Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Jerman dan Mesin yang Mulai Panas, Bakal Makin Kuat di 16 Besar

Redaksi oleh Redaksi
23 Juni 2021
A A
Jerman MOJOK.CO

Jerman MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Euro 2020 Grup F | Jerman vs Hungaria | Demi memanaskan mesin, Jerman perlu menang dengan nyaman. Demi 16 besar yang sudah di depan mata.

Apet: “Jerman harus menang meyakinkan ketika hadapi Hungaria.”

Memorabilia puing-puing tersohornya The Magical Magyars sebagai tim hebat agaknya sudah hilang dari peradaban kontemporer. Masa kejayaan Hungaria dari pada medio 1950 hingga 1956 hanya tersisa kenangannya saja. Ya, minimal dengan nama Ferenc Puskas sebagai penyerang terbaik Hungaria saat itu diabadikan sebagai nama penghargaan goal of the years dari FIFA.

Selepas itu, sepak bola juga cuma naik turun, walau lebih banyak turunnya. Di Euro 2020, Hungaria yang cuma tim “kemarin sore” memang sudah sedari awal kena nasib buruk. Dibanding pendahulunya, jika harus ditandingkan dengan tiga negara lain di Grup F, saat ini Hungaria juga cuma remahan rempeyek. Renyah sekali untuk dikunyah.

Satu-satunya hal yang bisa dibanggakan Hungaria hanyalah memori kehebatan The Magical Magyars sebagai kesebelasan peringkat pertama All-time highest ratings national team berdasarkan Elo Rating System dengan 2230 poin tahun 1954. Selepas itu, ya, cuma medioker kelas bawah.

Kalau mau yang paling baru, paling yang bisa dibanggakan hanyalah stadion mereka yang penuh sesak. Pun kalau itu bisa dimasukkan dalam kategori “prestasi”.

Setengah dekade berlalu, kalau prestasi usang tadi dibandingkan dengan Jerman yang punya rekor minimal selalu menembus semifinal, saran saya mending Hungaria mawas diri dalam laga ini. Mbok, yasudah. Beri saja tiga poinnya ke Jerman. Daripada berjuang untuk lolos, setelah itu kalah lagi ya buat apa?

Sudah tahu, kalau di grup ini jadi kurcaci, daripada mencoba untuk berjuang tapi ujung-ujungnya kalah juga seperti ikut benteng takeshi buat apa. Selalu ada jalan memang. Tapi, jalannya kan nggak harus selalu menang. Bisa saja kan untuk segera pulang.

Mahir Pradana: “Realita indah setelah trauma Keajaiban Bern.”

Hungaria akan menjalani laga terakhirnya di Grup F Euro 2020. Pasukan Marco Rossi ini memang membuat kejutan dengan menahan imbang Prancis 1-1 di laga kedua. Namun, orang waras mana pun pasti tak akan berani menjagokan mereka menang atas Jerman, terutama setelah melihat performa spektakuler Thumas Mueller dkk., ketika menghajar juara bertahan Portugal 4-2.

Laga Hungaria dan Jerman di masa modern ini memang pasti akan selalu menyisakan kesan berat sebelah. Sejarah mencatat kemenangan terakhir tim Magyar atas Die Mannschaft terjadi pada 2004, itu pun hanya di laga uji coba. Namun, andai membahas topik ini pada dekade 1950-an, pasti kita membicarakan dua tim yang berkekuatan nyaris setara.

Saat itu, Hungaria memang tim kuat di Eropa, bahkan dunia, selama setengah abad ke-20. Nama-nama Ferenc Puskas, Sandor Kocsis, dan idola para hipster sepak bola, Nandor Hidegkuti, adalah jaminan kedigdayaan. Kemenangan 4-2 atas Brazil dan Uruguay di babak-babak sebelumnya membuat mereka diunggulkan menjadi juara Piala Dunia 1954. Namun, Puskas dkk menyerah 2-3 kepada Jerman Barat di laga final, padahal mereka telah membantai habis tim itu di babak penyisihan dengan skor 8-3. Laga final yang berlangsung di kota Bern, Swiss, itu akhirnya dikenang sebagai ‘Keajaiban Bern’.

Saya jadi teringat salah satu serial favorit saya, ‘The Man in the High Castle’. Serial produksi Amazon Prime yang disadur dari novel Phillip K. Dick ini menceritakan dunia alternatif di mana Nazi memenangi Perang Dunia II, sehingga seluruh dunia pun berada di bawah cengkeraman Jerman. Serial ini membuat saya membayangkan realita alternatif: bagaimana jika seandainya Keajaiban Bern tak pernah terjadi?

Yang pertama, Hungaria pasti tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pemenang Piala Dunia. Namun pertanyaan pengandaian yang paling penting, bisakah negara ini bisa jadi salah satu kekuatan utama di sepak bola dunia menyaingi Jerman? Padahal Hungaria tak pernah berhenti melahirkan talenta-talenta hebat, setelah era Puskas dkk berakhir. Sepak bola Eropa telah diwarnai talenta mendiang Miklos Feher, captain fantastic Balázs Dzsudzsák, hingga penjaga gawang yang selalu percaya diri dengan gaya fashion uniknya, Gabor Kiraly. Lantas, kenapa sepak bola Hungaria seolah tertidur selama lima dekade lebih setelah Keajaiban Bern?

Yakinlah, orang Hungaria pun akan bingung menjawab pertanyaan itu. Bahkan mungkin mereka tidak mau ambil pusing, mengingat era kehebatan Puskas dkk sudah terlalu klasik untuk dikenang, dan sebagian besar dari warga Hungaria belum lahir pada saat itu. Toh, Euro 2020 sudah menjadi kenangan manis, mengingat mereka mencapainya setelah melewati kemenangan dramatis di laga play-off melawan Islandia. Turnamen ini juga menjadi lanjutan mimpi indah Euro 2016 ketika mereka sukses melaju ke babak 16 besar.

Jadi, apa pun hasil laga terakhir Hungaria melawan Jerman di partai terakhir grup F Euro 2020, warga Hungaria pasti sudah memiliki realita indah baru untuk dikenang selama beberapa generasi ke depan. Apalagi jika Adam Szalai dkk sukses membungkam Jerman, mereka tak perlu lagi tenggelam dalam trauma Keajaiban Bern.

Iklan

BACA JUGA Portugal vs Prancis: Dendam 2016 dan Usaha Menyumpal Mulut Mourinho dan ulasan Euro 2020 lainnya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2021 oleh

Tags: euro 2020hungariajerman
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
kulturpass untuk anak muda di jerman mojok.co
Sosial

3 Negara Ini Ngongkosin Anak Mudanya untuk Nonton Konser, Film, dan Beli Buku. Indonesia Kapan?

1 Agustus 2023
Prancis vs Maroko MOJOK.CO
Esai

Prancis vs Maroko: Tentang Narasi Politik yang Harus Tunduk di Hadapan Sepak Bola

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.