Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Sensus

Mana Yang Lebih Baik, Punya Pacar Satu Kampus atau Beda Kampus?

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2018
A A
cantik
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada warga Instagram untuk mengetahui pendapat mereka mengenai mana yang lebih baik bagi kehidupan, punya pacar satu kampus atau beda kampus.

Selain untuk mendapatkan ilmu yang berguna untuk jadi budak korporat  Nusa dan Bangsa, kampus juga menjadi tempat untuk mengasah kemampuan diri dalam bersosialisasi dan tempat untuk membentuk attitude yang baik dalam masyarakat. “Kampus adalah miniatur kehidupan,” Katanya. “Kalau gagal di kehidupan kampus, dipastikan akan gagal juga di kehidupan setelahnya,” Katanya.

Artinya, selain harus dapat ilmu yang berguna dan nilai yang bagus, mahasiswa juga dituntut untuk punya banyak teman, dan berperilaku yang baik dengan hormat kepada dosen-dosen, dan orang tua, serta menyayangi sesama dan orang yang lebih muda seperti adik tingkat atau maba yang unyu-unyu itu (kalau bagian sayang-sayangan sih nggak disuruh juga pasti dilakukan hehe).

Jika kita gagal memenuhi hal tersebut semasa kuliah, artinya kita diprediksi akan gagal juga di kehidupan pasca kampus. Lha wong, di versi miniature aja gagal.

Hadeh memang susah sekali jadi mahasiswa zaman sekarang ini. Belum apa-apa sudah ditakut-takuti akan kegagalan kehidupan. Padahal menyelesaikan tugas kuliah aja udah susah, ini ditambahi harus bersosialisasi dan membentuk attitude yang baik. Memang modern people ini banyak sekali maunya smh.

Tapi kenyataannya kita memang tidak bisa menghindari tuntutan-tuntutan ini. Punya nilai bagus misalnya, tanpa nilai bagus (ya nggak harus bagus-bagus amat sih) kita nggak akan bisa ikut ujian dan lulus kuliah. Pun, tanpa attitude kita hanya akan jadi bibit unggul yang dibully Selebtwit, eh. Sama halnya dengan kehidupan sosial di masa kuliah yang juga tidak bisa diabaikan karena seburuk-buruk kehidupan kampus adalah mereka yang kesepian karena memutuskan untuk tidak bersosialisasi.

Bersosialisasi dan mencari teman adalah hal yang penting dilakukan di masa kuliah, apalagi kalau bisa punya pacar. Selain bisa untuk saling mendukung dalam situasi sulit yang sering dijumpai di masa kuliah, punya pacar juga penting untuk mengasah skill manajemen waktu, komunikasi interpersonal, dan kepemimpinan yang katanya hanya bisa didapatkan kalau kita mengikuti organisasi kampus.

Nah, menyoal pentingnya keberadaan pacar dalam kehidupan kampus ini, Mojok Institute kali ini melakukan sensus kepada warga Instagram untuk mengetahui pilihan mereka mengenai mana kiranya yang lebih baik dimiliki, punya pacar yang satu kampus atau yang beda kampus?

Hasil Sensus

Dari hasil sensus ini, Mojok Insitute menemukan banyak hal menarik. Warga Instagram ternyata lebih banyak yang memilih untuk memiliki pacar yang beda kampus. Golongan yang memilih pacar beda kampus jika dilihat dari alasannya, dapat dibedakan menjadi 4 tim.

Tim pengin kangen-kangen klub

Tim ini di isi oleh orang-orang yang menjunjung tinggi nilai kangen dalam suatu hubungan. Dengan alasan supaya nggak cepat bosan karena jarang ketemu, dan biar terlihat ada perjuangannya ketika harus susah payah mengatur jadwal, dan harus jauh-jauh ketika hendak menghampiri pacar, tim ini menjunjung semangat bahwa jodoh memang harus dijemput, sejauh manapun itu uwuwuw~

Tim pencitraan

Tim ini di isi oleh orang-orang yang suka pencitraan. Mereka nggak pengin aib nya di dalam kampus ketahuan sehingga bisa terlihat keren di mata si dia setiap saat. Unch.

