Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pertemuan AHY-Puan, Panas-Dingin Demokrat PDIP, dan Nasib Pencapresan Anies

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Juni 2023
A A
demokrat pdip mojok.co

Ilustrasi Puan Maharani (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengadakan pertemuan dalam waktu dekat. Sinyal kerjasama di Pemilu 2024?

Ya, rumor yang beredar mengatakan bahwa pertemuan keduanya untuk membahas koalisi antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Demokrat di Pemilu 2024 mendatang.

Iklan

Memang, rumor tersebut belum jelas kebenarannya. Namun, jika koalisi antara kedua partai ini benar-benar terwujud, ini bakal menjadi babak baru dalam sejarah pemilu di Indonesia. Sebab, PDIP-Demokrat memang selalu berkonflik, hubungannya panas-dingin, bahkan dalam empat edisi pemilu sebelumnya, mereka selalu beradu.

Lantas, bagaimana sejarah hubungan keduanya?

Awal mula konflik

Ketegangan antara PDIP dan Demokrat sudah terjadi sejak awal tahun 2001. Sebenarnya, perseteruan berawal dari konflik personal yang melibatkan Presiden Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kala itu menjabat sebagai Menko Polhukam.

Saat itu, SBY terlibat dalam pendirian Partai Demokrat, secara diam-diam—dan tak pernah mengatakannya pada Mega.

SBY tak pernah memberikan jawaban pasti ketika dirinya ditanya punya posisi apa di partai baru tersebut. Mengingat sejumlah pihak mengendus SBY menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Benar saja, sebelum masa kampanye Pemilu 2004, SBY memutuskan mundur dari jabatan menteri. Ia berdalih, kewenangannya sebagai Menko Pulhukam sudah diambil alih presiden. Mega pun geram. SBY kemudian mengaku bahwa hubungannya dengan Megawati telah berjarak.

Konflik memuncak saat pasangan SBY-Jusuf Kalla berhasil mengalahkan Megawati-Hasyim Muzadi dalam Pilpres. Tak hanya itu, SBY bahkan bisa melenggang selama dua periode.

Selama SBY memimpin, Megawati tak pernah hadir dalam perayaan HUT RI di Istana Negara. Ia lebih memilih memimpin upacara di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan.

Tak pernah akur di setiap pemilu

Dalam empat edisi pemilu terakhir, PDIP dan Demokrat selalu berseberangan. Ketika SBY menjadi presiden, PDIP memilih berada di luar kabinet. Begitu pun dengan Partai Demokrat, yang saat Jokowi memimpin negeri ini selama dua periode selalu jadi oposisi.

Bahkan, pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menjuluki perseturuan dua partai ini sebagai “El clasico”.

Terbaru, jelang Pemilu 2024, PDIP dan Demokrat terlibat aksi saling sindir pada September 2022 lalu. Perseturuan bermula ketika SBY mengaku telah mendengar adanya tanda-tanda Pemilu 2024 bakal dijalankan secara tidak jujur. Oleh karenanya, SBY pun mengaku harus “turun gunung” untuk menghadapi pemilu nanti.

Dalam pidatonya di acara Rapimnas Partai Demokrat itu, SBY juga menyebut bahwa Pemilu 2024 akan diatur untuk dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Iklan

Menanggapi tudingan SBY, Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan, kecurigaan akan adanya pemilu tidak jujur sebelumnya pernah terjadi di masa kepempimpin SBY pada 2009.

Terlepas dari itu, Hasto juga meminta agar SBY tidak menyalahkan Pemerintahan Jokowi apabila tidak bisa mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2024.

Bisa goyang pencapresan Anies

Balik lagi soal rencana pertemuan AHY dan Puan, Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi, mengomentari rencana tersebut.

Kepada CNN Indonesia, ia mengaku telah mengendus gelagat PDIP untuk menjegal pencapresan Anies Baswedan dengan cara mengajak Partai Demokrat bekerja sama.

Partai Demokrat memang telah membangun Koalisi Perubahan bersama Partai NasDem dan PKS untuk mengusung Anies di Pilpres 2024. Koalisi ini telah memenuhi syarat presidential threshold.

“Saya melihat kerja sama dua partai ini tentu untuk kepentingan Pemilu. Apalagi Partai Demokrat adalah bagian dari koalisi Perubahan yang NasDem gagas,” kata Asrinaldi, Senin (12/6/2023).

“Jika Partai Demokrat bergabung dengan koalisi PDIP, tentu Koalisi Perubahan tidak bisa mencalonkan Anies [karena tak lolos threshold],” sambungnya.

Kendati demikian, Asrinaldi mengatakan dua partai ini baru tahap penjajakan. Menurutnya, tawaran ini tak mudah bagi Partai Demokrat, sehingga harus ada pertimbangan yang mendalam untuk mengkaji untung-rugi kerja sama dengan PDIP.

Menurutnya, jika bergabung dengan PDIP, Demokrat dapat memperoleh keuntungan berupa perbaikan hubungan dengan partai penguasa. Tapi di sisi lain, mereka bisa dinilai inkonsisten oleh publik yang bisa berpengaruh pada suara partai.

“Sementara bagi PDIP ini hanya keinginan untuk menggoda Partai Demokrat apakah bersedia meninggalkan Koalisi Perubahan,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pro Kontra Proporsional Tertutup, Pakar UGM Malah Sebut Sistem Ini Punya Keunggulan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2023 oleh

Tags: ahyAnies BaswedanPartai DemokratpdipPemilu 2024Puan Maharani
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Kabar

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Kabar

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Kabar

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.