MOJOK.COBangun pagi itu konon memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, malas bangun pagi itu juga nggak buruk-buruk amat. Kamu bisa dianggap orang pintar, Lur.

Bangun pagi memang urusan yang rumit bagi sebagian orang. Apalagi kalau sudah punya kebiasaan tidur menjelang subuh dan bangun ketika jam makan siang sudah dekat. Padahal, konon, bangun pagi punya banyak manfaat untuk kesehatan. Ya kesehatan fisik, maupun kesehatan mental.

Ada banyak manfaat bangun pagi. Berikut di antaranya:

1. Bangun pagi bikin bahagia.

Dijauhi oleh calon gebetan, dibuat nangis karena ditolak, gagal lolos SBMPTN, solusinya gampang saja: bangun pagi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manula cenderung lebih bahagia daripada anak-anak muda karena mereka memiliki kebiasaan bangun di pagi hari. Sedangkan orang dewasa yang bermain atau bekerja hingga larut malam, memiliki suasana hati yang buruk.

Sudah bekerja sampai larut malam, nangis karena ditolak, UMR kecil padahal kebiasaan ngopi jalan terus, obati semuanya dengan bangun kala matahari mulai menyingsing. Niscaya…

2. Bisa merasakan manfaat matahari pagi.

Sinar matahari pagi sangat bermanfaat untuk tubuh. Paparan sinar matahari adalah salah satu sumber vitamin D. Produksinya akan meningkat ketika tubuhmu dimandikan oleh sinar mentari pagi yang syahdu nggak kalah sama senja-senjaan itu.

Vitamin D memang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan penyerapan fosfor dan kalsium di usus. Gigi, tulang, serta otot akan menjadi lebih kuat. Hmm…Gatotkaca itu pasti sering bangun pagi karena punya otot kawat, tulang besi. Selain itu, vitamin D dapat mencegah penyakit seperti hipertensi, multiple sclerosis, osteoporosis, rakitis, dan diabetes.

3. Jadi lebih “namaste”.

Bangun sebelum matahari terbit bakal ngasih kamu momen untuk menikmati “waktu”. Sebelum kamu dipusingkan dengan deadline, paper, atau bahan presentasi yang bisa menghabiskan waktu seharian tanpa kamu bisa “namaste”.

Kebiasaan ini seperti memberi tubuh “hadiah” untuk melepas lelah dan menghilangkan semua rangsangan mental ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Masa hening ini sangat bermanfaat bagi otak. Duduk diam juga meningkatkan oksigen ke otak karena Anda akan bernapas lebih dalam dan terkontrol. Dampak lanjutannya, hal ini membantu mengurangi migrain dan tekanan darah tinggi.

Nah, lumayan oke juga kan bangun sebelum matahari terbuit. Namun, tahukah kamu kalau malas bangun lebih awal pun bukan sebuah dosa. Bahkan, menurut sebuah penelitian, malas bangun pagi menjadi indikasi orang pintar.

Berdasarkan peneliti Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina, orang zaman dulu punya kebiasaan tidur cepat dan bangun juga cepat. Kebiasaan itu dipandang sebagai kebiasaan yang baik. Ciri norma orang rajin nan produktif.

Nah, terjadi perubahan di dunia modern ini di mana semakin banyak orang yang suka bangun siang. Tapi, fret not, melakukan sesuatu yang “menentang norma” dapat diartikan sebagai tanda kepintaran.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keengganan untuk bangun pagi justru menunjukkan inisiatif.

Enggan tunduk begitu saja dengan keinginan dan tidak mengizinkan tubuh untuk diperintah oleh sebuah alarm menunjukkan kemandirian. Artinya, kamu bisa selalu bisa tegas menentukan pilihan dan solusi akan sebuah permasalah bernama alarm yang kamu snooze tiap lima menit.

Ingin tidur lebih lama pun, menurut studi, adalah sebuah logika dasar artinya kamu mengerti sebab dan akibat. Jadi kamu nggak akan menggerutu ketika dihukum berdiri sambil hormat di depan tiang bendera sambil angkat sebelah kaki karena sering terlambat masuk sekolah. Sudah paham sebab dan akibatnya kok. Dihukum pun rasanya tetap “namaste”.

Nah, kalau pingin terlihat pintar, mulai sekarang, bangun siang saja. Malas-masalah itu pilihan, broo. Yang penting tahu sebab dan akibatnya saja. Sering telat masuk kantor? Ahh, cuma dipecat ini. Sans…

(yms)



Tirto.ID
Loading...

No more articles