Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Koalisi Indonesia Adil Makmur Milik Kubu Prabowo Dianggap Jadul oleh Timses Jokowi

Redaksi oleh Redaksi
19 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kubu Prabowo akhirnya mengumumkan nama koalisinya untuk berlaga pada Pilpres mendatang. Nama koalisi Indonesia Adil Makmur yang mereka pilih, dianggap jadul oleh Timses Jokowi.

Sejak awal Agustus, kubu Jokowi sudah mantap dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) nya. Kini giliran kubu Prabowo yang meluncurkan nama koalisi mereka. Akhirnya pada Selasa (18/9) malam kemarin di kediaman Prabowo Subianto, nama tersebut diluncurkan. Koalisi Indonesia Adil Makmur terpilih menjadi nama koalisi pasangan Prabowo-Sandiaga.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani menjelaskan, nama koalisi tersebut disepakati karena melihat masalah Indonesia saat ini adalah adanya ketidakadilan, ketimpangan hukum dan sosial. Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi sebagai petahana memiliki permasalahan tersebut. Sehingga, dengan tagline ‘Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi’ mereka ingin mewujudkan keadilan kemakmuran bangsa dan negara.

Oalah, jadi pemilihan nama koalisi tersebut adalah untuk menyerang mengkritisi pemerintahan Jokowi, ya? Wokeee, siap, lanjutkan!

Ketua Timses koalisi ini adalah Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Sedangkan untuk struktur resmi Timses, akan diumumkan pada Kamis (20/9) besok. Begitu pula dengan visi dan misi Prabowo-Sandiaga yang saat ini masih dalam pematangan. Yang jelas, para kepala daerah yang diusung oleh parpol koalisi Prabowo, tidak akan dimasukkan ke dalam Timses.

Sementara itu, menanggapi nama koalisi kubu Prabowo yang sudah ada, Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Ma’ruf Amin, justru meledek nama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tersebut. Menurut Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni, nama tersebut dinilai ketinggalan zaman.

“Nama koalisi Prabowo-Sandi, Koalisi Adil dan Makmur, sangat jadul (jaman dulu). Terdengar seperti penataran 4P pada masa orde baru.”

Toni tidak yakin jika sebutan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tersebut akan hear catching bagi kaum milenial karena masih terlalu abstrak dan tidak kongkret. “Apa itu adil? Adil buat siapa? Makmur buat Prabowo dan Sandi sebagai orang kaya?”

Toni berdalih, bahwa nama koalisi kubu Jokowi yakni Koalisi Indonesia Kerja lebih dapat diterima kaum milenial, sebab lebih mudah dipahami dan lebih kongkret. Nama Koalisi Indonesia Kerja dipilih karena politik Jokowi ada politik kerja. Berkeringat dan berpeluh-peluh ikhlas mengabdi pada rakyat.

Sementara itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahean mengungkapkan bahwa pernyataan Toni tersebut terlalu genit dalam politik dan mengomentari hal-hal yang tidak jelas.

Ferdinand menanyakan apa bahasa yang tepat untuk menggaet kaum milenial. Pasalnya masalah bahasa milenial ini tidak ada tolak ukur yang jelas. Ia juga mempertanyakan apakah kata yang dapat menggantikan kalimat ‘adil makmur’ adalah ‘Indonesia Kece, Bro?’

Oleh karena itu, Ferdinand meminta Toni untuk belajar lagi agar Sekjen PSI tersebut lebih memberikan komentar yang berbobot, tidak sekedar nyinyiran belaka.

Iya sih. Sudahlah para Timsesnya Jokowi, kalau memang nama koalisi tersebut terdengar kurang kongkret, jadul bagi milenial, dan sebagainya, dan sebagainya. Ya sudah. Tidak perlu mengejek begitu, apalagi kalau ngejeknya dangkal banget . Sudah, cukupkan saling nyinyirnya. Ayo sibuk kerja aja~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 19 September 2018 oleh

Tags: Djoko SantosojokowiKoalisi Indonesia Adil MakmurKoalisi Indonesia KerjaPrabowo SubiantoSandiaga Unotimses jokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

5 Maret 2026

Video Terbaru

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.