Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menjadi Institusi yang Paling Banyak Dilaporkan, Kepolisian Kerap Abaikan Masukan Komnas HAM

Redaksi oleh Redaksi
30 Juni 2020
A A
Polisi mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepolisian menjadi institusi yang paling banyak dilaporkan dalam kasus pelanggaran hukum, dan sayangnya, institusi tersebut terkesan tidak menunjukkan keseriusan dalam menanggapi laporan tersebut.

Dalam perkara pelanggaran hukum, utamanya dalam hal tindakan represif, belum ada yang bisa mengalahkan polisi. Setidaknya, itulah data yang tercatat oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Menurut Ketua YLBHI , Asfinawati, Kepolisian memang masih menjadi lembaga yang paling banyak dilaporkan.

Hal tersebut senada dengan temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Berdasarkan catatan yang masuk ke database Komnas HAM, sepanjang tahun 2019, Kepolisian menjadi instansi yang paling banyak diadukan oleh masyarakat utamanya terkait dengan proses hukum tidak sesuai hingga kekerasan serta penyiksaan.

Total ada 744 aduan yang melibatkan institusi kepolisian yang masuk.

“Pokok aduan berdasarkan klarifikasi terpadu. Polri paling banyak dilaporkan ke Komnas HAM sebanyak 744,” terang Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin dalam konferensi pers awal bulan lalu.

Komnas HAM menyebut kepolisian kerap melakukan tindak kekerasan, kriminalisasi, juga lambat dalam menangani kasus. Komnas HAM juga menyebut kepolisian kerap melakukan aksi kekerasan terhadap peserta aksi menyampaikan pendapat di muka umum. Termasuk salah satu yang paling disorot aksi demonstrasi pada 21-31 Mei 2019 lalu.

Komnas HAM pun telah mengirimkan sejumlah rekomendasi agar kepolisian segera menyelesaikan 744 perkara aduan yang yang melibatkan institusi tersebut.

Kendari demikian, kepolisian dinilai belum menunjukkan upaya yang serius dalam menyelesaikan sejumlah perjara aduan yang masuk.

Hel tersebut disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

“Rekomendasi tersebut diabaikan. Ada pembiaran,” Terang Beka kepada Tempo. “Saya nggak mau memberi atribusi sebagai lembaga terburuk, tapi faktanya memang polisi menjadi pihak teradu yang paling banyak di Komnas HAM.”

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian, Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi berbagai rekomendasi yang diberikan kepada institusinya. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya senantiasa diawasi oleh pengawas eksternal.

“Ada pengawas eksternal yang selama ini juga ikut melakukan pengawasan terhadap Polri.”

Ah, polisi memang suka begitu, diawasin tapi nggak pernah diapa-apain. Nggak jauh beda sama polisi tidur. Cuma diawasin, trus dilewatin aja. Nggak pernah dibongkar. Hehehe.

Iklan

polisi

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2020 oleh

Tags: komnas HAMPolisi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Mendalam

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.