Tim genit dan ingin nakal

Tim ini di isi oleh orang-orang yang berpotensi untuk tidak setia. lha, alasan pacaran beda kampus biar bisa mribik orang di kampus sendiri kok. Dengan dalih kalau pacaran beda kampus, kalau selingkuh nggak akan ketahuan. Memang Bajigur!

Tim biar cepat move one

Tim ini di isi oleh orang-orang yang sudah memikirkan putus sejak dalam pikiran. Mereka memilih pacar beda kampus biar ketika putus bisa langsung move on dan bodo amat karena nggak akan ngeliat-ngeliat si dia lagi.

Sementara di golongan sebelah, segelintir orang yang memilih untuk punya pacar satu kampus, golongan ini jika dilihat dari alasannya terbagi menjadi 2 tim saja.

Iklan

Tim anti kangen-kangen klub

Berbeda dengan tim sebelah yang bisa kuat menahan kangen, tim ini tidak bisa berlama-lama kangen. Orang-orang di tim ini ingin selalu dekat dengan pacarnya, ke mana-mana harus berdua supaya bisa yang-yangan kapan saja. Pacaran sekampus bagi mereka terbukti membuat mereka nggak malas ke kampus supaya bisa ketemu setiap hari. Kuliah-pacaran-kuliah-pacaran bosque.

Tim ini juga masuk kategori tim posesif karena tujuan mencari pacar satu kampus adalah supaya bisa dikontrol dan dilihat gerak-geriknya, pergaulannya, dan kesehariannya. Bentar, bentar, itu pacar atau tukang nagih utang?

Tim hemat

Tim ini di isi oleh orang-orang yang pengin hemat. Pacaran se kampus terbukti bisa menghemat banyak hal. Selain bisa nebeng ke mana-mana, makan sepiring berdua kapan aja, mereka juga bisa pacaran di kampus alias nggak perlu mengeluarkan uang bensin untuk jalan berdua. Hmm Boljug.

Sebagai tambahan, ini adalah 3 jawaban terbaik versi Mojok Institute yang berhak mendapatkan hadiah menarik dari kami

 

“Gak boleh pacaran satu kampus, min. Kebanyakan, cukup 1 aja”

“Beda kampus dong, biar nanti kalau udah putus jadi punya referensi mantan yang beda-beda kampus wqwq”

“Satu kampus aja nggak dapet-dapet, apalagi beda kampus”

Nah, kalau kalian tim yang mana mylov? Heleh, jangankan mau nawar, ada yang mau aja pasti udah syukur, kan?

Terakhir diperbarui pada 16 September 2018 oleh

Tags: Kampuspacarpacaransosialisasiuniversitas
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO
Kampus

Universitas di Indonesia Ada 4.000 Lebih tapi Cuma 5% Berorientasi Riset, Pengabdian Masyarakat Mandek di Laporan

18 Desember 2025
snbp mojok.co
Kampus

Siswa Terpintar di SMA Jatim Tiga Kali Pindah Kampus karena Salah Jurusan, Nyaris Berakhir DO

20 Maret 2025
4 Tradisi Ospek Kampus yang Dianggap Mahasiswa Surabaya dan Semarang Sudah Tidak Perlu Ada Lagi MOJOK.CO
Kampus

4 Tradisi Ospek yang Dianggap Tak Perlu Ada Lagi bagi Mahasiswa Baru, Tak Nemu Apa Pentingnya

7 Agustus 2024
mahasiswa unair surabaya.MOJOK.CO
Kampus

Mahasiswa UNAIR Surabaya Tak Mampu Sewa Kos, Demi Bertahan Hidup Kerja Serabutan hingga Makan Sisa Restoran

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Bikin Orang Lupa Diri karena Ia Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas

25 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.