Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Haji Lulung Nyaleg Lewat PAN Saat Belum Mundur dari PPP, Wasekjen PPP Geram

Redaksi oleh Redaksi
19 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Abraham Lunggana alias Haji Lulung dari fraksi PPP bersiap mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari PAN. PPP geram karena yang bersangkutan belum resmi mengundurkan diri.

Setelah tidak terdengar lagi dari lalu lintas pemberitaan soal politik di Indonesia, Abraham Lunggana atau biasa dikenal sebagai Haji Lulung kembali ramai dibicarakan karena berniat maju sebagai calon legislatif DPR RI dari PAN.

Sampai saat ini Haji Lulung merupakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP. Loncatan ini diakui PPP cukup mengejutkan karena Haji Lulung belum memberikan surat resmi pengunduran diri dari partai yang menjadi kendaraan politik untuk maju menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Dengan berpindah ke PAN, Haji Lulung diyakini akan “naik tingkat” dari DPRD DKI Jakarta ke DPR RI.

Hanya saja, PPP menyesalkan Haji Lulung yang tidak memberitahu soal ini ke PPP. “Setiap anggota DPR/DPRD wajib mundur jika menjadi caleg dari parpol lain. Sejauh ini kami belum menerima surat pengunduran dari Lulung. Maka, jika yang bersangkutan tidak mundur, pencalegannya tidak sah dan PPP akan sampaikan surat keberatan ke KPU,” ujar Wasekjen PPP, Achmad Baidowi.

Keberatan ini juga muncul dari Sekjen PPP, Asrul Sani. Menurut Sani, PPP sendiri tidak pernah ingin menghalangi hak warga negara untuk berpindah partai politik. Hanya saja sebagai pejabat negara yang kursi jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD didapatkan dari fraksi PPP, Haji Lulung tidak memberitahu partainya sendiri dalam keputusan sepihak ini.

Asrul Sani juga menyayangkan sikap Haji Lulung yang tidak mau mundur dulu dari PPP untuk mencoba mendaftar sebagai caleg DPR RI dari PAN. “Dia mengundurkan diri saja belum, kemudian berargumentasi ‘saya nanti mundurnya setelah ditetapkan caleg’. Lah kan tidak seperti itu. Untuk menjadi caleg syaratnya kan harus menjadi anggota partai,” terangnya seperti diberitakan detik.com.

Sampai saat ini, Haji Lulung memang mendaftarkan diri sebagai celeg DPR RI dari PAN dengan Dapil Jakarta III. Mengenai keputusannya belum mau mundur dari fraksi PPP karena masih menunggu apakah pendaftarannya nanti lewat PAN mulus atau tidak. Jika lolos sebagai caleg PAN, Haji Lulung berjanji akan mundur dari PPP.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini, masalah internal partai menjadi sebab dia merasa perlu untuk berencana pindah. Salah satu hal yang paling santer adalah mengenai keputusannya mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017. Saat itu, PPP mendukung Agus Harimurti Yudhoyono pada putaran pertama, begitu kalah, PPP memilih dukungannya ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk putaran kedua.

Hal ini jelas berseberangan dengan Haji Lulung yang sudah sejak lama berseteru dengan Ahok mengenai apapun. Terutama pada penganggaran APBD Jakarta yang sempat menimbulkan polemik berkepanjangan sampai membuat kasus ini begitu viral di media massa.

Permintaan mundur dari DPRD menurut juga tidak tepat menurut Lulung. Sebab menurutnya, dirinya menjadi anggota karena dipilih oleh masyarakat Jakarta, bukan oleh PPP. Hal ini yang menurut membuatnya berhak menikmati fasilitas sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

“Sah saya masih gunakan itu. Saya kan masih jaga AD/ART. Tata tertib DPRD pun mengatur itu,” jelas Lulung.

Sebelumnya, Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi menyebut akan menjegal pencalegan Haji Lulung yang dari PAN. Menanggapi hal itu, Haji Lulung balik menyerang partai yang membesarkannya ini.

“Dia nggak ngerti apa-apa. Anak kemarin itu. Baidowi kan anak kemarin,” kata Lulung.

Sebenarnya apa yang dilakoni Haji Lulung sah-sah saja, mengingat dulu Ahok juga pernah keluar dari Partai Gerindra karena berseberangan soal RUU Pemilihan Tidak Langsung yang didukung Partai Gerindra.

Iklan

Saat itu setelah mundur, Ahok diserang oleh banyak kader Gerindra yang memintanya mundur karena pencalonannya sebagai Wakil Gubernur (sebelum menggantikan Jokowi menjadi Gubernur) didukung oleh Gerindra, sehingga ketika Ahok mundur dari Gerindra, menurut versi Gerindra, Ahok juga sebaiknya mundur dari kursi gubernur.

Hanya saja perlu diingat, perpindahan partai Ahok ke PDIP dilakukan setelah Ahok secara resmi mengundurkan diri dari Gerindra. Bukan ketika Ahok masih berstatus sebagai anggota/kader Gerindra. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2018 oleh

Tags: Abraham LungganaahokAnies BaswedanAsrul SaniDPRD DKI Jakartagubernurhaji lulungpilkada DKI Jakarta 2017PPPRUU
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP
Video

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Esai

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap MOJOK.CO
Aktual

Prabowo Itu Pura-pura Goblok dan Anies Masuk Perangkap

8 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

6 Januari 2026
Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Urusan dengan balai desa bikin muak karena kelakuan perangkat desa kolot MOJOK.CO

Muak Ngurus Sesuatu di Balai Desa: Capek Hadapi Perangkat Desa Kolot dan Ruwet, Perkara Tanda Tangan Basah bikin Marah

5 Januari 2026
kecanduan gadget pada anak. MOJOK.CO

Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

7 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.