Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Penasaran Setengah Mati pada Viewers Instagram Story Paling Atas

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
22 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menebak alasan munculnya viewers Instagram Story paling atas sama seperti menelusuri perjalanan cintamu sendiri. Nggak usah GR, plis.

Setelah pertama kali diluncurkan tahun 2016, drama kehebohan Instagram Story lagi-lagi muncul. Kalau sebelumnya orang-orang jadi suka geleng-geleng kepala sendiri liat jenis update-an yang isinya cuma pamer lokasi nongkrong atau background gelap disertai kutipan galau, Instagram Story kini mencuri perhatian dengan kemungkinan fungsinya sebagai…

…radar cinta gebetan!!!

Jadi gini, mylov: setelah kamu harus menanggung malu karena ketahuan masih susah move on dari seseorang yang update-an Instagram Story-nya selalu ada di paling atas kiri Instagrammu, sekarang—menurut beberapa sumber—kamu bisa membalas kenyataan ini dengan mengamati daftar viewers  Instagram Story.

*JENG JENG JENG*

Sejak beberapa bulan belakangan, perdebatan soal viewers Instagram Story paling atas kerap ditemui di dunia maya. Apalagi, daftar viewers ini tidak muncul berdasarkan kronologi waktu alias cepet-cepetan ngeliat Story yang kamu unggah. Nah, lo~

Berangkat dari prinsip itu, viewers Instagram Story paling atas pun disebut terbentuk dari interaksi-interaksi umum , seperti likes, tags, dan komentar. Tapi…

…masa, sih???

Monmaap, nih, tapi kayaknya itu mantan saya udah nggak pernah nge-tag foto kencan lagi—atau bahkan udah nggak pernah nulis komentar “Lucu banget, sayangqu!”—tapi kenapa harus namanyalah yang ada di daftar viewers Instagram Story paling atas??? Kenapa???

Berdasarkan percobaan yang pernah dilakukan Reddit, teori di atas nyatanya memang nggak akurat-akurat banget. Disebutkan, viewers teratas ini justru merupakan orang-orang yang paling sering mengunjungi profil mu dan melihat foto-foto yang kamu unggah, meski tanpa memberikan interaksi langsung terhadap konten tersebut.

Dengan kata lain, menurut Reddit, viewers Instagram Story paling atas adalah tukang kepo yang lagi ngepoin kamu, mylov.

[!!!!!!11!!!!!!1!!!!]

A-apakah ini benar? Te-terus, gimana dong kalau yang paling atas adalah mantan kita, gebetan kita, atau kakak kelas yang kita taksir setengah mati dalam diam? Apakah ini berarti cinta kita sudah bisa disebut berbalas?

Jawabannya: belum tentu.

Iklan

[!!!!!!11!!!!!!1!!!!]

Ya, ya, ya, hapus dulu senyum dan harapanmu yang baru saja naik tinggi-tinggi itu. Ingat: kunci pertama dari langkah-langkah menebak alasan munculnya viewers Instagram Story paling atas sesungguhnya sama dengan menelusuri perjalanan cintamu sendiri. Dengan kata lain: nggak usah GR dulu, plis!

Setelah tadi kamu sudah merasa berbunga-bunga melihat nama gebetan sebagai pengguna Instagram yang ada di daftar teratas viewers Story kita, kini tiba gilirannya bagimu untuk memunguti kenyataan, yaitu…

…berdasarkan informasi resmi dari Instagram, disebutkan bahwa viewers Instagram Story paling atas ternyata bukanlah orang yang paling sering ngepoin kita.

[!!!!!!11!!!!!!1!!!!]

Alih-alih membatasi makna “kepo”, Instagram menyebutkan hal ini tergantung pada aktivitas yang kamu lakukan dan interaksimu terhadap beberapa pengguna. Jadi, kalau ada profil gebetan atau mantanmu di daftar viewers teratas, cobalah bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan ini:

1. Apakah aku keseringan main ke profilnya?

2. Apakah aku hobi nge-like-in foto-fotonya?

3. Apakah aku sering menuliskan komentar pada tiap unggahannya?

4. Apakah aku juga berinteraksi dengan akunnya di Facebook, perusahaan induknya Instagram?

5. Apakah aku… nontonin Instagram Story-nya???

Kalau jawabannya “Yes” semua, ya jelas sudah: kamu baru saja ke-GR-an nggak tanggung-tanggung. Bukan kamu yang dikepoin—kamulah yang kepo berlebihan~

Ta-tapi kadang nama viewers-nya berubah-ubah dan bukan orang yang aku kenal-kenal amat, kok!

Penjelasannya cuma satu: Instagram sedang berusaha memperkenalkan kamu dengan nama-nama teman di Instagram yang beragam. Loh, memang kenapa?

Ya mungkin karena kamu terlalu rapuh dan tak lagi punya seseorang yang selalu rajin kamu stalk sepenuh hati, alias jomlo, Sayangku. Hehe~

Sampai di sini, sudah hilangkah rasa penasaran sekaligus harapan setengah matimu? Ingat: apa pun—literally apa pun—yang kamu lakukan di Instagram akan menjadi perhitungan bagi algoritma yang berlaku. Mungkin sebaiknya, mulai saat ini, kamu berhenti menekan profil mantan yang sudah menyakitimu dengan seenaknya, mbak-mbak senior menyebalkan yang gayanya selangit tapi otaknya kosong, atau orang-orang lain yang memang kamu tahu seharusnya kamu hindari demi kewarasan otakmu, jika kamu ingin berhenti melihat nama mereka muncul di daftar teratas Instagram Story-mu.

Lagi pula, pahamilah baik-baik bahwa media sosial menyajikan candu fisik dan psikologis. Jadi, sangat mungkin bahwa Instagram akan terus melakukan perubahan algoritma dan fitur sampai-sampai otak kita jadi sengklek begini: mengharapkan dia yang sudah pergi menyesali keputusannya dan desperately ngepoin akun kita sambil menangis dan berharap kita kembali.

Beuh, nggak mungkin itu!

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2018 oleh

Tags: algoritmaFacebookkeposnapgramstalkerviewers Instagram Story paling atas
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan MOJOK.CO
Esai

Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan

7 Januari 2026
download video facebook mojok.co
Kilas

Enggak Perlu Ribet! Ini 5 Cara Download Video Facebook Tanpa Aplikasi

21 Januari 2023
Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita MOJOK.CO
Esai

Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita

13 Desember 2022
pse kominfo mojok.co
Ekonomi

Facebook, Google, WhatsApp Terancam Diblokir, Pakar Singgung Kedaulatan Digital Bangsa

18 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.