Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

Kenia Intan oleh Kenia Intan
29 Maret 2026
A A
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Oleh-oleh Gunungkidul apa yang kalian suka?

Pariwisata Gunungkidul kini semakin layak diperhitungkan. Kabupaten ini menjadi alternatif favorit bagi wisatawan yang merasa jenuh dengan keramaian tempat-tempat di Jogja. Wajar saja, Gunungkidul menawarkan banyak tempat yang cocok untuk healing, terutama deretan pantainya yang indah. 

Iklan

Layaknya daerah pariwisata, Gunungkidul menawarkan beragam pilihan oleh-oleh, mulai dari makanan, minuman, hingga cinderamata yang khas. Namun, tidak semuanya cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah atau rekan kerja. Beberapa makanan justru terkesan “red flag” kalau dijadikan buah tangan. Alasannya beragam, bisa karena rasanya kurang familiar di lidah banyak orang, mudah basi, hingga bahan-bahannya yang kelewat unik. 

Berikut beberapa oleh-oleh Gunungkidul yang bisa memunculkan kesan red flag bagi penerimanya. Untuk itu, sebaiknya wisatawan pertimbangkan berulang kali kalau mau menjadikannya buah tangan. 

#1 Walang goreng, oleh-oleh Gunungkidul yang tidak semua bisa suka

Gunungkidul dan walang goreng bak dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Walang goreng atau belalang goreng adalah makanan khas yang banyak dijual di pinggir jalan atau di toko oleh-oleh. Makanan ini biasa dijajakan dalam bentuk toples maupun rentengan. 

Jujur saja, dari segi rasa dan keawetan, makanan satu ini cocok dijadikan oleh-oleh. Rasanya gurih seperti camilan pada umumnya dan makanan ini tidak mudah basi sehingga pas dibawa untuk perjalanan jauh.

Hanya saja, tidak semua orang bisa menelan makanan berbahan belalang ini. Belalang memang kurang umum sebagai bahan dasar maupun campuran makanan. Banyak orang bahkan menggolongkan walang goreng sebagai makanan ekstrem. 

Jadi, kalau memang ingin menjadikan walang goreng sebagai oleh-oleh, pastikan orang yang akan kalian beri memang suka dan tidak alergi ya. Sebab, katanya, beberapa orang bisa alergi atau gatal-gatal kalau tidak cocok.  

#2 Bakmi Jawa Wonosari lebih enak disantap di tempat

Bakmi Jawa mudah ditemukan di berbagai daerah di Jogja dan sekitarnya. Namun, tidak sedikit wisatawan yang ingin mencicipinya langsung di daerah asal Bakmi Jawa di Wonosari, Gunungkidul. Konon katanya, bakmi Jawa yang dijual di sana punya cita rasa yang khas dan rasa yang lebih “nendang”.

Dari segi rasa, hidangan ini cenderung lebih mudah diterima oleh berbagai lidah dibandingkan kuliner Jogja lain seperti gudeg yang terkenal manis. Meski begitu, Bakmi Jawa kurang cocok dijadikan oleh-oleh karena makanan ini lebih nikmat disantap selagi hangat. Jika dibungkus, terutama untuk perjalanan jauh, rasa dan teksturnya bisa berubah, bahkan berisiko menjadi cepat basi.

#3 Sambal beser dengan bahan dasar kepik

Baru-baru ini sambal beser Gunungkidul banyak menyita perhatian, bahkan sambal ini mulai dijadikan oleh-oleh beberapa orang. Sambal beser tergolong unik karena terbuat dari serangga beser atau kepik yang muncul setahun sekali menjelang musim hujan. Penggunaan kepik untuk menambah rasa sangit pad asambal. Konon, rasa ini membuatnya jadi lebih nikmat. Kepik yang masih hidup digerus langsung bersama cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan sedikit garam. 

Bahannya yang tidak biasa membuat sambal beser dikenal sebagai salah satu kuliner ekstrem khas Gunungkidul. Sesuai dengan namanya, tidak semua orang akan cocok dengan cita rasanya. Karena itu, jika kamu ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh, pastikan penerimanya memang suka mencoba kuliner unik dan berbeda. Selain itu, perhatikan juga kesegarannya agar sambal tetap nikmat saat sampai di tangan penerima.

#4 Tumis kumbang puthul tidak cocok jadi oleh-oleh Gunungkidul

Gunungkidul sepertinya memang gudang kuliner ekstrem Jogja. Selain walang dan samabal beser, di sana juga terkenal tumis kumbang puthul. Rampal atau puthul adalah serangga warna hitam pekat dengan sayap keras. Biasanya orang menyantap sambal ini menjelang musim hujan karena puthul banyak muncul di saat itu. Makanan ini diolah sebagai lauk atau camilan, diolah manis atau pedas. 

Makanan ekstrem satu ini memang tidak biasa, tapi sebenarnya kaya protein. Hanya saja, tetap perlu mempertimbangkan makanan ini sebagai oleh-oleh karena tidak semua bisa makanan yang nggak awam bahan-bahannya. 

Iklan

Di atas makanan Gunungkidul yang “red flag” dijadikan oleh-oleh. Bukan berarti kuliner ini tidak layak dibagikan, tetapi lebih pada pertimbangan agar oleh-oleh yang dibawa benar-benar bisa dinikmati. Dengan begitu, buah tangan dari Gunungkidul tidak berakhir sia-sia dan tetap memberikan kesan menyenangkan bagi penerimanya.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026 oleh

Tags: bakmi jawa wonosarigunungkiduloleh-oleholeh-oleh gunungkidulwalang goreng
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan

25 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026
Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

11 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Wisata Plunyon Kalikuning Yogyakarta. MOJOK.CO

Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat

15 Juni 2026
Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) imbau masyarakat sambut baik petugas sensus ekonomi dari BPS MOJOK.CO

Imbauan ke Warga Jateng kalau Ada Petugas Sensus Ekonomi Datang, Penting untuk Program Ekonomi Masyarakat

15 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.