Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Amien Rais Tuduh Polisi PKI yang Tembaki Umat Islam, Polri: Punya Fakta Apa?

Redaksi oleh Redaksi
23 Mei 2019
A A
Amien Rais Tuduh Polisi PKI yang Tembaki Umat Islam, Polri: Punya Fakta Apa?
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lagi, Ki Amien Rais muncul dengan sebuah diksi yang menggelitik. Beliau menuduh polisi itu “bau” PKI dengan menembaki umat Islam secara “ugal-ugalan”.

Ki Amien Rais memang pusat dari segala pusat berita. Oh, betapa dengan mudah kita mencintai Ki Amien Rais.

Yang sudah diramalkan memang terjadi. Aksi 22 Mei yang rencananya digelar di depan gedung KPU dan Bawaslu berakhir dengan ricuh. Awalnya, unjuk rasa berlangsung damai. Massa yang sudah menyuarakan pendapat sejak siang mulai berangsur-angsur membubarkan diri mendekati pukul 23.00 malam.

Namun, beberapa saat kemudian, ada massa lain yang datang. Dicurigai, massa baru itu memprovokasi massa yang sudah melakukan unjuk rasa damai untuk kembali mendatangi gedung KPU dan Bawaslu. Pihak keamanan yang berjaga mengantisipasi. Namun, bentrok tidak bisa dihindari.

Ricuh malam itu merembet ke mana-mana. Gedung asrama Brimob dan beberapa kendaraan dikabar. Tidak hanya sampai di situ, ada satu korban jatuh, terkena peluru tajam. Atau setidaknya begitulah anggapan yang beredar dengan cepat. Sampai saat ini, berita sebenarnya masih simpang-siur.

Korban, yang bernama Farhan Syafero (30), sudah dibawa ke RSCM Cipto Mangunkusumo untuk keperluan autopsi. Berita yang belum jelas kebenarannya itu sudah kadung menyebar dengan cepat. Bahkan, ada beberapa video yang menunjukkan ratusan selongsong peluru di lokasi kericuhan.

Sebuah fakta yang disambar dengan cepat oleh tokoh politik, terutama dari kubu 02. Adalah Amien Rais, yang meminta pertanggungjawaban polisi atas kericuhan yang terjadi. Amien Rais bahkan menuduh polisi itu punya “bau” seperti PKI yang sudah menembaki umat Islam secara “ugal-ugalan”. Sebuah diksi yang lagi-lagi menggelitik dari beliau.

“Saudaraku saya menangis, saya betul-betul sedih, juga marah bahwa polisi-polisi yang berbau PKI telah menembak umat Islam secara ugal-ugalan. Saya atas nama umat islam minta pertanggungjawabanmu,” ungkap Amien Rais seperti dilansir oleh CNN Indonesia.

Polri merespons tuduhan Ki Amien itu dengan cepat. Beberapa jam setelah Amien Rais melemparkan tuduhan, Polri lansung menggelar konferensi pers untuk melakukan klarifikasi. Polri meminta Amien Rais segera menyerahkan bukti kepada kepolisian atas tuduhan yang sudah kadung viral itu.

“Iya, kami membantah. Silakan Pak Amien Rais punya fakta apa? Sekali lagi tidak ada peluru tajam,” tegas Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Selanjutnya, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan prosedur pengamanan yang dilakukan. Pertama, tidak ada penggunaan peluru tajam. Kedua, senjata yang digunakan polisi adalah peleton anti-kerusuhan yang dikendalikan oleh Kapolda. Penggunaannya tergantung pada eskalasi ancaman.

“Ketika eskalasi ancaman naik sudah ada massa yang dikatakan membahayakan keselamatan masyarakat, aparat, dan merusak properti secara masif itu pleton anti-anarkis turun, untuk apa? Untuk mencegah, melokalisir agar unjuk rasa pendemo anarkis tersebut merambat ke tempat lain,” katanya.

Nah, penjelasan sudah diberikan oleh Polri. Bagaimana, Ki Amien, silakan paparkan bukti bahwa ada “bau” PKI dan polisi menggunakan peluru tajam. Semangat ya, Ki Amien.

(YMS)

Iklan

 

Infografik Amien Rais Tuduh Polisi PKI yang Tembaki Umat Islam, Polri: Punya Fakta Apa?

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2019 oleh

Tags: aksi 22 MeiAmien Raispeluru tajam
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais
Video

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
profil partai ummat mojok.co
Kotak Suara

Profil Partai Ummat, Pecahan PAN yang Siap Unjuk Gigi di Pemilu 2024

4 Januari 2023
partai ummat lolos verifikasi mojok.co
Kotak Suara

Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang, Tapi Polemiknya Makin Memanas, Ada Apa?

28 Desember 2022
Amien Rais jelang Muktamar Muhammadiyah
Kilas

Pesan Amien Rais Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-48

3 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa MOJOK.CO

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.