maharani memberi nasihat atau pesan ke para menteri Jokowi. “Juga harus turun ke lapangan,” katanya.

Baru Rabu (23/10) kemarin para menteri Presiden Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju diperkenalkan ke publik, Ketua DPR RI Puan Maharani sudah memberi wejangan singkat yang sangat luar biasa bagi para “junior”-nya itu.

“Tantangan ke depan makin kompleks. Para menteri harus bekerja sama dan bersinergi serta menghiangkan sifat ego sektoral,” kata Puan.

“Jadi para menteri juga harus turun ke lapangan, untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) periode 2014-2019, Puan Maharani memang layak memberi nasihat ke menteri-menteri era sekarang.

Maklum, sepanjang periode pertama Presiden Jokowi, Puan Maharani merupakan menteri dengan banyak gebrakan, tapi selalu minim teguran. Artinya, kinerja Puan sangat memuaskan bagi Presiden Jokowi pada periode pertama.

Seperti ketika Puan meminta rakyat kismin tanah air belajar diet di tengah harga bahan pokok yang sedang naik cukup tinggi pada tahun 2016.

“Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa,” kata Puan kala itu.

Meski banyak pihak yang menyayangkan pernyataan ini, pada kenyataannya manuver-menuver Puan tak pernah ditegur. Bahkan selain tak pernah ditegur Presiden, nama Puan juga tak pernah masuk dalam calon menteri yang bakal kena reshuffle.

Hal ini membuktikan betapa kinerja Puan sebagai menteri sangat luar biasa baik, meski rakyat nggak tahu juga kerjaan Menteri PMK selama ini udah ngapain aja.

Baca juga:  Indonesia dalam Kutipan: dari Bang Ali sampai Jimly, dari Tifatul sampai Ruhut Sitompul

Selain itu, selama periode ke belakang, Puan juga membuktikan bahwa hubungan blio dengan Kementerian begitu luar biasa erat. Seperti ketika pernah mewacanakan akan meng-“impor” guru dari luar negeri.

“Kami ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia,” kata Puan pada Mei 2019 silam.

Wacana ini tentu langsung jadi kontroversi. Namun, tak seperti menteri-menteri yang lain, pembelaan justru muncul dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

“Salah satu pertimbangan Menko PMK Puan Maharani dengan mendatangkan intrukstur atau guru dari luar negeri untuk meningkatkan kemahiran instruktur atau guru Indonesia,” kata Muhadjir Effendy.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam bekerja, Puan punya relasi kuat dengan menteri-menteri lain, sehingga apa yang blio pikirkan pun bisa dengan mudah dipahami oleh menteri lain. Kalau ada yang gagal paham, ya itu salah rakyatnya sih.

Prestasi ini semakin jelas ketika Puan Maharani mengaku tak pernah kena omelan dari Presiden selama bekerja.

“Kalau dibilang ini pasti karena anaknya Bu Mega, terus enak-enakan aja, nggak mungkin Pak Jokowi marah. Ya nggaklah, nggak mungkin, masih harus kerja,” kata Puan.

Ketika disinggung apakah dirinya pernah kena omelan dari Presiden Jokowi, Puan menjawab, “Nggak pernah.”


BACA JUGA Menghitung Kekayaan Puan Maharani atau tulisan rubrik KILAS lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles