MOJOK.CODewi Tanjung dan Abu Janda akan gelar aksi tuntut Anies Baswedan soal banjir Jakarta, Fahira Idris siap bikin aksi tandingan di Balai Kota Jakarta.

Penanganan banjir Jakarta dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Sekelompok massa bernama “Para Bunda Tangguh Pembela Rakyat” akan melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta pada 14 Januari 2019 pukul 14.00 menuntut Anies Baswedan.

Aksi ini diinisiasi oleh beberapa tokoh yang cukup dikenal publik. Seperti Abu Janda, pegiat aktif media sosial, dan Politikus PDIP Dewi Tanjung, sosok yang sempat mulai terkenal karena menuding kasus penyiraman air keras Novel Baswedan adalah sandiwara.

Tuntutan Dewi Tanjung dan Abu Janda tidak main-main. Mereka meminta Anies Baswedan untuk mundur dari jabatan Gubernur Jakarta karena tak cukup becus mengurus Jakarta.

“Iya, itu demo para bunda s-DKI yang jadi korban banjir. Yang mereka tuntut tanggung jawab gubernur dan minta pertanggungjawaban gubernur. Kan selama ini, Anies Baswedan terkenal cuci tangan dan melimpahkan kesalahannya kepada orang lain,” kata Dewi Tanjung.

Menurut Tanjung, dirinya mempersoalkan Anies yang cenderung dendam dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sampai-sampai tidak mau menjalankan program-program gubernur terdahulu.

“Jangan hanya karena dia dendam dan tidak suka Ahok, dia tidak mau meneruskan normalisasi di  Ciliwung. Ganti bahasa jadi naturalisasi sehingga kita ini nggak perlu lagi bahasa dendam, nggak perlu lagi bahasa kempetitor, kita ini perlu kerja, kerja pemimpin. Jadi ini aspirasi masyarakat mengundang saya untuk turun bareng sama mereka,” tambah Dewi Tanjung.

Baca juga:  Prabowo Subianto Bikin Satire Cadas, Bilang Elite Suka Menipu Rakyat

Uniknya, Dewi Tanjung tidak hanya mempersoalkan soal penanganan banjir, melainkan juga soal-soal lain. Yah, pada intinya Tanjung cuma mau Anies mundur saja dari jabatan gubernur.

“Tuntuan aksinya pertanggungjawaban kerja sang pemimpin ‘seiman’ ini bapak gubernur yang terhormat Anies Baswedan. Action kami minta beliau mundur. Selain banjir, banyak hal yang menurut kami ini bukan seperti pemimpin yang kami harapkan. Yang suka cuci tangan, lepas tangan, dan menyalahkan anak buah. Begitu ada kesalahan ini, sang pemimpin nggak mau ambil alih tanggung jawab. Malah lempar ke anak buah. Menyalahkan seolah-olah dia nggak tahu padahal dia. Lama-lama masyarakat ini sebel,” kata Dewi Tanjung yang sepertinya juga sebel.

Menariknya, pada saat yang bersamaan, aksi Dewi Tanjung ini bukan satu-satunya aksi di Balai Kota Jakarta. Ada juga aksi tandingan yang digelar dalam rangka mendukung Anies Baswedan. Berlokasi dan berada pukul yang sama, ormas Bang Japar akan menggelar “Aksi Jaga dan Kawal Anies”. Tokoh terkait dengan aksi ini ada Fahira Idris. Anggota DPD DKI Jakarta.

Aksi tandingan ini, menurut Fahira Idris untuk…

“Memberi dukungan kepada Pemprov dan Gubernur DKI untuk terus fokus kepada penanganan banjir dan terus melanjutkan program-program penanggulangan banjir,” kata Fahira Idris.

Bahkan Fahira berani adu data bahwa masa kepemimpinan Anies Baswedan lebih baik ketimbang sebelum-sebelumnya.

Baca juga:  Memahami Logika Atap JPO yang Dicopot Anies Baswedan

“Jika mau kita sandingkan data-data banjir, dapat terlihat jelas kok sejauh mana program pencegahan yang telah dilakukan Pemprov DKI saat ini, dibanding sebelumnya. Paramater bisa dilihat dari kecamatan terdampak, kelurahan terdampak, warga terdampak, jumlah pengungsi, lama genangan, dan lainnya jauh berkurang,” tambah Fahira.

Tak lupa, Fahira bahkan ikut menyeret pihak lain bahwa banjir Jakarta juga ada andil kesalahan juga dari pemerintah pusat. Artinya kurang tepat kalau hanya menyalahkan Anies Baswedan.

“Kita harus paham kontruksi penyebab banjir Jakarta. Kita semua sama-sama pahamlah, apapun yang dilakukan di Jakarta untuk menghalau banjir tidak akan bermanfaat banyak selama tidak ada pemulihan yang serius di kawasan hulu. Termasuk pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor yang jadi domain pemerintah pusat, belum selesai hingga saat ini,” tambahnya.

Mungkin karena aksi kedua pihak ini dipimpin oleh emak-emak, akan lebih baik kalau aksinya dilanjutkan jadi event demo memasak saja ketimbang teriak-teriak di depan balai kota. Jadi bisa ketahuan gitu, siapa yang paling jago goreng isu. Eh. (DAF)

 

BACA JUGA  5 Alasan Anies Baswedan Adalah Seorang Intelektual Visioner atau tulisan rubrik KILAS lainnya.