Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tukang Razia Buku Nggak Boleh Baca! Tips Agar Lolos dari Razia Buku

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 Agustus 2019
A A
Razia Buku MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Razia buku di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu kemarin (3/8) kami sesalkan sekali tapi apalah arti penyesalan tanpa tindak lanjut.

Kami dan Anda-Anda pencinta buku dan kebebasan berpikir bisa saja mengutuk sekelompok orang yang mendaku sebagai Brigade Muslim Indonesia. Rubrik Bahasa Versus di Mojok mampu kok membedah arti kata brigade sebagai istilah spesifik ketentaraan. Namun, ulasan itu tak memberi sumbangsih untuk mengatasi hobi lama razia buku yang walau sudah jelas melanggar hukum, negara tetap saja diem-diem bae.

Razia yang dilakukan warga sipil di Makassar pas seminggu berselang dari razia buku oleh polisi di Probolinggo. Dua peristiwa ini dan peristiwa razia-razia buku sebelum-sebelumnya sama saja. Dilakukan oleh kelompok-pembaca-judul-bukan-isi dan selalu menyasar buku-buku Kiri.

Parameter mereka juga nggak jauh-jauh dari buku yang mengandung kata kunci Karl Marx, Lenin, Marxisme, Leninisme, Sosialisme, atau Komunisme. Pokoknya yang isme-isme. Kami curiga sih mereka memang paranoid dengan isme. Mungkin kalau disodorin kata pan-islamisme atau pan-arabisme, mereka juga bakal horror duluan: Benda apa nich? Bisa jadi ya, Bunda, itulah kenapa pengacara FPI Sugito Atmo Prawiro memakai istilah khilafah modern padahal mah pas dijelasin, konsepnya sama aja dengan pan-islamisme.

Selain menilai judul, ilustrasi kover juga jadi patokan tukang sweeping buku. Buku-buku yang memuat foto Karl Marx, Aidit, dan tokoh-tokoh Kiri lainnya bagi mereka jelas bukan buku yang bersih lingkungan. Eh, masih pada tahu istilah ini nggak sih?

Razia buku sudah sampai di taraf meresahkan ketika negara cuma jadi penonton. Presiden Joko Widodo sering bagi-bagi buku, tapi memilih nonton Didi Kempot ketimbang menyatakan sikap ketika buku dirampas sewenang-wenang.

Emha Ainun Najib alias Cak Nun pernah berkata, “Teruslah bekerja, jangan berharap pada negara.” Kita bisa pakai kredo ini untuk melawan razia buku dari orang-orang tolol. Jadi inilah persembahan kami: cara menghindari razia buku yang efektif dan bisa dipraktikkan siapa saja.

1. Mengganti diksi

Ini usulan brilian yang dikemukakan oleh Ahmad Taufiq R lewat status Facebook-nya.

Ada buku yang masih berkali-kali dirazia meskipun orang-orang sudah berkali-kali juga menjelaskan bahwa isinya tidak sesuai bayangan perazia. Buku itu berjudul Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme karya Franz Magnis-Suseno.

Buku ini sebenarnya menentang pemikiran Karl Marx. Pun Romo Magnis itu antikomunis. Para penjual buku tentu kesal, buku yang nggak Kiri sama sekali ini kok jadi korban salah sasaran terus. Saran kami, ganti saja judulnya menjadi Pemikiran Kakek Berjanggut dari Jerman: Dari Masyarakat Sejahtera-Tapi-Nggak-Mungkin-Diwujudkan ke Perdebatan-Revisionisme. Lalu, ganti ilustrasi kover bukunya yang semula bergambar Karl Marx menjadi gambar lansekap kota Trier. Asoy, buku ini sekilas jadi kayak novel terjemahan.

Ide ini bisa dipraktikan di buku-buku dengan judul yang mengandung kata Marxisme, misalnya. Ganti saja kata itu dengan “sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan Sosial dari alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja”. Maka, jadilah buku kuliah bisnis yang pasti dianggap membosankan.

Buku babon ekonomi karangan Karl Marx yang terkenal banget sekaligus paling jarang dibaca itu, Das Kapital: Sebuah Kritik Ekonomi Politik juga bisa diubah menjadi Kapital: Cara Menjadi Pengusaha Kaya dalam Waktu Singkat seperti yang pernah diulas dalam tulisan Andi Achdian ini.

Selain akan terhindar dari razia buku, buku Kapital: Cara Menjadi Pengusaha Kaya dalam Waktu Singkat pasti akan laris. Judul ini sangat sesuai dengan selera dan minat orang Indonesia.

2. Swasensor kover

Di atas udah dijelasin lah ya, betapa murninya kebodohan orang yang menilai satu buku Kiri atau tidak hanya lewat kover. Buku Mira W. tuh kovernya gambar bunga doang, apa ya artinya itu buku tentang cara menanam anggrek?

Iklan

Kita tahu itu bodoh, tapi yang melakukan nggak tahu. Ya sudah deh, saya langsung kasih tips aja buat pelapak buku biar nggak kena razia buku.

Pertama, siapkan kertas penyampul buku berwarna cokelat dengan motif batik. Merek Boxy atau Kiky lebih disukai. Nah, langkah kedua, buku-buku yang memuat foto Karl Marx, Lenin, atau Aidit, misalnya, tutuplah dengan sampul itu. Tujuannya biar dikira buku pelajaran seken yang dijual di lapak buku bekas.

Kalau punya modal lebih, kamu bisa cetak sampul-sampul buku primbon atau buku paket Fisika karya Marthen Kanginan yang melegenda itu lalu tempelkan ke sampul buku yang ingin kamu jual. Yakin, lantaran memakai judul yang terlihat berat dan sulit dipahami, nggak bakal kena razia buku. Pasti langsung dilewati itu buku. Bikin syahwat razia buku langsung turun.

Intinya, kelompok-pembaca-judul-bukan-isinya itu aslinya gampang dikadalin kok. Mereka sering salah razia tuh udah buktinya.

BACA JUGA Sweeping Buku Terus, Sweeping Kebodohan Sendiri Kapan?

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2019 oleh

Tags: aiditbuku kiriKarl Marxkomunismeraziarazia buku
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO
Esai

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
bti, petani, tani.MOJOK.CO
Ragam

Rumus “3S-4J-4H” Wajib Dijalankan Pemerintah Kalau Mau Petani di Indonesia Maju

28 Januari 2025
amir sjarifuddin mojok
Video

Amir Sjarifuddin: Lahir Sebagai Islam, Menganut Kristen, Lalu Mati Sebagai Komunis

9 Juni 2023
Meraba Ulang Peristiwa G 30 S: Miskalkulasi Fatal DN Aidit MOJOK.CO
Esai

Meraba Ulang Peristiwa G 30 S: Miskalkulasi Fatal DN Aidit

29 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.