Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Niat Mulia Purbaya Mencegah Kematian Industri Tembakau Malah Dihalangi, Sementara Aksi Premanisme Sri Mulyani Memeras Keringat Petani Dibela

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
1 Oktober 2025
A A
Purbaya Hendak Selamatkan Petani, tapi Malah Dijegal (Rokok Indonesia:Ekosaint)

Purbaya Hendak Selamatkan Petani, tapi Malah Dijegal (Rokok Indonesia:Ekosaint)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Era Purbaya: Keseimbangan fiskal dan perlindungan IHT padat karya

Setelah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya segera menunjukkan arah kebijakan yang berbeda. Akal sehat bisa menilai bahwa Purbaya memikirkan dengan matang cara mencegah kematian sumber kehidupan jutaan petani. Kebijakan beliau menitikberatkan pada keseimbangan antara penerimaan negara, kesehatan, dan perlindungan terhadap tenaga kerja serta petani.

Misalnya: Kebijakan cukai tidak naik (berkaitan dengan stabilisasi)

Purbaya memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai pada tahun 2026. Kebijakan ini merupakan angin segar bagi industri dan petani tembakau. Dan jelas, angin segar untuk kewarasan bangsa Indonesia sebagai negara yang hidup dari hasil bumi.

Purbaya secara eksplisit menyatakan bahwa kebijakan fiskal tidak boleh membunuh industri rokok, terutama industri padat karya (Sigaret Kretek Tangan atau SKT) yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Dia berpandangan, selama belum ada program yang mampu menyerap tenaga kerja, yang terancam menganggur akibat penutupan IHT, industri ini harus dijaga. Ini langkah mulia yang seharusnya mendapat dukungan semua orang waras.

Purbaya juga menegaskan perlunya keseimbangan kebijakan antara kesehatan dan kebutuhan penghidupan masyarakat. Beliau bahkan sempat mengkritik tarif cukai rokok yang terlalu tinggi sebelumnya, menyebutnya “Firaun,” menunjukkan pandangan bahwa kenaikan cukai yang ekstrem tidak proporsional dan menekan rakyat.

Dengan menahan kenaikan cukai, Purbaya berharap harga rokok legal menjadi lebih terjangkau. Ujugnnya, dapat memangkas pangsa pasar rokok ilegal. Dia juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan memberantas rokok ilegal secara extra ordinary, melibatkan aparat penegak hukum dan e-commerce.

Serangan pihak anti-rokok kepada Purbaya

Kebijakan Purbaya yang pro padat karya dan petani ini justru menuai serangan. Beliau mendapatkan kritik keras, dan bahkan simbol protes, seperti pengiriman karangan bunga ke kantornya, dari kalangan yang berfokus pada isu kesehatan dan pengendalian konsumsi.

Pihak anti-rokok yang sangat fokus pada pengendalian prevalensi merokok memandang keputusan tidak menaikkan cukai sebagai kemunduran dalam upaya kesehatan masyarakat. Mereka berargumen bahwa penahanan cukai akan membuat rokok menjadi lebih terjangkau, terutama bagi remaja, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah perokok. 

Serangan ini dinilai oleh sebagian pihak telah menyakiti hati petani tembakau dan buruh. Seolah-olah malah mengabaikan aspek mata pencaharian dan keberlangsungan hidup mereka. 

Purbaya menanggapi kritik tersebut dengan tegas. Dia mempertanyakan apakah pihak pengkritik memiliki program nyata untuk menciptakan lapangan kerja pengganti bagi jutaan orang yang hidup dari IHT jika industri ini mati.

Oleh sebab itu, niat mulai untuk menyelamatkan sumur kehidupan jutaan petani harus mendapat dukungan total. Sangat aneh ketika kebijakan ala preman Sri mendapat dukungan. Padahal jelas dia mematikan sumber pangan e wong cilik. 

Mendukung Purbaya bukan lantas mendukung perusakan kesehatan. Mendukung Purbaya adalah mendukung kebijakan yang lebih manusiawi. Sebuah kenyataan yang tidak kita temukan dari aksi premanisme menteri keuangan terdahulu.

Rekap:

Sri vs Purbaya.
Sri vs Purbaya.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

Iklan

BACA JUGA Purbaya Sudah Benar, Tidak Menaikkan Cukai Rokok Adalah Jalan Paling Tepat Memberantas Produk Ilegal dan Menjaga Ekonomi

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: ihtindustri hasil tembakaukenaikan cukai rokokmenteri keuanganpurbayapurbaya cukaipurbaya tunda kenaikan cukaisri mulyani
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Merunut campur tangan asing di balik kampanye antirokok yang tentang kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok 2026 MOJOK.CO
Ragam

Merunut Campur Tangan Asing di Balik Kampanye Antirokok Menentang Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok

2 Oktober 2025
Tembakau Hidupi 6 Juta Orang tapi Mau Dibunuh? Bajingan Sekali! MOJOK.CO
Esai

Industri Hasil Tembakau Menghidupi 6 Juta Petani dan Rakyat Kecil tapi Kamu Mau Membunuh Sumur Rezeki Ini? Kamu Jahat Sekali

2 Oktober 2025
Dukung kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok. MOJOK.CO
Catatan

4 Alasan Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok Tak Perlu Ditentang

1 Oktober 2025
cukai rokok, tembakau.MOJOK.CO
Ragam

Cukai Rokok Tak Naik: Melawan Tekanan Antirokok, Menjaga Nafkah Jutaan Petani dan Buruh

1 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.