Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Udah Ya, Nggak Perlu Lagi Mendramatisir Artis Pengguna Narkoba

Iqbal AR oleh Iqbal AR
26 Juli 2019
A A
artis narkoba
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus artis jadi pengguna narkoba nggak usah didramatisir dengan komen, “Nggak nyangka ya…” atau sok-sok-an bijak dengan bilang “Dari artis ini, kita bisa belajar bahwa bla bla bla….” Cukup doain aja mereka, guyss.

Sejak hari minggu lalu, hampir semua portal berita ramai dengan berita beberapa artis yang terjerat kasus narkoba. Tak hanya portal berita, linimasa media sosial juga tak luput dari gonjang-ganjingnya. Mulai dari warganet yang sekadar mengabarkan, memberikan semangat, menghujat, hingga warganet yang sotoy, sok-sokan memberi petuah ini itu. Seakan-akan hidup mereka sudah sempurna banget.

Iklan

Seperti sudah diketahui, cukup banyak artis yang tersangkut kasus serupa. You name it lah siapa-siapa saja orangnya. Mulai dari pemain film, hingga musisi. Mulai dari yang menggemparkan karena pertama kali kena, sampai yang nggak menggemparkan sama sekali karena sudah berpengalaman keluar masuk bui, dia lagi, dia lagi.

Dalihnya sih macam-macam. Mulai dari dalih menjaga stamina, sampai ada yang berdalih kalau nggak pake narkoba, kami nggak dapat inspirasi. Dalih-dalih seperti ini harusnya sudah nggak ada sejak orde baru tumbang. Maksudnya, udahlah, kalau memang pakai narkoba, ya nggak usah berdalih ini itu. Lebih baik jujur biar prosesnya cepat selesai. Dalih apa pun juga nggak akan menyelesaikan masalah. Saya tahu, kalau kena kasus narkoba itu bebannya berat banget, apalagi artis yang kena kasusnya. Tapi ya nrimo prosesnya saja lah, biar cepet selesai.

Tapi yang jadi masalah bukan ketika ada artis yang tiba-tiba kena kasus narkoba. Masalah utamanya adalah masih banyak warganet yang sotoy, sok bijak menanggapi kasus-kasus seperti ini. Mulai dari yang bilang, “Nggak nyangka ya, ternyata dia pake narkoba. Padahal dia itu gini lho, bla bla bla”, sampai yang bilang dengan sok bijaknya, “Dari artis ini, kita bisa belajar bahwa bla bla bla….” Bahkan yang lebih parah, ada yang menyangkut pautkan kasus ini dengan hal-hal yang nggak ada hubungannya sama sekali.

Hei, gini ya. Jangankan kalian-kalian yang komentar seperti itu, si artis yang pake narkoba juga nggak nyangka kalau dia bakal ketangkap. Jangankan artis, pengguna narkoba gembel yang tinggal di pinggir kali juga nggak pernah nyangka kalau suatu saat dia bakal ketangkap. Apalagi ini artis yang terkenal, yang nggak ada satupun orang yang menyangka dia bakal kena kasus seperti ini, bahkan dia sendiri juga nggak nyangka.

Beberapa tahun lalu, saya pernah mengunjungi salah satu teman yang akhirnya tinggal di hotel prodeo. Setahun sebelumnya, dia secara mengejutkan tertangkap karena kasus kepemilikan sabu dan pil koplo. Parahnya, dia nggak hanya pake narkoba, tapi juga jadi penjual dikit-dikit. Saya jelas kaget dong waktu itu. Saya aja nggak tahu kalau dia ternyata pengguna narkoba. Dari gelagatnya, memang nggak terlihat kalau teman saya ini sudah cukup lama pakai narkoba.

Ketika saya menjenguknya, saya bilang, “Bro, nggak nyangka aku kalau ente bisa kena kasus narkoba” Brengseknya, dia menjawab dengan santai, “Jangankan ente, aku aja yang pake narkoba, nggak nyangka kalau bakal kena dan dipenjara. Padahal, aku mainnya udah rapi dan bawah tanah banget lho.” Brengsek kan? Dia aja yang pake narkobanya nggak nyangka.

Memang begitu adanya, orang yang pakai narkoba ya nggak ada yang menyangka, kalau dia bakal ditangkap dan dipenjara. Nah, beberapa artis yang kena kasus narkoba kemarin itu, mana nyangka kalau dia bakal ketahuan dan ketangkap juga, padahal katanya mainnya sudah rapi banget.

Jadi sudahlah, berhenti pakai ungkapan “nggak nyangka ya, bla bla bla.” Ya memang nggak ada yang nyangka. Urusan ketangkep karena narkoba itu nggak semudah cuitan warganet soal sangka menyangka. Daripada hanya mencuit nggak nyangka ini itu, mending sekalian bikin tulisan yang panjang, kirim ke mana kek.

Ada lagi yang bilang dengan sok bijak dan sotoy-nya kalau, “Dari artis ini, kita bisa belajar bahwa orang yang selalu menghibur orang lain, belum tentu bisa menghibur diri sendiri.” Plis deh, ungkapan ini basi banget lho. Dari dulu sampai sekarang, kalau ada kasus seperti ini pasti ungkapannya sama. Belajar ini lah, belajar itu lah. Bukannya meringankan, malah memberatkan yang lagi kena kasus. Bukannya dibantu malah jadi objek petuah sok bijak waganet. Nggak pada mikir apa.

Orang lagi kena kasus seperti itu, ya pasti dia sedang berat-beratnya. Mereka itu sebenarnya ingin dibantu, butuh dukungan, bukan ingin dijadikan objek petuah bijak. Kalau memang nggak bisa bantu, ya seenggaknya kasih dukungan lah, semacam kasih semangat gitu. Jangan malah dibikinin petuah bijak. Buat apa coba?

Tapi, dari drama respons warganet yang paling parah adalah respons warganet yang menyangkut pautkan kasus ini dengan hal yang nggak ada hubungannya sama sekali, yaitu politik. Jujur aja nih, mungkin baru di tahun ini ada figur yang kena kasus narkoba, eh sangkut pautnya ke politik. Entah itu politikus yang kena, atau artis simpatisan yang kena. Udah responsnya bodoh, nggak nyambung lagi.

Gini lho, urusan narkoba sama politik ini ibarat bumi dan planet nameq. Jauh dan nggak nyambung. Ya masa urusan politikus atau artis simpatisan kena narkoba, malah pilihan politiknya yang dibawa-bawa. Udah gitu pake generalisiasi kalau pendukung yang ini pasti nggak bener semua. Pendukung itu pasti nggak bener semua. Apa hubungannya coba?

Memang ya, masyarakat kita ini seneng banget bikin drama di atas kasusnya orang. Satu kasus seperti ini saja, melebarnya udah nggak karuan. Dari banyaknya komentar tentang kasus artis narkoba, nggak banyak warganet yang memberi semangat dan menguatkan. Malah banyak yang mendramatisir dan kurang manusiawi. Lebih banyak yang bilang “nggak nyangka ya”, lalu bikin petuah bijak macam, “dari artis ini, kita bisa belajar,” dan yang paling nggak manusiawi adalah, yang menyangkut pautkan kasus ini ke urusan politik. Hatinya ndlosor kalau itu.

Jadi udah ya, nggak perlu didramatisir lagi kasus-kasus seperti ini. Kasihan lho mereka yang kena kasusnya, berat. Daripada mendramatisir, mending dibantu, kasih semangat. Kalau nggak bisa bantu dan nggak bisa kasih semangat, diam aja udah. Mulutnya diam, jempolnya diam.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2019 oleh

Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.

Artikel Terkait

Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.