Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 Februari 2026
A A
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika usia saya sudah 17 tahun dan mengantongi KTP, saya belajar naik motor. Kendaraan yang dipakai pada waktu itu motor bebek Honda Revo 110 berwarna hitam bercorak merah. Kendaraan yang tergolong baru karena baru dirilis setahun sebelum saya belajar. 

Rasa deg-degan tak terhindarkan ketika pertama kali belajar naik motor. Bagaimana tidak, motor bebek satu itu terasa begitu berat. Belum lagi kaki saya harus berjinjit ketika duduk di balik kemudi motor. Walau diliputi rasa deg-degan, saya menguasai motor bebek Revo dengan cepat. Saya bisa berkendara keliling kampung hanya dengan belajar dalam waktu 2 hari saja. 

Tak selang berapa lama, saya berani berkendara di jalan yang lebih besar dan ramai. Ketika mengantongi SIM, saya berani ke mana-mana sendiri. Pada saat itu motor bebek Revo bak kawan baik. Walau berat dan bikin kaki saya pegal karena jinjit terus, saya senang bisa ke mana-mana sendiri. 

Hadir motor matic yang lebih ringkas

Kecintaan saya akan motor bebek pudar ketika motor matic hadir. Pada saat itu, orang tua tukar tambah motor lama dengan Honda Beat keluaran 2012. Saya girang bukan kepalang. Pada waktu itu, seingat saya, tidak banyak pilihan motor bebek di pasaran (setidaknya tidak sebanyak sekarang). 

Hal lain yang bikin saya senang, pada saat itu Honda Beat sedang di puncak popularitas dengan jingle Let’s Get The Beat yang begitu nempel di kepala. Ini terdengar norak, tapi senang rasanya punya motor yang mereknya sedang populer. 

Setelahnya saya makin cinta dengan motor matic, khususnya Honda Beat, karena sangat ringan. Kaki saya bisa menapak dengan mantap ketika duduk di balik setang motor. Bodi motor yang ramping membuat saya mudah menyalip dan cari parkir. Intinya, motor matic sangat pas dengan tubuh, itu mengapa saya merasa aman dan nyaman. 

Meninggalkan motor bebek selama-lamanya

Bisa dibilang Honda Beat adalah perkenalan awal saya akan motor matic. Perkenalan yang membuat saya beralih ke motor matic selama-lamanya. Setelah Honda Beat, saya selalu mengendarai motor matic, tidak pernah pakai motor bebek lagi. 

Alasannya masih sama, motor matic lebih ringan dan lebih gampang mengendarainya. Saya tidak perlu berpikir kapan kaki saja harus bergerak untuk ngerem atau pindah gigi. Saya pun tidak perlu takut membawa banyak barang karena bisa ditaruh di footstep motor yang luas itu. Saya juga nggak perlu khawatir ketika menggunakan rok atau kain lilit batik karena kaki tidak perlu membuka terlalu lebar seperti di motor bebek. 

Hal lain yang membuat saya makin ogah naik motor bebek adalah desain motor matic semakin ke sini semakin beragam dan lucu-lucu. Tampang atau tampilan motor matic dipikirkan dengan apik dan matang. Orang-orang seperti saya yang nggak paham mesin dan melihat tampang jadi mudah jatuh cinta. Sementara motor bebek, desainnya gitu-gitu aja, warnanya yang nggak banyak berubah. Satu warna dasar dengan semburat warna lain. 

Soal performa, tentu saya tidak bisa berkomentar banyak. Saya berkendara untuk mobilitas sehari-hari di Jogja dan Sleman yang jaraknya tidak begitu jauh. Pun jalannya tidak menantang. Jadi performa motor matic merek apapun  sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Itu mengapa, untuk walau ditawari motor bebek dengan performa lebih apik, fitur lebih canggih dan banyak keunggulan lain, saya masih memilih motor matic. Beda cerita ketika kelak saya kebutuhan mengharuskan saya bepergian lebih dair 10 km sehari ya, mungkin saya akan ke motor lain. Tapi, untuk saat ini sepertinya hidup saya bakal gini-gini aja dan motor matic saja sudah cukup. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: beathondaHonda Beathonda revomaticmotor bebekMotor Maticrevo
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co
Sehari-hari

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO
Sehari-hari

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)
Pojokan

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.