Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Soal Boba di Bubble Tea, Apa Betul Bikin Minuman Hits Ini Nggak Sehat?

Redaksi oleh Redaksi
27 Juni 2019
A A
Boba di Bubble Tea MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bubble tea kan enak banget, apalagi pakai boba. Tanpanya, apa jadinya nongkrong dengan teman-teman gayeng-ku untuk update gosip terbaru?

Mungkin tidak sedikit dari kita yang tinggal di Asia Tenggara, sudah pernah mencoba minum bubble tea. Atau bahkan, tidak hanya mencobanya tapi juga menggemarinya, dan akhirnya ketagihan. Apalagi untuk mendapatkannya cukup mudah, gerainya ada di mana-mana. Minuman yang menjadikan teh sebagai bahan baku utama ini, dihidangkan bersama susu, kreamer, dan teman-temannya. Meski sering kali menjadikan rasa teh tidak lagi kuat malah jadi sangat manis dan creamy.

Tidak hanya dicampur dengan susu, gula, kreamer, dan sebagainya. Namun, untuk membuat minuman ini semakin “beda” dan lebih menarik pasar, disediakanlah berbagai topping pendamping. Baik itu jelly, nata de coco, maupun yang paling digemari yakni boba atau juga dikenal dengan bubble pearl. Bola-bola hitam yang enak untuk dikunyah-kunyah dan menjadikan minuman nggak langsung habis–karena nggak bisa glek-glek seketika.

Si boba ini akhir-akhir ini sedang dipermasalahkan karena katanya mengandung bahan baku yang sungguh tak baik bagi kesehatan. Apalagi setelah ada pemberitaan gadis berusia 14 tahun asal China yang harus dirawat di rumah sakit setelah dokter menemukan adanya tumpukan boba di tubuhnya, karena si boba ini nggak bisa tercerna dengan baik.

Selain itu, muncul pula beberapa penelitian soal boba ini. Boba dalam bubble tea ini terbuat dari tepung tapioka atau kanji dan dibentuk menjadi bola-bola kecil berwarna hitam. Penelitian dari University Hospital Aachen, Jerman, menyebutkan kalau ada bahan kimia seperti binefil poliklorinat atau PCB pada boba, yang seharusnya tidak dijadikan bahan makanan. Pasalnya, bahan ini dapat memicu kanker, menurunkan sistem kekebalan tubuh, sistem reproduksi, hingga sistem saraf. Hmmm, lengkap amat~

Sementara penelitian dari University of Queensland menyebut kalau konsumsi bahan kimia PCB bisa membuat asma penderitanya jadi kambuh. Tidak hanya itu, jika dikonsumsi oleh ibu hamil dikhawatikan bayi yang dikandung akan mengalami gangguan kesehatan, penurunan, IQ, dan memori.

Namun, hasil penelitian tersebut ditentang oleh Lembaga Pengawas Makanan Singapura dan Taiwan—tempat bubble tea ini awal populer. Mereka sih bilangnya kalau si boba dari tapioka ini sudah melewati berbagai proses uji coba sehingga dipastikan aman untuk dikonsumsi.

Hmmm, hayooo loh. Jadi bingung nggak untuk minum bubble tea lagi atau nggak? Wqwq.

Fyi aja, nih, meskipun boba betul-betul aman dikonsumsi karena nggak mengandung bahan kimia berbahaya, tapi dia kaya akan kalori. Bisa dibayangin nggak kalau kita mengkonsumsi bubble tea yang pakai topping boba? Nggak cuma ada boba tapi juga ada susu kental manis dan gula. Hmmm, mamam, tuh! Berapa banyak kalori yang terkandung dalam minuman manis ini?

Itu artinya, meskipun boba nggak mengandung kanker, tapi terlalu banyak mengkonsumsinya juga nggak ada baik-baiknya buat kesehatan kita. Kebanyakan kalori bisa bikin kita gampang gendut, cuy~

Ya bagaimana tidak? Wong boba ini hanya mengandung kabohidrat semata dan nggak betul-betul menyumbang nutrisi apa pun. Jangan terlalu berharap dalam setiap bulirnya mengandung vitamin, mineral, maupun serat yang mumpuni.

Tapi, kalau kamu sudah dalam tahap kecanduan dengan bubble tea dan teramat sulit hidup tanpanya. Ya sudah, kami kasih beberapa solusi. Pertama, pilih kadar gula yang rendah atau bisa diganti dengan madu sebagai pemanisnya. Btw, usahakan pakai madu yang asli, ya. Kalau nggak asli, mah, ya sama aja.

Untuk susunya, hindari betul susu kental manis. Seperti telah kita tahu yang sudah-sudah, susu kuntal manis ini kandungan susunya jauuuuhhhh lebih sedikit daripada gulanya. Lah, kalau minum bubble tea pakai gula biasa plus susu kental manis. Hadeeeh, itu sama aja kayak…

…kayak minum bubble tea pakai gula biasa plus susu kental manislah.

Iklan

Kalau pengin lebih baik lagi, bolehlah nggak usah pakai boba. Demi mengurangi konsumsi tepung tapioka yang berlebih. Jadi, minum bubble tea tanpa tambahan apa-apa, sebetulnya jauh lebih baik bagi kesehatan kita. Meskipun jadi aneh, karena minum bubble tea kok nggak pakai bubble.

Akan tetapi, kalau kamu masih maksa kepingin. Yaudah beli segelas aja, terus diminum berdua. Terserah sama siapa. Asalkan dengannya kamu merasa nyaman. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: bobabubble teaminuman tidak sehat
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

penistaan makanan MOJOK.CO
Pojokan

Penistaan Makanan yang Makin Marak Sebaiknya Dihentikan Sebelum Azab Diturunkan

17 Februari 2020
Pojokan

Kenapa Taro Harus Tetap Ada Meski Produsen Taro Bangkrut

19 Januari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.