Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ngapain Nge-bully Kucing Oren Kalau Nyatanya Semua Kucing Itu Sama Aja

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
29 Juli 2019
A A
kucing oren
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa, sih, hobi banget nge-bully kucing oren? Memangnya mereka deserve all the hate, padahal hampir semua kucing juga sama agresifnya?

Karakter Crookshanks—kucing oren milik Hermione Granger dalam serial Harry Potter—adalah wujud kucing berwarna oren di dunia sihir yang dibenci Ron Weasley. Bagi Ron, Crookshanks yang cerdas ini hanyalah kucing aneh yang. Rese. Merusak kedamaian. Berlebihan. Tukang bohong. Pengkhianat. Nggak bisa dipercaya. Nggak tegas. Nggak—

—eh, tunggu, tunggu. Ini kucing apa mantan pacarmu???

Kasus Crookshanks dan Ron Weasley lantas mengingatkan saya pada suatu hal, yaitu relasi kucing oren dan netizen. Melalui banyak meme dan video, kucing warna ini kerap mendapat stigma sebagai kucing paling annoying sedunia, nekat, berantakan, dan songong.

Dikutip dari Vice, kucing dengan warna utama hitam atau cokelat, dengan shade merah, cokelat, atau oranye, serta kucing calico, alias belang tiga, disebut memiliki tingkah laku agresif yang lebih tinggi dibandingkan dengan warna lain.

Namun, masih dalam artikel yang sama, warna kucing disebut nggak bisa menjadi acuan perilaku. Don’t judge a book by its cover, don’t judge kucing by warna bulu—demikian kira-kira simpulannya. Soalnya, data di atas tadi cuma didapat dari orang-orang yang memelihara kucing, bukan peneliti.

Dari hasil tadi, rasa-rasanya bisa-bisa saja kita mematahkan kebiasaan bullying yang dilontarkan netizen ke kucing warna oren seluruh dunia. Maksud saya, mau sampai kapan, sih, ngasih cap jelek ke kucing berwarna oren cuma karena meme di media sosial, atau karena nyama-nyamain dengan Crookshanks?

Lagian nih, ya, kayaknya untuk jadi kucing nakal atau aktif, kamu nggak perlu jadi kucing oren, deh. Coba main ke Mojok—di sini ada kucing yang coraknya hitam dan dulu hobi banget nyomot ikan yang lagi enak-enaknya berenang di kolam. Kucing yang dulu tiba-tiba mencolot ke meja makan waktu saya lagi makan pecel lele pun warnanya cokelat.

Seolah sudah bisa meramalkan sikap kesal netizen Indonesia pada kucing oren, Ernest Hemingway pernah menulis:  “No animal has more liberty than the cat, but it buries the mess it makes. The cat is the best anarchist.”

Ya, benar: kucing itu pelaku anarkis paling bgst di dunia. Mereka nggak akan mudah diatur seperti anjing karena “liberty” yang mereka miliki.

Tapi, ingat: Kucing dengan warna oren bukanlah yang paling absurd dan rebel. Kalau selama ini banyak meme dan video bukti kelakuan aneh kucing oren, itu semata-mata karena mereka adalah kucing yang paling…

…bodoh.

Ya gimana nggak bodoh, kan Hermingway aja bilang bahwa kucing burries the mess it makes. Lah, kalau ketahuan rebel dan aneh, itu kan salahnya si kucing warna oren karena nggak berhasil nge-burry the mess it makes???

Lagian, plis lah, jangan mentok mengingat Crookshanks dan Garfield lagi. Kamu nggak inget Tom si kucing udah berapa kali membuat kebodohan waktu lagi ngejar Jerry? Atau, gimana kelakuan Doraemon yang absurd banget pacaran di atas atap dan ketakutan setengah mati sama tikus yang seharusnya jadi mangsanya sendiri???

Iklan

Yah, kalau bagi saya, sih, kucing—mau warnanya oren kek, ijo kek, atau malah pink elektrik—akan selalu jadi binatang yang menakutkan. Titik.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: calicocrookshanksdoraemonkucing oranyekucing orentom and jerry
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kucing peliharaan anak kos Jogja
Catatan

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Selamat tinggal Doraemon di RCTI. MOJOK.CO
Catatan

Doraemon dan RCTI Akhirnya Berpisah, Terima Kasih Telah Temani “Inner Child” Saya yang Terluka

7 Januari 2026
Sambatan-sambatan Orang Umur 30 Tahun
Pojokan

Sambatan-sambatan Orang Umur 30 Tahun

28 Juni 2021
Member JKT48 lan Fans Dekisugi Mestine Ngerungokna Lagu-lagune Nadin Amizah Men Ora Sengitan karo Dunya MOJOK.CO
Rerasan

Member JKT48 lan Fans Dekisugi Mestine Ngerungokna Lagu-lagune Nadin Amizah Men Ora Sengitan karo Dunya

23 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.