Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pembahasan Rahasia Ahok saat Kunjungan ke Gibran selain soal Penghapusan Premium

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
8 April 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada satu spekulasi pembahasan serius yang dirembug Ahok sama Gibran di Loji Gandrung. Selain soal ide penghapusan premium tentunya.

Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kedapatan mengunjungi Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, pada Rabu (7/4/2021), hal yang bikin saya penasaran sebenarnya ini: mereka berdua bahas apaan ya?

Hayaaa maklum to, pertemuan keduanya kan berpotensi jadi santapan ghibah yang sangat gurih, nggak hanya buat saya, tapi juga buat netizen Indonesia. Lah piye? Gibran dan Ahok itu lagi memiliki daya magnet dalam dunia politik belakangan ini jeh.

Persoalan magnet itu ke kutub negatif atau positif, ya itu tergantung preferensi politik sampean masing-masing sih ya.

Intinya, menurut pengakuan Ahok, kunjungannya ke Loji Gandrung pada pukul 19.30 WIB untuk ketemu Gibran ini sebenarnya adalah pertemuan spontan.

“Saya lagi mau kunjungan kerja ke Cepu. Karena masih pagi-pagi jalan jadi nginap di Solo. Pas nginap, saya kontak Pak Wali Kota. Ada waktu tidak untuk mampir,” jelas Ahok seperti dilansir dari kompas.com.

Meski begitu, pertemuan ini saya lihat tetep aja menimbulkan spekulasi di media sosial. Bodoamat Ahok sudah kasih garis batas jelas, “Ngobrol biasalah. Kan Mas Gibran sudah ngomong, (kalau) bisnis sudah kasih Mas Kaesang. Saya tidak ngomong bisnis.”

Ahok juga sudah menerangkan kalau dirinya cuma kasih masukan dikit-dikit ke Gibran soal kota Solo. Menurut Ahok, kota Solo masih kurang hijau.

“Mas Wali (Kota) sudah sangat baik. Saya lihat sudah ngurusin pendidikan, kesehatan, rumah sakit. Tinggal soal taman mungkin bisa lebih hijau kota. Pertamina banyak mendukung penghijauan,” kata Ahok.

Meski begitu, bukan itu yang dibicarakan netizen soal kunjungan Ahok, tapi soal keceplosannya Ahok yang bilang bahwa salah satu bahan obrolan ringannya malam itu adalah soal ide menghapus penjualan premium oleh Pertamina.

Pertanyaan netizen ya simpel aja; Lah kok soal kebijakan Pertamina nanyanya ke Gibran? Emang tahu apa… eh, nggak ding, maksudnya emang Gibran suka bahas hal-hal kayak gitu ya, Hok? Beliau kan udah sibuk jadi Wali Kota Solo sekarang?

Loh, loh, ya emang kenapa nggak boleh?

Emang orang nggak boleh ngobrolin soal ide penghapusan premium? Bapak-bapak di warung kopi sama emak-emak di pasar juga boleh kok nggosipin soal premium itu enaknya digimanain. Saya aja suka ngobrolin itu kalau lagi nongkrong di angkringan kok.

Bebas-bebas aja dong harusnya orang siapa mau bahas apa. Katanya freedom of speech, haaakok giliran Ahok sama Gibran jadi nggak boleh bahas yang mereka pengen gosipin sih? Lagian toh obrolan itu juga tertutup, nggak keluar ke mana-mana.

Iklan

Perkara Gibran punya akses langsung ke Presiden untuk bahas ide Ahok… itu kan soal lain. Toh, kalaupun Ahok kepengin lobi soal rencana ini langsung ke Presiden, Ahok juga bisa dong ketemu Pak Presiden. Udah kenal akrab ini.

Oleh sebab itu, saya sih percaya aja kalau Ahok ketemuan sama Gibran itu sebenarnya nggak bahas hal yang penting-penting amat.

