• 114
    Shares

MOJOK.CO Ketua timses Prabowo, Djoko Santoso, dan calon ketua timses Jokowi, Erick Thohir: sebuah perbandingan.

Nama Erick Thohir mendadak jadi perbincangan hangat, menyusul kabar yang menyebutkan dirinya sebagai kandidat kuat ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Berita ini sontak mengingatkan kita semua pada Djoko Santoso yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai ketua timses Prabowo-Sandi.

Lantas, bagaimana head to head potensi kesuksesan kedua tokoh ini?

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari menegaskan pendapatnya, “Dia masih muda, jadi istilahnya dia ini rising star, begitu. Jadi, kalau (ada) kategorinya, dia itu pemimpin sunrise. Sementara, kalau Pak Djoko ini sudah mantan, purnawirawan. Jadi, kategorinya bukan rising star lagi, masa keemasannya sudah lewat. Pak Djoko ini kategorinya pemimpin sunset-lah. Sudah selesai momennya.”

Berbeda dengan pendapat Qodari di atas, banyak pihak meyakini kekuatan politik Djoko Santoso unggul jauh di atas Erick Thohir. Pasalnya, Djoko Santoso sudah lebih dulu berpengalaman di dunia politik dan meraup banyak dukungan dari parpol penguasa.

Kalau begitu, apakah Erick tidak memiliki kesempatan sebesar Djoko? Tidak juga. Banyak pihak meyakini Erick berpotensi menyaingi nama Djoko Santoso jika seluruh partai dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan dukungan tanpa syarat.

Masalahnya, latar belakang Erick Thohir sebagai pengusaha ternyata cukup memengaruhi hal ini dan menjadi permasalahan baru. Kenapa, gitu?

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno menyebutkan bahwa dunia usaha dan politik adalah dua hal yang berbeda. Lebih lanjut, ia menegaskan, “Bahkan dengan kemampuan sukses di bidang usaha, (ia) belum tentu bisa menstabilkan dinamika koalisi di internal. Beda dinamika yang harus mereka jalani, medan tempur yang harus ditaklukkan (di dunia politik) juga berbeda dengan dunia usaha.”

Baca juga:  Penolakan Abdul Somad dan Jalan Terjal Prabowo

Dengan demikian, menurut Adi, jika Erick Thohir tidak memiliki backup politik yang kuat, ia bisa saja rentan terhadap perlawanan dari koalisi itu sendiri. Hal ini jelas berbeda dengan Djoko Santoso yang berasal dari militer dengan latar belakang politik.

Namun demikian, ditunjuknya Erick Thohir sebagai kandidat ketua timses Jokowi ternyata telah melalui pertimbangan penting, yaitu: pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin punya kelemahan karena tampak sangat tidak milenial dari segi usia! Padahal, kaum milenial yang akan menjadi pemilih berjumlah cukup banyak dan mereka cenderung memilih sosok yang relate dengan mereka.

Maka, untuk itulah, Erick Thohir dipilih oleh koalisi. Pasalnya, ia dianggap mampu mewakili image kaum milenial, apalagi ia baru saja sukses membawa Asian Games 2018 sebagai gelaran tak terlupakan lewat posisinya sebagai Ketua Panitia Pelaksana (INASGOC). Ditambah dengan latar belakang wirausaha yang sukses, Erick disebut-sebut sebagai idola kids zaman now.

Nah, hal inilah yang tidak dimiliki Djoko Santoso, si pemimpin sunset. Dari segi usia dan ke-milenial-an, ia memang kalah telak dari Erick Thohir.

Eh, tapi tunggu dulu. Perlu diingat, meski tak milenial, Djoko Santoso bisa jadi milenial dengan sendirinya. Ingat, kan, betapa ia punya Sandiaga Uno di belakangnya? Lagi pula, siapa sih yang bisa mengalahkan ke-milenial-an Sandiaga, yang juga menasbihkan AHY—orang di dalam koalisinya—sebagai idola milenial?

Baca juga:  Usai Pilkada Serentak 2018, Panasnya Tahun Politik 2019 Langsung Dimulai

Tapi, yah, kenapa kita harus pusing-pusing memikirkan Erick Thohir sekarang? Jokowi sendiri telah memastikan bahwa nama ketua timsesnya bakal diumumkan besok sore (7/9). Jadi, mari kita tunggu bersama-sama, mylov~  (A/K)