Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Hal yang Sering Diucapkan Seorang Movie Snob, Kamu yang Mana?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
4 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menonton film bersama movie snob? Sudah siap? Yakin?

Pernah nonton film? Pernah, dong. Pernah nonton film bareng movie snob? Pern—eh bentar; apaan tuh movie snob???

Dalam menikmati sebuah film, orang-orang memiliki tujuannya sendiri-sendiri: sebagai hiburan, bahan refleksi, materi tulisan, dan lain sebagainya. Namun, hal berbeda agaknya dirasakan oleh kaum pencinta film yang sesungguhnya baru saja menapaki dunia perfilman, alias disebut juga sebagai movie snob.

Apa dan bagaimanakah seorang movie snob itu? Berdasarkan pengalaman dan asam garam penonton film yang pernah direcoki oleh kaum snob yang satu itu, berikut Mojok Institute kumpulkan xx pernyataan khas yang umum keluar dari mulut seorang movie snob:

1. “Film-film sekarang sampah banget, deh. Aku lebih suka film zaman dulu.”

Film zaman dulu tuh film tahun berapa, sih, movie snob? Bukannya situ umurnya juga masih 25 tahunan? Film-film zaman dulu yang bagus mana yang kamu tonton—film tahun 1999???

2. “Jadi, menurutku tuh colorgrading film Aruna dan Lidahnya gini, ya…” (sambil bikin thread di Twitter)

Tanpa ada yang bertanya, kamu merasa harus dan wajib membagikan pendapatmu soal sebuah film. Kalau perlu, sedetail-detailnya! Bukan sekadar review normal biasa, kamu malah akan membahas aspek yang tidak semua orang tahu, seperti soal colorgrading dan plot hole.

Katamu, “Kayaknya nih ya, film ini tuh colorgrading-nya mengecewakan banget. Terus, plot hole-nya juga hole parah!”

3. “Eh, kamu nggak pernah nonton Se7en? Nggak kenal David Fincher, ya? Nolan juga nggak tahu? Duh, gimana sih? Payah, ah.”

Monmaap nih, Mas, Mbak. Mungkin saja, lawan bicaramu pernah mendengar judul film yang kamu sebutkan, pernah ingin menontonnya, tapi belum punya kesempatan, atau memang tidak tertarik sama sekali. Meski begitu, bukan urusan kamu juga dong untuk men-judge dirinya hanya gara-gara film yang tidak mereka tonton :(((

Apalagi, paling-paling, kamu juga baru nonton kemarin lusa….

4. “Bagusan film-film indie, sih, kalau kataku.”

Film Ziarah atau Another Trip to The Moon—atau mungkin film indie lainnya—seakan tak pernah absen sebagai bahan pembicaraanmu yang seorang movie snob. Walaupun, yah, sebenarnya, kamu juga belum nonton semuanya banget, sih… Iya, kan?

Ta-tapi kan aku tahu kalau film-film ini dapat penghargaan!

Oh ya, terima kasih Google dan Wikipedia~

5. “Ah, aku sih nggak terlalu berharap banyak, ya, soalnya ini kan film buatan sutradara itu. Production House-nya juga yang itu. Ya, you know lah, mereka itu gimana.”

Dear movie snob, kita-kita ini datang nonton film hanya ingin menikmati ceritanya. Kalau bagus, ya syukur. Kalau jelek, ya udah. Jadi—nggak, kami nggak ngerti Hanung Bramantyo itu gimana, Joko Anwar gimana, bahkan Christopher Nolan gimana.

Eh, emangnya kamu ngerti beneran? Hehe.

Iklan

Lagi pula, masak iya kita nggak jadi pergi nonton film cuma gara-gara kamu males lihat nama sutradara tertentu? Kamu tuh jangan kayak manusia berzodiak Gemini gitu, deh (baca: moody)! :(((

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2018 oleh

Tags: Aruna dan lidahnyabioskopindiemovie snobpencinta filmresensireview filmSe7en
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Bioskop NSC Rembang, bangunan kecil di tanah tandus yang jadi hiburan banyak orang MOJOK.CO
Catatan

Bioskop NSC Rembang Jadi Olok-olokan Orang Sok Kota, Tapi Beri Kebahagiaan Sederhana

1 Desember 2025
No Other Choice: rekaman betapa rentan nasib buruh. Mati-mati kerja sampai kehilangan diri sendiri, tapi ditebang saat tak dibutuhkan lagi MOJOK.CO
Catatan

No Other Choice: Buruh Mati-matian Kerja sampai Kehilangan Diri Sendiri, Usai Diperas Langsung Ditebang

16 Oktober 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Film Safe Haven.MOJOK.CO
Seni

Tutorial Masuk Surga ala “Kang Mus” dalam Safe Haven, Film Pendek Berdurasi Singkat tapi Ngilunya Melekat

29 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.