Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Daripada Pohon Plastik, Mending Pemprov Jakarta Tanam Pohon-Pohon Ini

Redaksi oleh Redaksi
31 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah tarawih Instagrammable, kini menanam pohon plastik di jalan protokol. Adakah pemerintah daerah yang serutin DKI Jakarta dalam menyumbang materi percakapan di dunia maya?

Adalah Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat yang sesungguhnya punya gawe. Senin, 28 Mei, mereka mulai “menanam” 48 pohon plastik beraneka warna di sepanjang trotoar pada jalur Jalan Sudirman-M.H. Thamrin. Menurut laporan Kompas.com, pohon itu adalah pohon lampu.

Walau artifisial, pohon ini jelas cantik dan Instagrammable. Secara logis, harusnya terobosan dekorasi jalan termutakhir ini disukai orang Jakarta dan netizen se-Indonesia.

Nyatanya, tidak seperti yang dibayangkan, netizen tidak menyukai pohon-pohon plastik ini. Ada yang sebal karena posisi penanamannya menghalangi pejalan kaki (dan memang betul). Ada yang menyindir, negara yang tanahnya bisa bikin “tongkat kayu dan batu jadi tanaman” kok ditanami pohon plastik (betul juga). Ada yang menyorot anggaran-konon-90-miliar nggak masuk akal untuk beli 48 pohon plastik (betul, betul, betul).

Segera setelah komentar pedas berhamburan, sejumlah pohon plastik itu langsung dicabut. Pemerintah Jakarta rupanya masih kalah mental di hadapan netizen Indonesia.

Apa alasan pemerintah Jakarta menggelar dagelan ini?

“Ini kan menyambut ultah DKI, seminggu sebelumnya kami semarakkan.” Itu penjelasan Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat Iswandi kepada Detik.com siang tadi.

Oh, ternyata niatnya baik, ingin menyemarakkan ulang tahun dengan tanaman-tanaman. Hanya saja eksekusinya buruk.

Sebagai netizen yang baik, Mojok tentu tidak mau memperkeruh suasana. Sebaliknya, kami justru hendak sumbang saran, kiranya pohon apa yang cocok untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta, punya nilai plus, serta tidak mengundang kenyinyiran khalayak.

Kira-kira begini daftar beserta rangkuman keunggulannya.

1. Gandaria

Pohonnya besar, rindang, buahnya manis dan segar.

2. Kelapa gading

Dekoratif dan buahnya bisa dipakai untuk properti acara kawinan adat Jawa.

Iklan

3. Karet

Buahnya bisa dipakai untuk main congklak, getahnya bisa disadap lalu dijual.

4. Menteng

Sama kayak gandaria, pohonnya rindang dan buahnya enak dimakan.

5. Kapas

Kalau pas buahnya matang, kapas yang menggantung putih-putih gitu Instagrammable banget buat jadi background foto.

6. Mangga

Nggak harus dua sih, banyak juga nggak apa-apa. Fungsi utama, buahnya bisa dijus laaah~

7. Kopi

Jakarta itu kota seribu kedai kopi. Cobalah sekali-kali captain varian single origin kopi Jakarta gituuu.

8. Rambutan

Selain pohonnya rindang, kalau lagi musim bisa jadi hiburan buat anak-anak yang punya potensi jadi tukang panjat pohon. Hitung-hitung melatih kecerdasan motorik.

9. Gambir

Pohonnya pendek kayak kopi dan bunganya merah cantik. Walau sekarang jarang orang butuh gambir buat makan sirih, hijau tanaman gambir lumayan seger dipandang.

10. Bintaro

Cocok buat peneduh. Walau buahnya beracun, bintaro bisa mengusir tikus lho. Ide bagus kalau ditanam di sekitaran gedung DPR hehehe~

Ya udah sih itu aja masukan dari Mojok. Senang rasanya kalau ke Jakarta dan mendapati jalan protokolnya rindang terus di trotoarnya banyak buah jatuh. Mungkin bisa bikin orang seneng jalan kaki (karena sekalian mungut buah) dan kenyang di jalan.

Semoga jadi masukan bermanfaat menjelang ulang tahun Jakarta ke-491. Jangan tanya Mojok beli semua pohon itu di mana, wong itu tanaman khas Jakarta semua. Xixixi~

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2018 oleh

Tags: jakartanama-nama tempat di jakartapohon plastikulang tahun jakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO
Cuan

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.