Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ria Ricis Makan Gurita Hidup dan Dimarahin Sama Garda Satwa

Audian Laili oleh Audian Laili
2 September 2019
A A
ria ricis makan gurita hidup dimarahin garda satwa MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memakan hewan hidup-hidup bukanlah hal yang wajar dan tidak berkehewanan dalam budaya kita. Termasuk saat Ria Ricis bikin video dan bilang kalau dia makan gurita hidup.

Namanya juga seorang youtuber dengan 16,6 juta subscribers. Pasti apa pun yang dia lakukan, apalagi kalau agak aneh di mata masyarakat, ya pasti bakal diserang dan dikomentari habis-habisan. Begitulah yang terjadi pada Ria Ricis dengan video yang udah nggak anyar-anyar banget, yang dikasih judul, “PERTAMA KALI MAKAN GURITA Hidup! MUKBANG KOREA tersiksa!”

Iklan

Video yang sudah diunggah tanggal 22 Agustus lalu ini dianggap memiliki unsur kekerasan pada hewan sehingga digugat oleh Komunitas Pecinta Hewan, Garda Satwa. Namun mengenai hal ini, Ria Ricis mengklarifikasi bahwa gurita yang dia makan itu sebetulnya sudah mati. Hanya saja, karena dikasih garam dan dibubuhi bumbu-bumbu lain, si gurita ini menunjukkan reaksi dengan bergerak-gerak, seolah-olah ia masih hidup.

Berikut videonya,

Dilansir dari Tirto, sajian seperti ini di Korea dinamakan sannakji. Biasanya gurita hidup yang telah dipotong-potong kecil, akan disantap dalam keadaan tubuhnya masih bergerak. Ada pula yang menyantapnya secara utuh tanpa dipotong—seperti yang dilakukan Ria Ricis. Ia disantap dengan tambahan penyedap. Jadi, secara teknis, sebetulnya gurita tersebut sudah mati. Akan tetapi, ototnya masih berfungsi sebentar hingga mampu menggerakkan tubuh—hingga tampak masih hidup.

Di Korea, memakan hewan yang masih mentah dan belum dimasak adalah hal yang biasa saja. Namun, tidak seperti itu yang terjadi dalam budaya kita.

Dalam kasus Ria Ricis, hal tersebut makin tampak tidak biasa karena gurita tersebut masih dalam keadaan utuh. Ia belum dipotong sama sekali. Tidak seperti yang dilakukan beberapa pesohor Indonesia yang lain, semisal Boy William. Mereka memakan gurita mentah tersebut dalam keadaan sudah dipotong-potong. Sehingga, meskipun masih bergerak-gerak, kondisi gurita yang sudah terpotong setidaknya mengurangi kengerian orang yang melihatnya.

Memakan gurita mentah tapi masih bisa bergerak-gerak karena otot tentakelnya masih aktif untuk menempel di badan kita, tidak hanya menjijikkan tapi juga mengerikan. Seorang Vlogger perempuan China, Seaside Girl Little Seven, juga pernah melakukan mukbang mirip-mirip seperti yang dilakukan oleh Ria Ricis. Hanya saja ia memakan gurita dengan ukuran yang lebih besar. Hasilnya, kaki-kaki gurita yang bertentakel ini menempel pada mukanya. Ia berteriak-teriak, karena memerlukan bantuan untuk melepaskannya. Setelah si gurita terlepas, tampak di muka youtuber tersebut ada beberapa luka.

Mungkin, Ria Ricis sebagai seorang youtuber dengan 16,6 juta subscribers ini merasa tertantang dengan hal “gagal” yang pernah dilakukan oleh youtuber atau vlogger yang lain. Bukankah sebagai seorang youtuber kelas atas, dia harus memberikan sebuah inspirasi kepada generasi muda? Seperti yang ia sampaikan di akhir video: Selama masih muda, maka cobalah berbagai hal baru.

Lalu, apa salahnya kalau ia menunjukkan dirinya yang berani menantang ketakutannya sendiri? Untuk menunjukkan ke banyak generasi muda di luar sana bahwa tidak ada satu pun yang pantas untuk ditakutkan. Apa pun bisa kita coba. Supaya kita tahu rasanya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Meskipun pada akhirnya tidak merasa nyaman dan memilih menyerah dengan memasak dulu gurita tersebut supaya lebih gampang dan enak pas dikunyah, ya itu urusan belakang. Yang penting, coba aja dulu.

Dengan klarifikasi dari Ria Ricis, akhirnya Garda Satwa meminta pihak The Ricis untuk mengganti judul video. Pasalnya, judul yang sungguh klikbait ini, dikhawatirkan dapat memberikan pemahaman keliru bagi kaum-kaum dewasa nanggung yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Mohon maaf, maksudnya bukan mau menuduh mayoritas subscribers-nya Ria Ricis gimana-gimana, loh. Cuma takutnya, mereka yang kurang paham konteksnya, langsung mengira bahwa makan hewan hidup-hidup itu boleh-boleh aja.

Sayangnya, soal permintaan mengganti frasa “gurita hidup” di judul, belum mendapatkan tanggapan dari Ria Ricis. Ya, bisa dipahami, sih. Lha wong justru karena frasa itulah banyak orang penasaran dan mengklik video yang telah ditayangkan 5,6 juta kali (per 2 September 2019, pukul 12.00). Berkali-kali lipat dari rata-rata view video lainnya, yang berada di kisaran 1,5 jutaan.

Gila aja kalau frasa itu malah diminta untuk dihempaskan terus diganti dengan “gurita mentah”. Memangnya Garda Satwa mau tanggung jawab kalau Ria Ricis kehilangan potensi besar calon viewers dan subscribers-nya? Hmmm?

Iklan

BACA JUGA Doyan Mabuk, Tapi Tertib Nggak Makan Babi atau tulisan Audian Laili lainnya

Terakhir diperbarui pada 2 September 2019 oleh

Tags: garda satwamakan gurita hidupria ricisyoutuber
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus yang Penting Jujur
Video

Filosofi Hidup Komandan SKC Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus, yang Penting Jujur

23 Juni 2025
Ria Ricis-Teuku Ryan Ajarkan Moana Extreme Sports Sejak Dini
Video

Ria Ricis-Teuku Ryan Ajarkan Moana Extreme Sports Sejak Dini

11 Januari 2023
Rumah Kontrakan Arini MOJOK.CO
Hukum

10 Youtuber Dilaporkan ke Polisi, Masuki Rumah Orang Tanpa Izin Bisa Dipidana?

13 Oktober 2022
ilustrasi Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak mojok.co
Pojokan

Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.