Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rekomendasi 7 Drama Korea Medis Terbaik Sepanjang Masa

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
18 Juli 2025
A A
Rekomendasi 7 Drama Korea Medis Terbaik Sepanjang Masa

Rekomendasi 7 Drama Korea Medis Terbaik Sepanjang Masa (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Drama Korea tak pernah gagal menghibur penonton. Ada beragam genre yang ditawarkan dan hampir semua diminati. Tak terkecuali drama Korea medis. Meski terlihat serius dan menegangkan, nyatanya drama Korea medis punya tempat di hati para penikmat drakor.

Kalau kamu lagi mencari tontonan yang bisa bikin jantung berdebar bukan cuma karena adegan operasi, tapi karena hubungan antara dokter dan pasien yang emosional, kamu wajib membaca artikel ini sampai habis. Kali ini saya akan membagikan rekomendasi drama Korea medis terbaik sepanjang masa. Berikut daftarnya. 

#1 Hospital Playlist masih jadi drama Korea medis terbaik sampai hari ini

Rasanya kita semua setuju kalau Hospital Playlist menjadi top of mind drama Korea medis. Drama yang memiliki dua season ini begitu digemari. Lihat saja ratingnya di IMDb yang mendapat nilai 8.7/10 dan My Drama List yang mencetak rating 9.1. 

Hospital Playlist season pertama tayang tahun 2020 lalu dengan jumlah episode sebanyak 12. Sementara season kedua tayang satu tahun setelahnya dengan total episode 12.

Drakor ini menceritakan kisah persahabatan para dokter di RS Yulje yang sudah berteman sejak masih duduk di bangku kuliah. Mereka adalah Lee Ik-jun (Cho Jung-seok), Ahn Jeong-won (Yoo Yeon-seok), Kim Jun-wan (Jung Kyoung-ho), Yang Seok-hyeong (Kim Dae-myung), dan Chae Seong-hwa (Jeon Mi-do).

Banyak orang menyukai Hospital Playlist karena ceritanya yang hangat. Selain itu adegan operasi dan yang berkaitan dengan dunia kedokteran ditampilkan secara nyata. Drama ini juga kerap mencantumkan informasi mengenai istilah medis yang kurang familier di telinga awam.

#2 Dr Romantic season 1-3 wajib ditonton penggemar drakor

Drama Korea medis terbaik sepanjang masa selanjutnya saya nobatkan pada Dr Romantic. Kalau Hospital Playlist tayang dalam dua season, Dr Romantic punya tiga season yang sayang dilewatkan begitu saja.

Dr Romantic Season 1 tayang pertama kali bulan November 2017. Drama ini bercerita tentang Kim Sabu (Han Suk-kyu) seorang dokter bedah di RS Doldam. RS Doldam sendiri berada di antah berantah yang jauh dari perkotaan. Kebanyakan pasien yang datang ke sini mengalami luka serius seperti kecelakaan.

Sama seperti Hospital Playlist, drama Korea ini mendapat rating cukup tinggi di Korea. Selain karena jalan ceritanya menarik, drama ini juga dibintangi beberapa aktor dan aktris ternama seperti Yoo Yeon-seok, Seo Hyun-jin, Ahn Hyo-seop, hingga Lee Sung-kyung.

#3 Drama Korea medis The Trauma Code: Heroes on Call berhasil merebut hati penggemar drakor

Gelar drama Korea medis terbaik selanjutnya jatuh pada drama yang baru saja tayang awal tahun kemarin. Drama yang saya maksud adalah The Trauma Code: Heroes on Call. Drama ini merupakan serial adaptasi dari Webtoon berjudul The Trauma Center. Kebetulan sebelum dramanya tayang, saya sudah membaca Webtoon-nya duluan.

The Trauma Code: Heroes on Call bercerita tentang Baek Kang-hyun (Ju Ji-hoon) yang disebut-sebut sebagai ahli bedah trauma terbaik. Dia kemudian ditempatkan di RS universitas Hankuk. Di sana, dia memiliki tugas untuk memimpin tim trauma yang kondisinya kacau.

Drama Korea medis ini menarik cukup banyak atensi penggemar drakor. Bahkan aktor utama dalam drama ini, Ju Ji-hoon, berhasil menjadi aktor terbaik di Baeksang Arts Awards 2025. Drama ini wajib masuk daftar tontonan kamu. Tenang, jumlah episodenya cuma 8, kok. Pas buat ditonton weekend besok.

#4 Daily Dose of Sunshine menyisipkan kisah tentang kesehatan mental dan depresi

Kalau tiga drama Korea medis sebelumnya bercerita seputar kehidupan para dokter dan pasien, drama yang satu ini agak beda. Daily Dose of Sunshine menceritakan kisah perawat yang bekerja di bangsal psikiatri.

