Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Mei 2026
A A
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau ada seseorang buka usaha, katakanlah makanan, jualan bakso misalnya, dalam waktu relatif singkat laris dan kekayaannya meningkat, besar kemungkinan orang ini akan dituduh punya pesugihan.

Orang tak bertanya-tanya, apa resepnya. Orang tak bertanya-tanya, seperti apa strategi marketingnya, berapa budget ads-nya, atau mungkin, riset market dan resepnya. Kesimpulan selalu lompat menuju pesugihan.

Seakan-akan, kesuksesan itu harus ditempuh dengan berdarah-darah, penderitaan, serta waktu yang cukup lama. Itu semua betul, tentu saja, tapi selalu ada beberapa manusia terpilih yang entah bagaimana menemukan resep keberhasilan dengan cepat. Itu juga betul, dan ada contohnya.

Bagi saya, ini masalah yang sebenarnya cukup serius. Sebab, kenyataannya, kita hampir selalu tak tahu apa yang terjadi di balik layar, tapi punya keyakinan yang cukup besar untuk memberi vonis.

Benarkah mereka sukses karena pesugihan?

Apakah pesugihan, penglaris, atau apalah itu ada? Ya saya jawab, ada. Tapi tingkat keberhasilannya, saya tak pernah tahu.

Sepanjang saya hidup, saya mendapat banyak cerita tentang pedagang A pakai tali pocong, pedagang B pakai rajah, atau pedagang C pakai sempak di dasar panci baksonya. Ini kebetulan rumor terbodoh yang pernah saya dengar sewaktu SMP, dan ditujukan pada tetangga saya. Celakanya, banyak yang percaya.

Saya juga sempat mendatangi tempat-tempat yang dituduh pakai pesugihan. Produk mereka saya makan, dan ya, jujur saja, aman-aman saja. Memang beberapa tempat yang saya datangi, hampir tidak masuk akal kok bisa rame. Bayangkan, tempat makan yang berdiri di atas selokan yang begitu bau, bisa begitu ramai bahkan hingga waiting list.

Tapi begitu makan, saya jadi paham betul kenapa orang-orang ini rela menggadaikan kewarasan mereka.

BACA JUGA: Mengenang 3 Pesugihan yang Trending pada Zamannya

Apakah tempat ini pakai pesugihan? Bisa jadi, karena tak ada orang yang cukup waras makan di atas selokan. Tapi rasanya begitu enak. Dan rasa yang enak, bikin orang mematikan saklar nalar mereka. Tapi, jangan-jangan, apakah enak karena pakai penglaris? Bisa jadi. Nah tapi, bagaimana kalau kuliner mereka enak karena resep mereka memang enak?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harusnya cukup menggoyahkan keyakinan kita atas pesugihan. Maksud saya, bisa jadi mereka pakai, tapi usaha mereka untuk menciptakan kuliner yang enak juga nggak main-main. Lalu, untuk apa rumor pesugihan disebarkan, kalau produknya memang oke?

Keyakinan yang kelewat besar

Yang menurut saya bermasalah dari rumor pesugihan adalah, kita kerap punya keyakinan yang kelewat besar atas sesuatu yang kita tak pernah tahu. Saya tak bisa membayangkan seseorang yang saleh, yang benar-benar bekerja keras untuk menciptakan kuliner yang enak, dituduh pakai pesugihan.

Padahal bisa jadi, orang ini, telah bangkrut berkali-kali, keluar utang untuk RnD, dan akhirnya menemukan formulanya. Hanya karena kesuksesannya terbilang relatif cepat, orang-orang keburu menempel stempel.

Usaha yang sudah punya nama juga kadang diperlakukan begitu. Hanya karena punya cabang puluhan di banyak kota, dianggap tidak masuk akal. Padahal kalau mau pake otaknya sedikit saja, kalau kau berhasil bikin 10 cabang yang konsisten serta survive, ya wajar kalau ketika buka cabang lagi, mereka berhasil lagi.

Iklan

Saya tak menampik adanya kekuatan mistis di dunia ini. Pesugihan pun ada, saya tahu. Yang saya protes adalah, jangan memberi label ke semua orang-orang yang sukses. Kerja keras itu ada, dan hargailah itu. memang ada orang yang benar-benar bisa masak enak. Tolong, kalian tahu itu.

Pesugihan itu baiknya jadikan omongan tengah malam di saat kopi masih setengah, atau botol mirasmu masih lumayan banyak. Tidak dijadikan pegangan kebenaran, tidak dijadikan dogma. Cukup sampai situ, jangan dibikin label.

***

Saat melihat konten salah satu YouTuber yang membahas pesugihan bakso Wonogiri, saya melihat banyak orang marah di komen. Saya memahami kemarahan mereka. Di saat yang sama, saya kecewa dengan konten tersebut.

Orang Wonogiri dari dulu terkenal ulet, serius dalam mengerjakan apa yang mereka kerjakan, dan dari dulu, kota ini dikenal sebagai salah satu penghasil perantau terbanyak di Indonesia.

Ketika usaha mereka direduksi jadi sukses karena dupa, tali pocong, tikus, atau apa pun itu, saya sedih. Keputusan mereka meninggalkan segalanya untuk bertaruh demi kesuksesan seakan tak harganya.

Saya menulis ini di saat jauh dari anak, jauh dari rumah, mengorbankan waktu-waktu berharga demi kestabilan yang saya usahakan. Entah kenapa, dada saya ikut menghangat.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Daripada Ngutang ke Pinjol, Mending Pakai Pesugihan, Sama-sama Ngerinya kan? dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: penglarispesugihantali pocong
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO
Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

23 Maret 2025
Nasib Orang Wedi Kerja di Luar Negeri: Orang Tua di Klaten Malah Dianggap Punya Tuyul MOJOK.CO
Ragam

Nasib Orang Wedi Kerja di Luar Negeri: Orang Tua di Klaten Malah Dianggap Punya Tuyul

16 Februari 2024
Cerita Saksi Hidup tentang Kematian Misterius Satu Keluarga di Rembang MOJOK.CO
Liputan

Cerita Saksi Hidup tentang Kematian Misterius Satu Keluarga di Rembang

28 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.