MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui jokes bulan puasa apa yang seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini versi mereka.

Ketika di belahan dunia lain kita terkejut-kejut e monyong monyong dengan penemuan-penemuan spektakuler seperti algoritma AI yang bisa mengalahkan master catur internasional, robot yang bisa berinteraksi dengan penderita celebral palsy, sampai mobil yang bisa mengendarai dirinya sendiri. Di sini, di Indonesia, anehnya kita tidak beranjak dari jaman Neolithikum dengan masih saja melempar jokes “jam segini ngeliat kecoa kayak ngeliat kurma” di bulan puasa…

Saya jadi curiga kalau orang-orang yang masih pakai jokes bulan puasa itu sampai sekarang sebenarnya bukan keturunan pithecanthropus erectus, tapi keturunan Kjokkenmoddinger alias sampah dapur manusia purba!

Lha nggak keturunan Kjokkenmoddinger gimana, kalau pithecanthropus erectus terus berovolusi jadi homo saphien seperti sekarang, bahasan bulan puasa tuh udah bukan kecoa kurma lagi kelesss. Tapi, industry 4.0, disrupsi media, post truth, populisme agama, gimana cara melawan croni capitalism sampai bagaimana agar kita tidak fallin love with people we cant have.

Dan kzlnya, jokes-jokes bulan puasa yang udah so old dan cringe itu banyak. Bukan cuman kecoa-kurma aja! Saking banyaknya, Mojok Institute sampai bikin sensus kepada seluruh Jamaah Mojokiyah se-alam sosmed untuk mendata jokes-jokes bulan Ramadhan apa sih yang seharusnya segera dimusnahkan dari muka bumi ini!!1!

Betul~ jokes receh tidak berguna semacam kecok-kurma dan antek-anteknya harus dimusnahkan~ biar apa? Ya biar (((diskursus))) Ramadan kita nggak cuman jokes receh sangat old, dan cringe yang itu-itu aja. Kami menuntut sesuatu yang baru! Yang lebih segar dan bisa bikin ketawa!

Baca juga:  Nurhadi, Aldo, dan Kenapa Kita Ngakak Gara-Gara Jokes Receh

Hasil Sensus

Berikut adalah jokese-jokes bulan puasa yang seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini

Berbukalah Dengan yang….

Jokes “berbukalah dengan yang….” mempunyai banyak variasi, tergantung pergaulanmu.

Kalau kamu bergaul dengan seorang bucin atau cah cinta, kamu pasti akan sangat sering mendengar versi ini:

“Berbukalah dengan yang manis, kayak kamu uwuwuw :3″ atau,

“Berbukalah dengan yang setia, karena yang manis belum tentu setia… kayak kamu uwuwuwu :3”

Kalau kamu bergaul dengan cah Indonesia tanpa pacaran, kamu akan sering mendengar versi ini:

“Berbukalah dengan yang halal, karena yang setia belum tentu halal…”

Beda lagi kalau kamu gaulnya sama cah kiri  anti kemapanan, kamu pasti dengernya versi kayak gini:

“Berbukalah dengan yang Marxis.”

Hadeeeeehhh, berbukalah dengan-berbukalah dengan apaan dah, mau buka mah, buka aja sama yang ada bgst.

Lihat Anu Kayak Anu

Jokes bulan puasa kedua yang harus segera dimusnahkan adalah jokes yang mirip kecoa-kurma yaitu “Jam segini liat mama lemon kaya liat sirup marjan” atau “Liat ulungan kanebo kyak liat kebab”.

Daripada terpicu gara-gara lihat mama lemon atau kanebo, harusnya di bulan yang suci ini kita lebih terpicu ketika melihat orang kesusahan atau didiskriminasi, atau diperlakukan secara tidak adil. Itu baru mantapp.

Bangun Sahur

Jokes ketiga yang harus dimusnahkan adalah jokes bangun sahur. Biasanya bunyinya seperti ini, “Bangun sahur aja nggak bisa, apalagi bangun rumah tangga?” atau “Jomblo yhaa, pasti sahurnya dibangunin petasan”

Itu kalau ada orang ngejokes kayak gitu, dipersilakan untuk menjawab “Nggak perlu dibangunin manusia, saya sudah cukup dengan dibangunin Allah. Bergantung pada manusia untuk dibangunin sahur itu perbuatan Musryyk tahu!11!”

Lebaran Sebentar Lagi

Jokes bulan puasa keempat yang harus segera dimusnahkan adalah jokes menghitung mundur lebaran. Bunyinya biasanya seperti ini, “Gak kerasa lebaran XX hari lagi”.

Baca juga:  Nurhadi, Aldo, dan Kenapa Kita Ngakak Gara-Gara Jokes Receh

Hadeeh, lebaran kok dihitung, hari pembalasan noh yang harusnya dihitung, biar selalu ingat bahwa perbuatan kita di dunia kelak akan dibalas di akhirat. Jadinya, kita nggak akan jahat-jahat bukan cuman di bulan puasa aja, tapi di bulan-bulan lainnya. MasyaAllah wqwq.

Jangan Lupa Ngabuburit Sambil…

“Jangan lupa ngabuburitnya sambil ngopi, biar kuat puasanya”.

Ngabuburit kok sambil ngopi, sambil ngaji dong! (Tumben bener).

Adzannya Kok Sama?

“Wah kirain tadi adzan maghrib, ternyata dzuhur. Sama soalnya”

Kalau masih ada yang ngejokes kayak gini, nggak usah ditanggepin, didoain aja biar masih bisa dikasih kesempatan mendengar adzan selanjutnya. Kalau nggak doain biar amal ibadahnya diterima yang Maha Kuasa saat itu juga.

***

Jawaban terbaik

Seperti biasa, berikut adalah jawaban terbaik versi Mojok Institute yang berhak mendapatkan hadiah:

Eko Wahyu “Buat teman2 yg tidak kuat puasa sampe maghrib, silahkan datang ke praktek dr. Anita Tri Kusuma di Jl. Perumnas No. 207 Condongcatur, Sleman. Di situ tertulis:
BUKA JAM 4 SORE.”

Razia Rumah Makan yang Buka di Siang Hari

Ini jokes bulan puasa yang paling parah sih. Dikira semua orang itu puasa apa? Hmm??

Itu non muslim harus makan di mana? Ya kalau nggak peduli sama kaum Kafeer, coba pikirkan perempuan yang haid, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, para musafir, orang sakit, lansia, dan aku yang ditinggalkan dia begitu saja. Situ pikir mereka bisa nurunin makanan dari langit apa? Hadeehh ada-ada aja manusia keturunan Kjokkenmoddinger ini.

 



Loading...



No more articles