Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Meski Bisa Atasi Bau dan Basah Area Kewanitaan, Pantyliners Juga Bisa Membahayakan

Redaksi oleh Redaksi
2 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak perlu lagi mengandalkan pantyliners untuk mengatasi bau dan basah di area kewanitaan. Ternyata pemakaiannya yang terlalu sering dapat berbahaya bagi kesehatan.

Masalah yang biasanya akan dialami hampir semua perempuan adalah: merasa tidak nyaman karena bau tidak sedap dan basah di area kewanitaan. Maka tidak mengherankan, untuk mengatasi hal ini banyak perempuan yang akhirnya mumutuskan untuk mengandalkan pantyliners sebagai partner dalam aktivitas keseharian. Pasalnya, dia sanggup menampung cairan-cairan yang keluar dari area kewanitaan kita dan membantu si celana dalam tetap kering dan tidak bau.

Jujur saya, keberadaan pantyliners ini sangat membantu untuk menumbuhkan kepercayaan diri ketika beraktivitas. Pasalnya, bagi sebagian perempuan, bau di area kewanitaan tersebut sangat menganggu dan bisa bikin kita tak bebas dalam bergerak. Iya, hal yang kelihatannya sepele ini berhasil membuat kita yang biasanya pencilakan, menjadi pribadi yang tenang, kalem, dan nampak dewasa.

Lantas, ketidakpercayaan diri yang terganggu ini memang dapat teratasi dengan ditangkal oleh kehadiran pantyliners. Namun, meski keberadaannya sangat membantu, ternyata ia sebetulnya tidak baik-baik amat seperti yang kita kira.

Iya, dia memang sebelas dua belas sama gombalan gebetan yang nggak segera ngasih kejelasan. Memang menyenangkan di awal—semacam menjadi oase kebahagiaan diri—tapi kalau seringan, akhirnya cuma bisa bikin kita eneg. Lagian siapa sih, yang mau digaringin digombalin doang tapi nggak segera dikasih kepastian?!!!111!!

Lalu, apakah sisi tidak baik yang terpendam dari si pantyliners kesayangan ini?

Begini, meski sangat membantu, bagaimanapun juga ia terbuat dari bahan kimia. Bayangkan saja jika si bahan kimia ini berhadapan langsung dengan lubang bagian dalam area kewanitaan kita, seharian! Memang, dia bisa menyebabkan vagina kita tidak lembab dan basah. Namun, semakin cepat kemampuannya menyerap cairan, maka semakin banyak juga bahan kimia yang terkandung dalam pantyliners kesayangan ini.

Dengan adanya bahan kimia tersebut, menggunakannya terlalu sering—atau bahkan setiap hari—cukup membahayakan bagi kesehatan alat reproduksi kita. Selain itu, pantyliners ini juga bisa menyebabkan kulit kita tidak dapat bernafas. Pasalnya ia terbuat dari plastik. Bayangkan saja jika si plastik ini menempel pada vagina kita seharian! Hal ini bisa menyebabkan bagian luar vagina kita menjadi iritasi.

Padahal, kita aja diminta untuk pakai celana dalam yang berbahan katun. Lha ini, di bagian yang paling sensitifnya, malah tersentuh dengan plastik terus menerus! Jika ia saja menyulitkan kulit untuk bernafas, itu artinya pantyliners juga menyebabkan sirkulasi udara di daerah kewanitaan menjadi tidak baik. Lantas dapat menimbulkan bakteri bahkan infeksi jamur.

Hal lain yang juga perlu kita perhatikan, cairan yang keluar dari vagina kita dan berada di pantyliners akan tertempel pada kulit kita dalam waktu yang lama. Ini dapat menjadikan bakteri berkembang biak dan bisa menyebabkan berbagai panyakit seperti jamur, jerawat, ataupun iritasi!

Selain dapat mencegah bau tidak sedap, beberapa pantyliners juga memiliki bau wangi. Nggak menutup kemungkinan, bau wangi atau parfum dari pantyliners tersebut juga dapat menimbulkan alergi bagi sebagian perempuan. Melihat beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan jika kita keseringan menggunakannya, akan sangat bijaksana jika kita mulai menghentikan penggunaanya.

Tapi, kalau saya nggak pakai pantyliners, bakal bau dan basah. Betul-betul nggak enak untuk diajak beraktivitas seharian! Jadi, gimana, dong?

Saya memahami perasaanmu, ya Ukhti. Namun tenang saja, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut, supaya kita tetap dapat beraktivitas dengan penuh kepercayaan diri.

Hal pertama untuk mengatasi ini adalah dengan mengganti celana dalam kita setidaknya tiga kali sehari. Iya, tiga kali sehari! Supaya bau dan basah di celana dalam, tidak tertempel terlalu lama. Meski agak ribet, namun sungguh, hal ini baik untuk kesehatan kita. Jangan lupa, kesehatan adalah investasi jangka panjang! Oh ya, gunakan celana dalam yang berbahan katun untuk kenyamanan, ya.

Iklan

Jika kita tidak pengin terlalu ribet gonta-ganti celana dalam, kita bisa menggunakan pantyliners yang berbahan kain. Tentu saja, pantyliners berbahan kain ini lebih aman dibanding yang berbahan plastik. Meski dia tidak praktis-praktis amat, namun kain lebih ramah lingkungan, loh!

Iya, tahu, harganya memang mahal dan tidak seekonimis pantyliners plastik, namun coba dihitung-hitung dengan cerdas, pantyliners berbahan kain ini tidak akan menjadi terlalu mahal karena ia dapat dipakai berkali-kali. Kita cukup setidaknya punya enam buah—dengan perkiraan sehari ganti 2 kali, maka kita sudah bisa menggunakannya secara bergantian. Lagian motifnya lucu-lucu loh! Meski nggak bakal kelihatan sama orang lain, motif lucu ini bisa memunculkan gairah kita merasa gemes-gemes sendiri~

Jadi untuk para lelaki, melihat urgensi keberadaan pantyliners kain ini bagi perempuan, ia bisa menjadi salah satu barang yang harus ada saat seserahan untuk melamar sang kekasih tercinta. Cling! *kedip sebelah mata biar terlihat cerdas dan bijaksana. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2019 oleh

Tags: area kewanitaanbahaya pantylinerskesehatan perempuanpantyliners
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

ilustrasi Proses Menemukan Pembalut Paling Nyaman, Sebuah Jalan Terjal yang Panjang mojok.co
Pojokan

Proses Menemukan Pembalut Paling Nyaman, Sebuah Jalan Terjal yang Panjang

26 Agustus 2021
cewek minta injak jempol kaki biar mens pencet jempol ketularan mens mitos haid synchronise period cara cepat ens telat datang bulan siklus mentruasi tidak teratur mojok.co
Pojokan

Menelusuri Kebiasaan Injak Jempol Kaki Biar Ketularan Mens

2 Juli 2020
Penjaskes

Keseringan Minum Obat Nyeri Haid, Bahaya Nggak sih?

7 April 2019
Penjaskes

Lagi Banyak-banyaknya, tapi Malah Iritasi karena Pembalut: Gimana, dong?

1 Januari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.