Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru

Redaksi oleh Redaksi
17 Juni 2021
A A
Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru MOJOK.CO

Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Euro 2020 Grup B | Denmark vs Belgia | Laga yang diperuntukkan untuk kesembuhan Christian Eriksen. Laga yang seru, sekaligus haru.

Addin: “Mari haturkan doa baik untuk kesembuhan Christian Eriksen.”

Selepas insiden Christian Eriksen dan kekalahan atas Finlandia, motivasi berbeda akan dibawa oleh skuat Denmark kala bersua Belgia. Tidak seperti laga pada umumnya yang hanya mengincar kemenangan pada hasil akhir, laga ini sarat akan beragam pesan.

Pesan pertama tentu akan ditujukan kepada Eriksen.

Bahwa skuat Denmark akan main habis-habisan dan mempersembahkan kemenangan baginya. Kemenangan ini setidaknya bisa memberi suntikan moril atas proses kesembuhannya.

Kedua, pesan kepada UEFA.

Seperti yang diketahui, ketika insiden serangan jantung yang menimpa Eriksen terjadi, pertandingan sempat terhenti. Alih-alih menunda, UEFA justru memberikan opsi pertandingan dilanjutkan saat itu atau sehari setelahnya. UEFA memang brengsek!

Denmark akan menunjukkan, meskipun UEFA memang brengsek, mereka akan mengerahkan segala kemampuan yang ada. Mereka tidak akan meminta belas kasih kepada UEFA.

Pesan ketiga dan ini yang cukup penting, adalah kepada seluruh pemimpin di dunia. Bahwa mereka harusnya belajar dari apa yang dilakukan oleh Simon Kjaer.

Pada pertandingan perdana kemarin, Kjaer mengajak rekan-rekannya untuk bergandengan tangan membentuk lingkaran tatkala Eriksen sedang dirawat di tengah lapangan. Bersama Schemeichel, Kjaer juga menenangkan istri Eriksen. Dua contoh keteladanan yang patut ditiru.

Di tengah masa pandemi yang serba ruwet ini, tolong dong sebagai pemimpin beri contoh baik. Beri ketenangan dan jangan mencla-mencle.

Ketika ada musibah menimpa, ya ajak setiap orang untuk gotong royong. Bahu membahu mengentasi musibah yang terjadi. Jangan malah nyari keuntungan dari musibah yang ada. Ngambil dana bansos misal.

Cara Kjaer menenangkan istri Eriksen ini juga mbokya diteladani. Jangan malah bermuka dua. Seakan-akan menenangkan tapi di sisi lain membuat khawatir. Mirip larangan mudik, tapi wisata boleh. Hashmoot.

Dan yang terakhir adalah pesan untuk sang lawan, Belgia. Oke mereka menang di laga melawan Rusia. Itu ya karena lawannya Rusia. Melawan Denmark tidak akan semudah itu. Kekuatan, motivasi, dan keyakinan Denmark akan berlipat ganda.

Lebih-lebih, Denmark memiliki sebuah spirit yang disadur dari pemilik baru sebuah klub, Kaesang Pangarep, bahwa, “Menang lawan Belgia Harga Mati!”

Iklan

Gusti Aditya: “Menang untuk lolos dan gol Lukaku untuk Eriksen.”

Laga antara Denmark kontra Finlandia pada Sabtu (12/6) kemarin, pada kenyataannya, menunjukkan bahwa sepak bola melepaskan diri dari unsur pertunjukan. Lepas pula dari unsur apa itu yang namanya permainan.

Sepak bola, dalam lansekap kecil pertandingan yang dihelat di Stadion Parken, Kopenhagen, Denmark, ini adalah sudut pandang kemanusiaan. Ya, kemanusiaan, yang barangkali, terminologi penting yang terus dikaji oleh keturunan Adam selama ini.

