Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Stereotip Emoji WhatsApp yang Banyak Menggambarkan Siapa Kita dalam Percakapan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 Juli 2021
A A
Ponsel Saya Diretas, Apa yang Harus Dilakukan Mojok.co

Ilustrasi ponsel

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Emoji WhatsApp telah melahirkan begitu banyak kultur yang patut kita rayakan. Kalian pasti tahu emoji khas atasan vs bawahan yang beda banget itu kan?

Mungkin kita nggak pernah menduga bahwa percakapan WhatsApp bisa begitu kompleks, melahirkan banyak dilema dan polemik dari yang serius sama recehan. Hoaks yang tersebar dari grup ke grup, fitur centang biru yang sering menimbulkan perdebatan, sampai emoji WhatsApp yang benar-benar bisa menggambarkan posisi kita dalam suatu percakapan. Mungkin sepele, tapi hal ini membentuk suatu kultur siber baru yang kalau ditelaah bikin heran, kok bisa gitu ya?

#1 Emoji 😒 yang dipakai orang jutek

Emoji yang terkesan sebagai muka malas ini dinamakan “Unamused” sering juga disebut sebagai emoji Meh, emoji, Side-eye, dan emoji Dissatisfied. Dari namanya saja sudah menggambarkan betapa mood si pengirim yang buruk. 

#2 Emoji 👍 yang sering dipakai atasan, bos, pak RT, dan dosen

Emoji jempol atau nama kerennya “Thumbs Up” ini emoji yang seolah-olah kalau dibahasakan jadi “oke, baik” atau “sip”. Seringnya emoji ni memang dipakai sama seorang atasan ke bawahan. Misalnya kalau ada pekerjaan yang sudah disubmit dan seorang karyawan bilang, “Pak, hasil perhitungannya sudah di-email dan kesimpulannya sudah kami cantumkan di dalamnya.” Rata-rata atasan atau bos bakal kirim emoji 👍. Emoji ini juga sering dipakai sama dosen, guru, pak RT, pak Rw, dan bapak-bapak atau ibu-ibu yang posisinya memang sebagai atasan.

#3 Emoji 🙏 yang sering dipakai bawahan, karyawan, mahasiswa, dan orang alim

Kebalikan dari emoji WhatsApp Thumbs Up, emoji Namaste ini sering dipakai sama bawahan, karyawan, dan mahasiswa ke dosen. Khusus penggunaan orang alim, biasanya diiringi kata “sekadar mengingatkan”. Dulu, sebenarnya pembuat emoji memaksudkan bentuk ini sebagai simbol tos atau high five. Sayangnya, terlalu banyak salah paham sampai-sampai namanya diubah mengikuti kesalahpahaman orang-orang. Ya gimana, bentuknya emang kayak orang lagi berdoa, bahkan lebih mirip ukhti dan akhi yang sedang menolak bersalaman.

#4 Emoji 🤭 yang sering dipakai buat ngegosip

Ini dia emoji yang punya kultur begitu digdaya. Kehadirannya saja sudah bikin suasana jadi gayeng karena si pengirim biasanya sedang melakukan ritual spill the tea alias ngebocorin informasi. Padahal nama aslinya Blushing Face with Hand Over Mouth, alias wajah malu yang mulutnya ditutupi tangan. Lah, tapi emoji ini sama sekali nggak menggambarkan pengirimnya yang lagi malu-malu kucing, justru dia lagi malu-maluin orang lain.

#5 Emoji 🤔 yang sering dipakai orang sok tahu

Meskipun namanya Thinking Face, tapi nggak semua yang mengirim emoji ini memang beneran lagi mikir. Biasanya justru dia sedang “pamer” kalau sebenarnya dia lebih tahu dari orang lain. Coba perhatikan kawanmu yang suka ngirimin ini, mereka kerap mengiringi percakapan ini dengan chat, “Oh, jadi menurutmu Jokowi itu gagal menangani pandemi ya? 🤔” Seolah-olah pertanyaannya retoris, satire, sindiran, dan berharap ia bisa menyadarkanmu untuk berpikir ulang dengan pernyataan yang sebelumnya kamu lontarkan. Padahal, sebenarnya dia aja yang sok tahu.

#6 Emoji 💪 yang punya energi toxic positivity

Sebenarnya ini emoji Muscle atau emoji WhatsApp yang dipakai buat pamer otot. Tapi, belakangan banyak dipakai sama motivator tidak profesional yang bisanya cuma ngasih bacotan saat yang lain sedang dalam posisi terpuruk. Sering kali penggunaannya diiringi kata-kata menyebalkan, “Yok bisa yok, semangat 💪!!!” yang niatnya memberikan energi positif, tapi mohon maaf energi begini doang mah bisa kita temukan dalam sebotol M-150. Kalau mau ngasih semangat ke kawan itu beri bantuan yang nyata, jangan bacot doang, nanti jadi toxic positvity loh.

#8 Emoji 🥺 untuk 21+ 

Hati-hati pakai emoji ini karena seketika bisa jadititik di mana kesalahpahaman berawal. Emang sih emoji ini sering disebut Pleading Face, Begging, dan Simp. Namun dalam praktiknya, emoji ini berarti begging for s3x alias meminta ena-ena, nah, bingung kan lu kalau dikasih beneran? Demi meminimalisir kesalahpahaman, jangan gunakan emoji kecuali kalau sedang minta jatah ke pasangan masing-masing.

#7 Emoji rupa-rupa yang digabungkan dengan emoji 💦 (masih untuk 21+)

Saya kasih tahu beberapa gabungan emoji WhatsApp 21+ yang ada percikan airnya, tapi tolong jangan cepu ke KPI ya. Nanti bisa-bisa emoji ini diblokir dan nggak bisa dipakai lagi. Pokoknya kalian yang pakai emoji ini harus tahu betul konsekuensi jika mengirimkannya. Selain tu pahami posisi juga lah, kalau ngirim ini ke suami atau istri orang ya bisa ditampol, kirimnya ke pasangan sendiri lah.

🍆💦: Terong basah terkena percikan embun pagi.

👉🏻👌🏻💦: Cuci tangan beserta ibu jari, jempol, dan semua permukaan sesuai protokol kesehatan.

 🍑💦 : Buah persik yang banyak kandungan airnya.

🍌👅💦: Habis makan pisang, jadi haus.

Iklan

BACA JUGA Makna Setiap Warna dan Bentuk Emoji Hati di WhatsApp yang Ternyata Beda-beda atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2021 oleh

Tags: arti emojiemoji lucuemoji sedihemoji senyumemoji whatsappemoticongambar emoji
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Esai

Alasan Emoji WhatsApp Bisa Redam Lahirnya Perang Dunia Ketiga

21 Desember 2021
makna emoji hati emoji love emoticon love warna biru kuninghijau artinya emoji heart emoticon whatsapp artinya friendzone mojok.co
Pojokan

Makna Setiap Warna dan Bentuk Emoji Hati di WhatsApp yang Ternyata Beda-beda

21 Mei 2020
Kisah Nu’aiman dan Betapa "Woles"-nya Kanjeng Nabi
Esai

Kisah Nu’aiman dan Betapa “Woles”-nya Kanjeng Nabi

18 November 2016
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.