Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Seneng Banget ya, Ikut Lomba New Normal Kemendagri yang Hadiahnya 168 M. Berkarya dan Kaya Raya

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
23 Juni 2020
A A
lomba new nomal kemendagri tito karnavian hadiah 168 miliar lomba video pandemi pemerintah daerah dana pagu dana insentif daerah pemenang lomba new normal mojok.co

lomba new nomal kemendagri tito karnavian hadiah 168 miliar lomba video pandemi pemerintah daerah dana pagu dana insentif daerah pemenang lomba new normal mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kemendagri baru saja menggelar lomba video new normal dengan total hadiah 168 miliar. Mantap sekali, pemenangnya juga keren-keren, wow.

Hadiah 168 miliar ternyata begitu fantastis buat netizen. Banyak yang mulai mencibir perhelatan lomba new normal yang digelar oleh Kemendagri ini. Belum lagi, output-nya yang berupa video memang bikin anak-anak yang ngakunya content creator jadi agak terpukul.

Bertahun-tahun latihan bikin film pendek, bikin video perpisahan, sampai video lucu aneh-aneh, ternyata yang ada duitnya adalah bikin video sosialisasi new normal. Sungguh netizen memang konsisten mempertahankan predikat sobat misqueen.

Tenang, walau saya juga tercengang, saya akhirnya menemukan sebuah pelajaran dari semua ini. Yaitu pelajaran kenapa saya nggak dari dulu masuk ke jajaran pemerintah, pasti nyaman banget di sana. Bayangkan deh, seru banget kalau kalian bergabung, Lur. Kalian nggak perlu bikin video yang njelimet dengan teknik ndakik-ndakik kayak Agung Hapsah, video kalian bisa menang lomba new normal dan bakal dapat dana miliaran.

Jadi seharusnya waktu kecil kalau ditanya,
“Cita-cita kamu apa, Dek?”

Maka akan saya jawab,
“Aku mau jadi pemerintah, Tante?”

“Lho, kok nggak pengin jadi dokter kayak teman-temanmu yang lain?”

“Susah tante, dokter taruhannya nyawa, berjuang di garda depan saat ada pandemi. Pemerintah bikin video dan pemenangnya dapat miliaran loh.”

Maka niscaya si tante akan manggut-manggut dan menyadari betapa pentingnya lomba new normal ini buat ponakannya.

Ngomong-ngomong kalian jangan suuzan dulu ya, Mylov. Siapa bilang dana 168 miliar dari Kemendagri itu dana korupsi, yeuuu! Kalau setelah sampai pemda lalu uangnya tidak digunakan untuk perbaikan daerah baru itu namanya korupsi. Dana itu adalah DID (Dana Insentif Daerah) yang memang dianggarkan dari APBN untuk daerah yang berprestasi.

Ketentuannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah.

Terlepas dari mana dana sebesar itu, rasanya memang angka 168 miliar terlewat menggiurkan untuk ukuran lomba new normal yang output-nya berupa video. Sebagai rakyat jelata rasanya gatel aja pengin ikut. Meski tema yang dibuat nggak seru, dan hati nurani ini masih mempertanyakan kebijakan new normal, uang sebanyak itu rasanya bisa membeli segala hal, termasuk kewarasan.

Sebagai gambaran buat kalian, lomba new normal ini sudah selesai. Jadi sayang sekali bagi kalian yang lagi cari jalan buat ikutan, mohon maaf udah nggak bisa, Ngab. Lomba ini dimenangkan oleh 84 pemerintah daerah terdiri dari 7 sektor dan 4 klaster yang masing-masing menghasilkan beberapa juara.

FYI, juara pertama dapat hadiah 3 miliar, juara kedua 2 miliar, dan juara ketiga 1 miliar. Tetap saja angka yang besar, Bung. Satu miliar kalau dihabiskan buat beli sate klathak, orang se-Jogja bisa darah tinggi semua.

Iklan

Sekarang, kalian mulai penasaran kan siapa saja yang menang dan video sebagus apa yang akhirnya bisa mengantongi uang 3 miliar. Saya sarankan kalian nonton penganugrahannya berikut. Nggak kalah kok sama penganugerahan OSCAR.

Apakah kalian sudah lihat?

Iya, betul. Atta Halilintar sekalipun pengin nangis lihat video pemenangnya. Saya kira juga hasilnya bakalan kayak dokumenter National Geographic, atau minimal punya efek yang menyentuh sanubari kayak video klipnya Justin Bieber berjudul ‘Intention’.

Hm, lupakan angan-angan itu. Nggak masalah kok tampilan videonya. Yang penting esensi buat mengampanyekan new normal. Biar makin banyak yang bersepeda saat Car Free Day begitu kan maksudnya? Biar orang-orang pada nongkrong lagi tanpa peduli kurva penambahan covid-19 yang terus-terusan melonjak kan maksudnya?

Lain kali, kalau mau berkarya tapi menargetkan kaya raya, jangan ke YouTube atau Vimeo. Pertama, YouTube sudah dianggap platform berbahaya dan sedang diusulkan untuk diawasi KPI. Kedua, Vimeo diblokir sama Telkomsel. Jadi, Guys, berkaryalah untuk pemda. Belajarlah dari lomba new normal yang diadakan Kemendagri.

Percayalah kalau bikin video singkat, film pendek sarat makna, apalagi pakai dana sendiri itu banyak ruginya. Ya kalau akhirnya masuk festival dan menang sih bagus. Tapi kalau akhirnya harus mengadakan pemutaran sendiri dan nggak dapat untung apa-apa, kalian nanti bokek.

BACA JUGA Kejanggalan Angka PDP Meninggal Surabaya dan Zona Hijau yang Jadi Perlombaan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2020 oleh

Tags: pandemi coronaTito Karnavian
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

gaji umr
Esai

Dear Warganet, UMR Karawang Tak Seindah Kenanganmu dengan Mantan

7 November 2021
ilustrasi Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 mojok.co
Kilas

Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021

1 Juli 2021
Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak mojok.co
Kilas

Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak

3 Juni 2021
Anakku Ora Pinter Matematika ya Ora Popo, sing Penting Akhlak e Pener MOJOK.CO
Rerasan

Anakku Ora Pinter Matematika Ora Popo, sing Penting Akhlak e Pener

29 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO

Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet

22 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.