Malah, ketimbang cerita-cerita spekulasi tingkat tinggi begitu saya malah yakin kalau Ahok sama Gibran sempat bahas rute perjalanan dari Solo ke Cepu lewat jalur darat. Sebuah pembahasan super-rahasia. Top secret.

Begini, saya kasih penjelasan kenapa dugaan saya ini bisa ujug-ujug muncul.

Buat Ahok yang udah lama tinggal di Ibu Kota dan sekitarnya, barangkali blio belum tahu betapa legendarisnya rute perjalanan dari Solo ke Cepu via jalur darat… terutama kalau lewat jalur Purwodadi.

Wuiiih, jalur Purwodadi itu bisa dibilang merupakan salah satu jalur paling menantang di Jawa Tengah. Jauh lebih menantang ketimbang jalur reli Paris-Dakkar atau rute pesawat di Segitiga Bermuda.

Meski begitu, saya sih denger-denger jalur itu sudah diperbaiki akhir-akhir ini, cuma ya gitu, jalur Purwodadi itu dikenal dengan tanahnya yang suka bergerak. Orang setempat nyebutnya, “tanahnya hidup.” Oleh sebab itu, jalan rusak di Purwodadi itu adalah sebuah keniscayaan.

Ibarat premis manusia itu pasti mati, di Purwodadi itu ada kepercayaan bahwa jalan mau diperbaiki kayak gimana ya pasti rusak lagi.

Bahkan saya yakin Bupati Purwodadi itu nggak pernah berani kasih janji politik waktu Pilkada ke masyarakatnya untuk memperbaiki semua jalanan di daerah Purwodadi. Hayaaa gimana ya… orang-orang fix nggak bakal ada yang percaya lah, Markonaaah.

Oleh sebab itu, saya yakin kalau Ahok ini bakal ngasih tahu Gibran kalau rombongannya akan menggunakan jalur tol ke arah Ngawi, lalu dilanjutkan belok kiri ke arah Utara. Jalur yang lebih aman, nyaman, dan mulus kayak kulit arinya Anya Geraldine.

Meski begitu, dalam obrolan rute perjalanan kayak gitu, saya kok yakin ya, kalau Gibran sempat ngasih tahu Ahok soal jalur ke Cepu lewat Purwodadi. Berikut juga dengan legenda-legendanya kayak Bus Rela (bus jalur Solo-Purwodadi) yang lebih sangar ketimbang Bus Mayasari Bakti atau Bus Sumber Kencono, legenda jalur Kedung Ombo, dan legenda-legenda lainnya.

Soalnya maklum, bagi orang Solo (saya kebetulan pernah tinggal di Solo beberapa tahun) jalur Purwodadi itu udah kayak foklor atau cerita rakyat.

Sebuah kisah yang pasti tidak akan dilewatkan untuk diceritakan ke orang yang dari Solo mau ke arah sana atau ke daerah sekitaran Blora, Cepu, atau Pati.

Dan sebagai orang yang suka tantangan, saya rasa Ahok kayaknya perlu deh untuk menjajal jalur darat itu sekembalinya dari Cepu. Cobain deh, Hok, jalur Purwodadi. Sekali-kali deh buat pengalaman hidup. Seru kok.

Lalu saya bayangin Ahok ngomel-ngomel ke saya, “Seru, Nenek Lu!”

BACA JUGA Perkenalkan Grobogan, Daerah Pinggir Pantura yang Orangnya Nyah-nyoh Pol dan tulisan soal Ahok lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2021 oleh

Tags: ahokgibranPertaminapremiumpresidensolosumber kenconowali kota Solo
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Pertamina siagakan LPG untuk penuhi kebutuhan masyarakat selama libur Nataru MOJOK.CO
Ekonomi

Natal dan Tahun Baru, Pertamina Banjiri 3 Juta Lebih LPG Melon untuk Jateng-DIY

23 Desember 2025
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.