Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Tinggal Serumah dengan Hantu Pohon Pisang

Redaksi oleh Redaksi
15 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rumah keluarga peninggalan nenek ini ternyata menyimpan misteri. Bersama Ibu, aku menemukan pengalaman berdampingan dengan hantu pohon pisang.

Cerita ini bermula dari sebuah foto. Kami sekeluarga punya sebuah pohon pisang di halaman kebun rumah. Rasanya tak ada yang aneh dari pohon pisang, hingga kami memutuskan berfoto bersama di dekatnya saat merayakan tahun baru tengah malam.

Dari hasil foto di laptop, kami melihat foto tadi bukan cuma menangkap wajah kami, tapi juga beberapa orbs.

Kami—aku dan banyak sekali adik sepupu yang sedang berkunjung—mulai berspekulasi. Soalnya, kami pernah dengar bahwa foto yang memiliki banyak orbs menunjukkan ada makhluk halus bersembunyi.

Karena penasaran, aku mencoba men-zoom file foto tadi. Mungkin karena terlalu gelap atau aku sudah mengantuk, aku tidak menemukan apa pun. Tapi, tiba-tiba, seorang sepupu kami nyeletuk,

“Itu, Mbak, di bawah daun yang itu. Deket batang pisang yang itu. Ih, hantu pohon pisang!” sembari menunjuk ke titik orbs yang agak samar.

Dan benar saja, ada sesuatu yang membentuk wajah. Matanya hitam, rambutnya panjang, dan aku tak bisa melihat badannya. Laptop langsung kumatikan mendadak.

Tapi, sejak hari itu, aku seperti “berkenalan” dengan hantu pohon pisang tadi, padahal sudah tinggal di rumah peninggalan nenek ini cukup lama.

Suatu hari, paman kami datang ke rumah. Dia adalah adik dari Ibu yang tinggal jauh di Kalimantan dan sudah lama tidak pulang ke Cianjur, tempat tinggal kami. Mulanya semua biasa saja—kami melepas rindu sebagaimana mestinya.

Namun dalam beberapa hari selanjutnya, Paman selalu tampak pucat dan khawatir. Kadang, dia bahkan memilih untuk merokok di ruang tamu, alih-alih di kebun yang udaranya lebih segar.

Saat kami pergi berjalan-jalan ke luar rumah, aku menanyakan padanya apa ada sesuatu yang salah. Akhirnya, Paman berkata jujur,

“Pohon pisang di luar itu, kenapa selalu kelihatan ada perempuan, ya? Kamu pernah lihat hantu pohon pisang itu? Setiap kali aku mau merokok, rasa-rasanya seperti dipelototi.”

“Itu memang penunggunya, Paman,” jawabku enteng. Paman terkejut, lalu berkata, “Sudah Paman duga. Mana dia sukanya ngikutin kamu sama ibumu, pula.”

“Hah?” giliran aku yang kaget. Paman menjelaskan bahwa si penunggu ini agaknya punya kegemaran khusus pada Ibu dan aku karena kerapa mengikuti kami ke mana-mana saat di rumah.

Iklan

Ngomong-ngomong soal Ibu, kurasa Paman benar. Ibu sering sekali “digoda” si penunggu rumah alias hantu pohon pisang ini.

Pernah, kamar mandi kami tertutup rapat. Kata Ibu, dia mendengar suara air gebyar-gebyur dan lampunya menyala. Karena tadinya Ibu mau masuk ke dalam, Ibu memastikan dengan bertanya, “Da, kamu di dalam?”

“Da” di situ maksudnya adalah Ida, namaku.

“Hmmm!” sebuah suara terdengar dari dalam. Suara perempuan dan cukup nyaring. Ibu yakin itu adalah suaraku.

Lima menit kemudian, aku baru bangun tidur dan berniat buang air. Ibu kaget saat melihatku keluar dari kamar. “Loh, kamu bukannya sudah di kamar mandi?”

Aku tidak menjawabnya karena kebingungan. Di rumah, kami saat itu cuma berdua karena Ayah sedang pergi. Terus, siapa dong yang tadi menjawab Ibu?! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2019 oleh

Tags: cerita hororhantu pohon pisangorbsrumah angker
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya.MOJOK.CO
Ragam

Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya

14 Januari 2025
Sunardi Hilang Diculik Genderuwo MOJOK.CO
Malam Jumat

Sunardi Hilang Diculik Genderuwo

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.