Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Selain Fitnah, Ini 4 Alasan Kader PKS Se-Bali Mengundurkan Diri

Redaksi oleh Redaksi
29 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aroma konflik dan nuansa perpecahan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera semakin tajam tercium. DPW PKS se-Bali ramai-ramai mengundurkan diri.

Setelah beberapa bulan yang lalu terjadi perpecahan di sektor pimpinan, kini kader pun merasakan masalah yang sama. Terakhir, kader PKS se-Bali mengundurkan diri secara massal. Konon, fitnah dan pergantian kepengurusan menjadi penyebabnya.

Iklan

Betul, kamu tak salah membaca, seluruh jajaran DPW PKS Bali seiya sekata untuk resign dari kepengurusan partai. Ada beberapa penyebab aksi mundur ramai-ramai ini yang beredar di media massa. Salah satunya adalah fitnah yang diterima oleh DPW PKS Bali.

Mudjiono, Ketua DPW Bali mengungkapkan fitnah yang menjadi salah satu alasan para kader mundur. “Tanpa tabayun, tanpa konfirmasi, memfitnah ini itu, kita minta klarifikasi, suruh datang nggak mau datang menjelaskan,” ungkap Mudjiono dengan kesal.

Bapak Mudjiono juga membantah dengan keras bahwa DPW PKS Bali menolak kedatangan Presiden PKS hingga soal dukungan para kader kepada Jokowi di Pilpres 2019.

“Ya DPP-lah, dan Presiden PKS juga tahu yang bikin isu kader menolak kedatangan Presiden, padahal nggak. Kita jamu makan enak, ajak touring, kita bayarin. Kita klarifikasi, datang dong ke Bali…Bahkan yang terbaru kita dibikin tidak sepakat dengan pilihan DPP, karena DPP milih Prabowo, kita milih Jokowi. Yang benar sajalah, wong DPP PKS belum ada instruksi ke bawah sampai tanggal 27, belum ada bahwa DPP mendukung Prabowo, ada apa itu kok tanggal segitu sampai hari ini belum ada instruksi. Gitu nuduh kita,” ungkap Mudjiono.

Selain masalah fitnah, Mudjiono juga mengungkapkan 4 alasan lain yang membuat para DPW PKS se-Bali mengundurkan diri.

Alasan pertama, penggantian kepengurusan adalah bentuk otoritarianisme DPP dengan menabrak AD/RT dan persekusi terhadap kader yang ditubuh tidak loyal. Alasan kedua, anti dengan demokrasi, pimpinan menutup pintu dialog dan perbedaan pandangan.

Alasan ketiga, sikap dan tindakan pimpinan berbeda jauh dengan nilai-nilai Islam yang menjadi identitas selama ini. Keempat, pembelahan pimpinan sejak 2016 secara sistemik, konflik, dan pemecatan yang membuat partai kehilangan kekuatannya menjelang Pilpres 2019 nanti.

Mewakili semua kader, Mudjiono mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali atas dukungan selama ini. “Bagi kami, politik adalah sarana menebar kebaikan dan berjuang untuk bangsa, negara, dan agama. Kami akan tetap akan berjuang menebar kebaikan dan amar ma’ruf nahi mungkar bagi masyarakat Bali,” tutup Mudjiono. (yms)

Terakhir diperbarui pada 29 September 2018 oleh

Tags: DPW PKS BalijokowiKader PKS mundurPilpres 2019PKSPKS mendukungPKS pecahprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.