MOJOK.COIjtima Ulama III akan membahas berbagai rupa kecurangan yang ditemukan di Pemilu 2019. Acara ini tidak mengundang Sandiaga Uno dan ulama cebong.

Melihat kesuksesan Ijtima Ulama I dan II, Sobri Lubis, Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) melontar ide diadakan Ijtima Ulama III untuk merespons dugaan kecurangan pada Pemilu 2019. Para pendukung Prabowo merasa kecurangan yang terjadi di Pemilu 2019 ini sudah terstruktur, sistematis, dan masif. Bahkan, paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin harus didiskualifikasi.

Sedikit melihat ke belakang, Ijtima Ulama I dan II digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada 2018. Dua Ijtima ulama yang digelar sebelumnya sama-sama punya agenda membahas dukungan para peserta dalam Pemilu 2019. Ijtima Ulama III sendiri akan digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (01/05) bertepatan dengan Hari Buruh.

Saat ini, sejumlah ormas Islam telah membentuk panitia pelaksana untuk menggelar Ijtima ulama III. Rencananya, acara akbar ini akan melibatkan banyak tokoh politik. Pada pertemuan itu, BPN Prabowo dan Sandiaga Uno juga diberi kesempatan untuk memaparkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Pembahasan ini menjadi agenda utama Ijtimak Ulama III.

Namun, meski BPN diberi kesempatan untuk memaparkan dugaan kecurangan, Ijtima Ulama III tidak mengundang Sandiaga Uno. Hingga Selasa (30/04), Sandiaga Uno belum mendapat undangan. “Saya belum terima undangan,” ungkap Sandiaga Uno seperti dilansir oleh CNN Indonesia.

Calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo itu akan menuju Sumatera Barat. Sandiaga Uno berencana melakukan kunjungan ke lokasi PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Oleh sebab itu, meski mendapat undangan pun, Sandiaga Uno tetap tidak akan datang. Sandiaga Uno sendiri tidak menyampaikan secara jelas apakah Prabowo akan datang ke Ijtima Ulama III atau tidak.

Baca juga:  Pemprov DKI Beli Tong Sampah Buatan Jerman, Ini Alasannya?

Selain tidak mengundang Sandiaga Uno, Ijtima Ulama III juga tidak punya rencana untuk mengundang ulama-ulama yang sudah mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin. Mereka menyebutnya ulama yang sudah jadi “cebong”. Slamet Maarif, Ketua Organizing Committee menegaskan hal itu.

“Semua yang diundang di ijtima ulama satu dan dua akan kami undang, kecuali yang sudah menjadi cebong tidak akan kami undang,” ujar Slamet di, Jakarta, Senin (29/4).

Yusuf Muhammad Martak, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, yang juga menjadi penanggung jawab Ijtima ulama III menyebut ada tiga agenda pada pertemuan ini. Pertama, pemaparan BPN dan relawan Prabowo-Sandi tentang pelaksanaan Pemilu 2019.

Kedua, peserta Ijtimak  mendengarkan pemaparan kecurangan dari ahli hukum, tata negara, politisi, serta pakar informasi dan teknologi. Yusuf Muhammad Martak menyebut kecurangan dalam pemilu kali ini terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif. “Ketiga, diskusi dan musyawarah tentang mekanisme legal konstitusional dan syar’i menghadapi kecurangan,” ujarnya.

Sabar ya, buat yang enggak diundang. Mungkin bisa simak live tweet lewat link di bawah ini.

(yms)



Tirto.ID
Loading...

No more articles