Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Soal Iklan Baskin Robbins, Ella Gross Adalah Korban

Audian Laili oleh Audian Laili
4 Juli 2019
A A
Iklan Baskin Robbins Ella Gross MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Iklan Baskin Robbins di Korea Selatan yang dibintangi Ella Gross menuai pro kontra. Sorotan keras dari netizen Korea, membuat Baskin Robbins memilih menurunkan iklan tersebut.

Iklan es krim asal Amerika Baskin Robbins sedang menjadi kontroversial. Pasalnya, dalam iklan produk untuk Korea Selatan tersebut, Baskin Robbins menjadikan bintang cilik berusia 11 tahun, Ella Gross, sebagai bintang iklannya. Akan tetapi, yang kemudian ramai diperbincangkan, iklan tersebut dianggap membuat para predator-predator kegirangan dan akhirnya memberikan komentar-komentar yang tidak patut. Sehingga, banyak pihak yang meminta Baskin Robbins lebih baik menurunkan iklan tersebut saja.

Memang, komentar netizen di iklan tersebut sungguh kurang ajar dan keterlaluan. Siapa pun yang menerima komentar semacam itu, pasti juga merasa tidak nyaman dan marah. Dan orang-orang yang berkomentar dengan sangat tidak pantas dan menjijikkan itu jadi berdosa berkali-kali lipat, karena yang ia komentari adalah anak yang masih berusia 11 tahun. Dia masih di bawah umur.

Akan tetapi, hanya marah pada para komentator jahanam sepertinya tidak cukup. Dan bisa jadi akan menjadikan industri hiburan tetap melanggengkan hal-hal semacam ini terjadi lagi dan lagi. Dalam hal ini, bagaimanapun juga Baskin Robbins menjadi pihak yang juga perlu dipertanyakan soal keputusannya. Begini, apa pertimbangan mereka memberikan pekerjaan untuk anak di bawah umur yang cukup berisiko semacam itu?

Iya, ini pekerjaan yang berisiko, loh. Lha wong, konsep makan es krim di iklan itu sungguh nggak nyambung blas. Kenapa momen menikmati es krim tersebut harus didahului dengan tatapan-tatapan tajam ke kamera? Padahal, ini iklan es krim bukan iklan eyeliner atau maskara!

Kalau memang iklan ini bakal dibintangi sama anak yang masih berusia 11 tahun, kenapa nggak pakai konsep makan es krim dengan ceria dan riang gembira? Ya, kayak iklan es kiko di Indonesia lah. Tapi, kalau memang pengin maksa pakai konsep yang semacam ini, ya nggak apa-apa, asalkan pakai bintang yang jelas-jelas sudah dewasa, yang sudah punya hak untuk memahami mana yang terbaik bagi dirinya atau tidak. Bukannya malah meminta bantuan sama anak usia 11 tahun yang “diminta” untuk berdandan selayaknya orang dewasa.

Betul kan, kalau Ella Gross ini belum dewasa? Bukankah di Korea Selatan sendiri perayaan peralihan dari usia remaja ke usia dewasa alias coming of age day, diperuntukkan untuk generasi muda yang menginjak usia 20 tahun? Yang mana, mereka sudah betul-betul (((baru))) punya hak untuk menikah, menyetir, memilih presiden, minum minuman beralkohol, maupun merokok. Dan tentu saja, mereka sudah dianggap dapat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang, tayangan dalam iklan tersebut memang tidak menjadi masalah dan tidak memunculkan hasrat apa-apa. Namun, bagi predator-predator di luar sana, justru ini memunculkan mak sliweran. Mak sliweran yang muncul bisa jadi karena dia tidak bisa menjaga pikirannya sendiri atau karena adanya kelainan. Dan mak sliweran itu menjadi berkali-kali lipat tidak pantas, karena perasaan mak sliweran tersebut kemudian dituliskan dalam komentar-komentar yang kurang ajar. Dan yang menyedihkannya lagi, hal tersebut ditujukan pada seorang anak yang masih berusia di bawah umur.

Begini ya, mohon maaf nih, mempekerjakan anak di bawah umur saja perlu beberapa pertimbangan supaya jangan sampai hal tersebut menganggu hak-haknya. Seperti belajarlah, bermainlah, bersosialisasi lah. Apalagi kalau pekerjaan tersebut jelas-jelas berisiko semacam itu. Ella Gross kan, pasti belum betul-betul bisa memutuskan tawaran-tawaran yang datang kepadanya sendiri. Oleh karena itu, dalam hal ini dibutuhkan peran orang tua sebagai pendamping. Setidaknya, orang tua ada untuk turut mempertimbangkan apakah tawaran yang datang padanya itu pantas diterima atau tidak.

Tapi dilihat dari perspektif apa pun, dalam hal ini Ella Gross adalah korban. Dia adalah korban atas “keegoisan” orang dewasa dan kejamnya industri hiburan di Korea Selatan.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2019 oleh

Tags: baskin robbinsella grossiklankekerasan seksualkorea selatan
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO
Aktual

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
Kerja sama Pemprov Jawa Tengah dan Korea Selatan di bidang pendidikan yakni beasiswa kuliah. MOJOK.CO
Kilas

Pemprov Jawa Tengah Bakal Kasih Beasiswa Kuliah ke Korea Selatan untuk 100 Siswa, Hasil Kerja Sama dengan Universitas Seowon

27 Agustus 2025
Tinggalkan Probolinggo untuk kerja di Korea Selatan demi bantu Ibu. Dapat cuan gede malah dituduh tetangga jual diri MOJOK.CO
Ragam

Nekat Kerja di Korea Selatan demi Bantu Ibu, Dapat Cuan Gede Malah Dituduh Tetangga Jual Diri hingga Tak Mau Pulang Lagi

17 Juni 2025
Fadli Zon menyangkal pemerkosaan massal dalam kerusuhan 1998. MOJOK.CO
Mendalam

Menyangkal Pemerkosaan Massal 1998 adalah Bentuk Pelecehan Dua Kali: Fadli Zon Seharusnya Minta Maaf, meskipun Maaf Saja Tak Cukup

16 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.