Ukraina vs Makedonia Utara: Kayak Rivalitas '2 Mas-mas Biasa Aja', Rivalitas Nggak Penting MOJOK.CO
Ukraina vs Makedonia Utara: Kayak Rivalitas '2 Mas-mas Biasa Aja', Rivalitas Nggak Penting MOJOK.CO

Ukraina vs Makedonia Utara: Kayak Rivalitas ‘2 Mas-mas Biasa Aja’, Rivalitas Nggak Penting

MOJOK.COEuro 2020 Grup C | Ukraina vs Makedonia Utara | Laga yang mungkin tak menyedot atensi. Namun, laga ini menyimpan potensi laga yang menarik.

Harri Rahmad Fadil: “Laga yang tak mungkin tak diminati, tapi menyimpan potensi.”

Baik Ukraina dan Makedonia Utara sama-sama tak difavoritkan di laga pertama mereka. Dan benar, Ukraina kalah tipis 2-3 dari Belanda, sementara Makedonia Utara keok 1-3 menghadapi Austria.

Untuk nanti, Makedonia Utara yang tidak diunggulkan. Dilihat dari pengalaman tampil di turnamen besar saja, Makedonia Utara sudah kalah jauh dari Ukraina. Ditinjau dari kualitas tim, mereka juga kalah telak. Sepertinya mereka cuma unggul di beban saja, deh. Stole Dimitrievski dkk., tampil tanpa beban di Euro 2020 ini. Bisa menang syukur, enggak menang juga nggak papa.

Dan tampaknya duel ini nanti menjadi duel yang kurang dianggap oleh banyak orang. Apakah Anda yakin ingin meluangkan waktu di jam prime time untuk menyaksikan pertarungan sengit antara Sergiy Kryvtsov melawan Aleksandar Trajkovski, hem?


Menjadi tak dianggap itu kadang rasanya tidak menyenangkan. Saya pernah mengalaminya semasa awal-awal kuliah dahulu. Jadi, ya, saya punya kawan baik di kelas. Sebut saja namanya Samsul. Samsul ini wajahnya masyaallah ganteng banget.

Saya dan Samsul ke mana-mana sering bareng. Di kelas bareng, ke tempat makan bareng, sampai ke masjid kampus juga bareng. Sudah ganteng, lima waktunya rajin pula. Luar biosfer memang si Samsul ini.

Baca juga:  Weton Minggu Kliwon Untungkan Inggris untuk Redam Determinasi Balkan Kroasia di Grup D Euro 2020

Jadi pernah saat saya sedang jalan berdua dengan Samsul di dalam kampus, kami berpapasan dengan teman sekelas kami, cewek-cewek. Samsul disapa, sedangkan saya dianggurin.

Begitu Samsul tidak masuk kuliah, baru saya dicari-cari untuk sekadar menanyakan kabar si Samsul. Saya jadi berpikir, apakah ketampanan si Samsul bikin saya jadi tidak kasatmata, ya, di mata cewek-cewek saat saya sedang bersama Samsul?

Tim-tim yang tak dianggap seperti Ukraina dan Makedonia Utara biasanya mengalami hal yang serupa seperti saya. Begitu ada yang butuh bantuan, barulah mereka dicari-cari. Dasar manusia, datang kalau ada butuhnya doang!

Biar saja kalau memang tidak banyak yang peduli terhadap laga ini. Siapa tahu dengan minimnya sorotan, kedua tim bisa tampil lepas dan menghadirkan penampilan yang menghibur dengan tercipta banyak gol. Semoga saja, ya.

Alif Nasrulloh: “Harus menang di bawah semangat romantisme sejarah.”

Iya saya tahu, Makedonia Utara di pertandingan kemarin dikalahkan dengan sangat sadis pakai banget oleh Austria. But, you know, saya nggak merasa gimana-gimana gitu. Iyalah, wong saya nothing to lose sedari awal mendapatkan “anugerah” sebagai pundit Makedonia Utara. Kalau menang, ya, mantap tapi kalau kalah memang wajar.

Tapi, kalau boleh jujur, rasanya melihat pertandingan kemarin sangat bikin jantung berdetak lebih kencang. Asli. Seperti menonton Manchester United saat melawan tim kecil. Kayaknya, Makedonia Utara itu sangat ingin mencontoh MU yang sangat jago dalam melibas lawan raksasa tapi cemen lawan tim kecil. Iya, saya masih menganggap Austria itu timnas kecil. Nggak terima? Nggak peduli juga.

Baca juga:  Bukayo Saka, Little Chilli, dan Pemain Senior Arsenal yang Dipermalukan

Yah, untuk mengobati lagi sisa-sisa keikhlasan dari menonton Makedonia Utara yang amat pedih itu saya kembalikan googling kembali soal Makedonia Utara. Kok masih googling? Ya iyalah, wong saya nggak tahu banyak soal Makedonia Utara.

Satu-satunya hal yang saya ketahui, tidak dari Google sebetulnya, Makedonia Utara pernah memilikinya masa jaya dengan bentang wilayah kekuasaan yang luas di bawah nama raja bernama Alexander The Great. Tapi itu dulu sekali, sekarang sisa-sisanya hampir tidak ada dan cuma menjadi sejarah saja. Panji Makedonia Utara sebenarnya bisa mengulang kejayaan itu, tidak dengan invasi dalam militer tentu saja, melainkan lewat sepak bola.

Pertemuan selanjutnya melawan Ukraina yang sama-sama baru dipecundangi harusnya bisa menjadi langkah untuk menancapkan taji kembali. Walau saya tetap pesimis, setidaknya dalam pertemuan kali ini seharusnya lebih diunggulkan ketimbang Ukraina.

Pertama, lima pertandingan terakhir masing-masing negara masih unggul Makedonia Utara yang lebih banyak menangnya. Kedua, Ukraina itu kalah sama tim besar yang pasti mental mereka breakdance abis. Makedonia Utara masih bisa santai, cuma kalah dari timnas kecil.

Dengan membawa semangat romantisme sejarah di bawah nama Alexander The Great, tim ini harus melibas Ukraina dengan pasti. Mau tidak mau, ya, harus mau. Tidak peduli pelatihnya adalah Andriy Shevchenko yang sungguh sangat keren saat dulu saya bermain Winning Eleven di PS 1. Kalau misalnya masih kalah, ya, embung aing nulis deui lamun Makedonia Utara eleh. Iyalah, kalau kalah kagak ada kesempatan lolos ai maneh.

BACA JUGA Italia Itu Kayak Kamu: Satu-satunya dan Tiada Duanya. Swiss? Nggak Ada Mental Petarung dan ulasan Euro 2020 lainnya.