Berangkat dari pertanyaan, “Apa itu kemanusiaan?” seperti apa yang sering diberondong oleh kaum humanisme, terjawab sudah pada laga malam itu. Tindakan heroik Simon Kjær, pun tindakan suportif Finlandia, baik itu pemain maupun suporter yang hadir, dan Joel Pohjanpalo yang memilih tidak berselebrasi setelah cetak gol adalah sebuah hal yang menegaskan bahwa sepak bola nggak hanya perihal rivalitas dan kemenangan melulu.

Semua bergandengan tangan, menutup Christian Eriksen yang tengah kolaps dari kejar-kejaran kamera si pemilik hak siar. Semua berdoa, tanpa memandang dari bahasa apa doa itu berhulu, pun bermuara. Sementara itu, jauh nun di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, Lukaku dalam golnya kontra Russia berteriak, “Chris, Chris, I love you!”

Ya, 3-0, Russia! 3-0!

Tentu saja Eriksen tak ingin melihat kesedihan yang berlarut dalam helatan Euro 2020. Dia, dalam rehat, sembari menunggu pulih, ingin melihat Kjaer dan kolega memberikan perlawanan melawan Setan Merah, Belgia. Ya, malam nanti (17/6), Belgia akan bertanding melawan Denmark.

“Satu jendral yang sudah tidak bisa perang, jika dia hanya datang ke medan laga, akan banyak berpengaruh terhadap mental satu kompi pasukan,” begitu kata Jenderal Ou Ki kepada Shin dalam manga Kindom.

Begitu pula apa yang terjadi kepada Denmark saat ini. Walau Eriksen tak ada sebagai jendral lapangan tengah Denmark, namun semangatnya akan terus tersebar layaknya biji-biji, disemai menjadi api. Semangat yang akan terus menari-nari, lawan kekuatan absolut Belgia juga mereka nggak peduli.

Saya tentu ingin bingkisan terbaik untuk Eriksen malam nanti terjadi. Bingkisan dalam bentuk kemenangan Denmark, walau posisi saya di sini sebagai pundit Belgia.

Tapi begini, namun kita kudu mawas satu hal, Setan Merah yang ini (Die Roten Teufel) adalah Setan Merah yang asli, bukan Setan Merah KW dari Kabupaten North-West sana yang hobi melawak dan kebanyakan suporternya lucu-lucu seperti bocah-bocah yang baru tumbuh jembut di selangkangannya.

Tulisan ini nggak menggebu-gebu lazimnya tulisan Tekel yang biasanya, ya? Yo ben, ra urusan! Karena pada pertandingan Belgia kontra Denmark nanti, kemenangan Belgia tentu saja mutlak untuk Eriksen, pun gol demi gol Lukaku, diperuntukan untuk kompatriotnya itu di Internazionale.

Poin tiga untuk Belgia, namun kesembuhan Eriksen adalah yang utama. Lekas pulih, Eriksen!

BACA JUGA Ukraina vs Makedonia Utara: Kayak Rivalitas ‘2 Mas-mas Biasa Aja’, Rivalitas Nggak Penting dan ulasan Euro 2020 lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2021 oleh

Tags: belgiadenmarkerikseneuro 2020inter
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kopenhagen Denmark: Anarkisme di Kota Paling Bahagia di Dunia MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Anarkisme Bekerja di Kopenhagen Denmark, Kota yang Katanya Paling Bahagia Sedunia

20 November 2025
partai ai mojok.co
Luar Negeri

Partai Artificial Intelligence Muncul di Denmark, Siap Rebut Kekuatan Ekonomi-Politik Lewat Algoritma

23 Oktober 2022
Video

Vaksin Berbayar Kimia Farma dan Nasib Buruk Petugas Dishub DKI

14 Juli 2021
Italia Juara, Patah Hati Bukayo Saka, Catatan Akhir Euro yang Luar Biasa MOJOK.CO
Balbalan

Italia Juara, Patah Hati Bukayo Saka, Catatan Akhir Euro yang Luar Biasa

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.