Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Nawacita Terhambat RPJMN Era SBY, Nawacita Jilid II Jawabannya!

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Program Nawacita Jokowi tidak dapat berjalan efektif karena dinilai terhambat oleh RPJMN era SBY. Demokrat justru menganggap Jokowi menggunakan Program SBY dan tidak membuat rencana apa-apa.

Dalam pertemuan Sekjen 9 Parpol koalisi pengusung Jokowi untuk Pilpres 2019 di Gedung Juang, Menteng kemarin malam (4/8), selain membahas tentang struktur pemenangan, ikut dibahas pula mengenai evaluasi program kerja, khususnya mewujudkan Nawacita di Indonesia.

PDIP menganggap Jokowi kesulitan dalam menjalankan visi dan misinya, khususnya terkait Nawacita. Sehingga Nawacita ini berjalan secara kurang maksimal dan efektif.

Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP mengungkapkan, hal ini karena terhambat oleh Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

RPJMN sendiri merupakan perencanaan pembangunan nasional untuk periode lima tahun. Yang merupakan penjabaran visi, misi, dan program presiden. RPJMN ini menjadi pedoman pemerintah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah.

Sebentar, kok RPJMN SBY bisa menghambat Nawacita toh, Pak? Apa nggak dicek dulu sebelum bikin program waktu itu?

Tentu saja pernyataan Hasto tersebut dinilai Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik, salah. Menurut Rachland, pernyataan tersebut justru menandakan bahwa Jokowi menggunakan Program SBY dan tidak membuat rencana apa-apa.

Pasalnya bagaimana mungkin RPJMN SBY menjadi program 5 tahun Jokowi? Jika hal ini benar, maka MPR, DPR, dan DPD perlu membuat sidang darurat dan meminta pertanggungjawaban Presiden yang tidak membuat rencana pembangunan.

Selain itu, Wasekjen Demokrat lainnya, Andi Arief, mengungkapkan pernyataan Hasto sangat tidak berdasar, rancu, dan naïf. Hasto seperti tidak mengetahui proses serta tahapan kenegaraan dalam perspektif perencanaan nasional dan daerah.

Andi menjelaskan, saat pergantian pemerintah, Menteri PPN/Bappenas saat itu, Andrinov Chaniago, mulai menyusun RPJMN 2015-2019. Hal ini telah dipadukan dengan Nawacita Jokowi ke dalam draft yang dirumuskan. Akhirnya Jokowi menerbitkan PP No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN Tahun 2015-2019, yang ditetapkan pada 9 Januari 2015.

Sedangkan RPJMN SBY ini menjadi rencana jangka panjang pemerintah Indonesia. Pemerintahan SBY hanya melaksanakan amanat UU No. 17 Tahun 2017, bahwa tujuan jangka panjang dilaksanakan dari pemerintah ke pemerintah sebagai satu kesatuan perencanaan.

Pemerintahan SBY saat itu memang bertugas menyusun Draft Rancangan Teknokratik RPJMN 2015-2019. Rancangan ini dirumuskan oleh Kementrian PPN/Bappenas yang berakhir pada 20 Oktober 2014. Nah, saat ini, Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brojonegoro sedang mempersiapkan Rancangan Teknokratik RPJMN tahun 2020-2024. Yang akan digunakan oleh pemerintahan baru hasil Pilpres 2019.

Dalam pertemuan tersebut, partai koalisi juga mengagendakan akan membahas lebih lanjut tentang penyusunan Nawacita jilid II dengan mempertajam kerja sama antarpartai politik untuk menghadirkan tata pemerintahan yang lebih efektif.

Selain itu, ada beberapa persoalan bangsa lainnya yang juga perlu dijawab dengan Nawacita jilid II. Hasto yakin Nawacita jilid II ini akan berjalan lebih maksimal. Pasalnya RPJMN nantinya dapat disusun oleh Jokowi dan koalisinya juga memiliki kekuatan yang cukup di legislatif. Sehingga, visi Indonesia sampai 2045 akan lebih berkesinambungan dengan Nawacita.

Iklan

Waduh, beneran harus nunggu Nawacita jilid II dulu nih? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2018 oleh

Tags: demokratjokowinawacitapdipPemilu 2019Pilpres 2019program pembangunanprogram pemerintahrpjmnsby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Aktual

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.