Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Orang yang Kasar pas Main Mini Soccer Baiknya Memang Dipegangin Kepalanya Bareng-bareng, lalu Dijedotin ke Gapura 182 Kali

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Juni 2025
A A
Orang yang Kasar pas Main Mini Soccer Baiknya Memang Dipegangin Kepalanya Bareng-bareng, Lalu Dijedotin ke Gapura 182 Kali

Orang yang Kasar pas Main Mini Soccer Baiknya Memang Dipegangin Kepalanya Bareng-bareng, Lalu Dijedotin ke Gapura 182 Kali

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak sekali saya menemukan video orang main mini soccer yang kasar dan berujung cedera. Terakhir, saya liat konten kalau tidak salah, pertandingan mini soccer di Solo, yang kipernya menendang lutut striker lawan. Sayangnya, saya nggak ngesave video tersebut.

Tiap kali liat konten yang mirip-mirip, saya hanya bisa mengucap prihatin serta bingung. Kenapa bingung, ya sederhana, karena ini mini soccer. Ngapain coba main kasar?

Saya nggak pernah ngerti sama orang main mini soccer, tapi bersikap selayaknya ini Liga Champions atau berlagak ada harga diri yang sedang dipertaruhkan. For fuck sake, this is mini soccer dude.

Maksudnya begini lho. Komunitas minsoc yang ada kan kebanyakan diikuti oleh orang-orang berusia 27 tahun ke atas. Jelas melewati masa keemasan. Kebanyakan malah obesitas. Lutut jelas tidak seprima dulu. Engkel jelas meraung hanya karena kurang pemanasan sedikit. Lagian, menang pun nggak dapet apa-apa, yang dicari cuman foto keren dari fotografer yang ada di lapangan.

Terus kenapa masih pada main kasar, keras, serta berlagak ada harga diri yang dipertaruhkan?

Gelar orang paling kasar dan alot di mini soccer tidak bikin kamu keliatan keren

Kadang di kepala saya tuh gini, apa orang yang mainnya kelewat serius dan kasar itu kurang perhatian apa ya?

Mini soccer itu kan kegiatan yang niatnya agar sehat bareng dan bahagia bersama-sama kan. Memang, main serius dengan strategi itu ya bagus. Nggak ada salahnya kok. Saya pun begitu kalau lagi main bareng komunitas. Tapi tekel keras, membanting lawan, menyodok lutut orang dengan pul sepatu, itu ngapain?

Kalau mau dikenang sebagai orang yang keras, nggak usah main sepak bola. Sana ke markas tentara dan ente ngejek-ngejek TNI. Jelas membuktikan Anda keras. Atau jedotin kepala ke gapura. Saya kasih gelar orang terkuat di dunia wis. Tapi di lapangan bola, ngapain?

Gimana misal, kalau lawan yang Anda kasarin kena ACL. Mau tanggung jawab?

Oh, saya yakin sih tidak. Anda akan bawa alasan macam “risiko bosss”, layaknya jamet yang tidak tersentuh pendidikan. Tapi beda cerita kalau ternyata malah Anda yang kena. Mau dikasih alasan kek gitu? Nangis sih yakin.

Gelar orang paling alot di lapangan mini soccer itu nggak akan kepake di kantor. Tidak akan bikin cewek-cewek kagum. Jelas tidak akan membuatmu dapat penghasilan tambahan. Yang ada malah Anda dijauhi karena ngapain anjing main sama orang yang berpikir dirinya adalah titisan Pepe.

Pepe mah kasar dapet Liga Champion. Ente kasar mah dapetnya diludahin.

Kalau emang ente kurang perhatian dan kena mentalnya, dateng ke psikolog, atau curhat. Kagak ke lapangan dan dilampiasin ke orang-orang. Ente yang problematik, orang-orang yang disuruh nerima konsekuensinya.

Nguyak opo to jane?

Mbok ya o paham. Orang-orang yang main mini soccer itu cuman pengin rutin main bola sebagaimana mereka di masa muda. Pesertanya rata-rata ya usianya di atas 30n tahun, udah obesitas, dikit-dikit cedera, badannya sudah nggak prima, nafasnya Senin-Kamis. Jadi mainnya pada santai.

Iklan

Lagian yang diincer kan foto-fotonya kan. Slogan di komunitas saya malah bilang begini: pemain utama ya fotografer, yang lain cuman figuran. Memang itu kelakar, tapi justru maknanya dalam. Sebab ya, yang dicari emang foto-fotonya. Sehat dan relasi itu bonus. Emang mau nyari apa lagi?

Di komunitas mini soccer saya ya ada turnamen kecil-kecilan. Tetep nggak kasar sih mainnya, walaupun intensitasnya jadi nambah dan mulai mikirin strategi. Tapi nggak ada yang ngangkat kaki, nyikut musuh, atau banting lawan. Pol pentok paling megangin lawan yang mau turnover, itu pun langsung disemprit sama wasit.

Kalah menang nggak jadi masalah yang besar. Paling cuman jadi ceng-cengan di instastory, selanjutnya nongkrong bareng. Ngejar apa sih, umur 30-an yang dicari tetep sehat aja udah bagus.

Kalau kalian adalah manusia dengan tipikal sok keras di lapangan, tolonglah, jedotin kepala kalian ke gapura. Atau ke Tugu Jogja aja sekalian, biar viral. Jelas Anda dapat pengakuan. Di lapangan mah, kalian nggak akan dapet apa-apa.

Pake sok-sokan bilang kasih paham, nanti kalau yang ente kasarin balas pake kunci inggris, baru tuh ente paham kegoblokan yang ente lakuin sendiri.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bukan Mencetak Gol, Inilah Kebahagiaan Saat Kita Futsal Bersama Teman-teman

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2025 oleh

Tags: mini soccerolahragaSepak Bola
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO
Catatan

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal.MOJOK.CO
Ragam

Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal

7 Januari 2026
Mohammad Turi, doktor termuda Unesa. MOJOK.CO
Kampus

Olahraga Jadi Alasan Hidup Pemuda Asal Madura Ini usai Ayah dan Ibu Tiada, hingga Raih Gelar Doktor Termuda di Unesa dengan IPK Sempurna

20 November 2025
Fitbar Mojok.co
Kilas

Lari Sambil Nikmati Kopi dan Pastry, Fitbar Hadirkan Shake Out Run Pertama di Indonesia

15 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.