Jung Da-eun (Park Bo-young) tak pernah menyangka bahwa dirinya akan dipindah ke bagian psikiatri. Awalnya dia merasa kesulitan, namun berkat bantuan perawat lain di bangsal tersebut, Da-eun pun mulai bisa beradaptasi. 

Iklan

Daily Dose of Sunshine banyak menyelipkan kisah tentang kesehatan mental dan depresi. Banyak penonton yang merasa relate dengan cerita dalam drama ini. Meski agak berat dibanding ketiga drama sebelumnya, saya sarankan kamu untuk menonton drama ini minimal sekali seumur hidup. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kamu petik dari drama Korea medis ini.

#5 Life, drama Korea medis jadul yang masih bisa ditonton di Netflix

Drama Korea medis terbaik sepanjang masa selanjutnya adalah Life. Drama ini sudah tayang cukup lama, tepatnya tahun 2018 lalu. Dibanding keempat drama sebelumnya, menurut saya Life agak dark. Soalnya ceritanya nggak hanya berfokus pada hubungan antara pasien dan dokter, tapi juga menyinggung soal perebutan kekuasaan.

Life dibintangi oleh Lee Dong-wook yang berperan sebagai Ye Jin-woo. Jin-woo mengagumi direktur rumah sakit, Lee Bo Hoon (Cheon Ho-jin). Namun ada rumor mengatakan direktur RS memasukkan uang subsidi pemerintah ke rekening pribadinya. Jin-woo pun terlibat dalam persaingan kekuasaan para petinggi di RS.

Drama ini masih bisa kamu tonton di Netflix. Cuma 16 episode, kok.

#6 Birthcare Center cocok buat kamu yang mencari drama Korea medis tak biasa

Drama Korea medis terbaik selanjutnya ada Birthcare Center. Tayang di Netflix tahun 2020 lalu dengan total episode 8, drama ini hadir dengan cerita tak biasa.

Jika drama medis lainnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari dokter, pasien, dan perawat di rumah sakit, Birthcare Center mengambil setting tempat di sebuah tempat perawatan pasca melahirkan bernama Serenity. 

Adalah Oh Hyun-jin (uhm Ji-won) seorang ibu yang baru saja melahirkan. Sebelum melahirkan, dia adalah seorang wanita karier. Menjadi ibu mengubah kehidupan Hyun-jin seluruhnya. Di Serenity, Hyun-jin pun bertemu dengan ibu baru lain dan belajar bersama mereka cara mengurus bayi.

Drama ini nggak terlalu serius, malah bikin ngakak. Buat ibu-ibu kayak saya, drama ini cukup relate. Menonton perjuangan para ibu baru menyusui, mengurus anak, dll., mengingatkan saya pada momen sehabis lahiran. Kalau kamu mencari drama Korea medis yang tak biasa, drama ini layak kamu tonton.

#7 Doctor Cha dibalut komedi ringan, jadi nontonnya nggak tegang

Rekomendasi drama Korea medis terbaik sepanjang masa terakhir adalah Doctor Cha. Mirip seperti Birthcare Center, drama ini berpusat pada kisah seorang ibu yang sempat merelakan mimpinya menjadi dokter dan kemudian memilih jadi ibu rumah tangga.

Akan tetapi semua berubah ketika Cha Jeong-suk (uhm Jung-hwan) jatuh sakit. Dia pun mengambil keputusan besar yang mengubah kehidupannya. Dia ingin kembali melanjutkan impiannya dan menjadi dokter residen.

Drama yang tayang 2023 lalu ini punya total 16 episode. Saya cukup menikmati nonton drama ini karena dibalut dengan komedi ringan. Bolehlah ditonton weekend besok.

Itulah rekomendasi drama Korea medis terbaik sepanjang masa yang sayang dilewatkan begitu saja. Drakor medis nggak melulu soal operasi dan istilah medis yang sulit diucapkan. Banyak dari drama ini justru menyentuh sisi paling manusiawi dari profesi dokter. Misalnya perasaan takut gagal, beban moral, tekanan sistem, sampai kisah cinta yang diam-diam tumbuh di ruang IGD atau operasi.

Nah, mumpung besok weekend, coba deh nonton ketujuh drama di atas. Sayang kalau kamu melewatkan drama-drama ini begitu saja.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Alasan Drama Korea Medis Selalu Populer dan Wajib Ditonton dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Purwokerto .MOJOK.CO
Urban

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Edumojok

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Punya hard skill yang laku buat kerja di kota tapi tidak berguna buat slow living di desa MOJOK.CO

Punya Skill yang Laku buat Kerja di Kota tapi Ternyata Tak Berguna di Desa, Gagal Slow Living Malah Kebingungan Nol Pemasukan

13 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.