Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
19 Januari 2026
A A
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kesepian yang merambat

Sudah saya singgung di atas kalau lingkaran pertemanan Andri di Jogja ini sifatnya lurus. Makanya, maklum kalau peserta circle terpelajar itu sangat sedikit. Andri sendiri juga tidak berani pacaran. Ingat, dia tidak berani, bukan karena tidak ingin. Dia tidak berani karena tidak ada pacaran tanpa modal.

Sementara itu, Andri punya banyak rencana di dalam kepalanya. Dia ingin lulus cepat, bekerja sebaik mungkin, dan dapat gaji dua digit. Sejak awal kuliah, di jurusan manajemen, dia sudah merencanakan semuanya. Oleh sebab itu, Andri yang sudah lelah dengan kemiskinan, tidak mau mengkhianati cita-citanya.

Masalahnya, cita-cita mulia ini membuatnya kesepian. Temannya di kampus ya temannya juga dalam kehidupan dan jumlahnya tak sampai 10 jari. Bahkan semasa skripsi, dia menutup diri. Dia menghabiskan waktu untuk segala keperluan menyelesaikan skripsi.

Kemiskinan, pada titik tertentu, memang bisa menjadi dorongan kuat. Ia bisa membuat manusia melakukan segalanya, termasuk hal-hal negatif, demi perbaikan nasib. Nah, di tengah kesepian itu, saya dan Andri masih punya mie ayam bolong. Momen makan mie ayam di ujung sore jadi momen kami ngobrol lagi.

Mie ayam sebagai emotional anchor

Hari ini saya kadang heran. Kenapa saat itu mie ayam menjadi semacam perekat mental kami yang terimpit oleh kemiskinan dan kesepian. Nyatanya, ada penjelasan ilmiahnya.

Pernyataan bahwa “mie ayam adalah penanda hidup masih baik-baik saja” bukan hiperbola media sosial. Ini adalah fenomena psikologis dan sosiologis yang mendalam. Bagi banyak orang yang sedang stres atau depresi, semangkuk mie ayam berfungsi sebagai emotional anchor (jangkar emosional).

Yang mendominasi semangkuk mie ayam adalah karbohidrat kompleks dan lemak ayam. Secara biologis, asupan karbohidrat memiliki kaitan erat dengan pengaturan suasana hati.

Jadi, konsumsi karbohidrat memicu pelepasan insulin, yang membantu asam amino triptofan memasuki otak. Triptofan adalah bahan baku utama serotonin, neurotransmiter yang menciptakan rasa tenang dan bahagia.

Sementara itu, efek dopamin juga muncul. Rasa gurih (umami) dari bumbu kecap, kaldu, dan MSG mengaktifkan sistem penghargaan (reward system) di otak, melepaskan dopamin yang memberikan rasa puas instan.

Baca juga Mie Ayam Sabrang Kinanthi, Mie Ayam Paling Enak di Bantul

Sebagai penawar kesepian

Bagi banyak orang, mie ayam termasuk ke dalam comfort food dan nostalgia. Penelitian menunjukkan bahwa comfort food tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga “mengenyangkan” kebutuhan emosional.

Kaitannya secara sosial pun ada. Jadi, kita cenderung menginginkan makanan yang mengingatkan kita pada hubungan sosial yang kuat atau masa kecil yang aman. Andri sendiri sering mengasosiasikan mie ayam sebagai momen yang membuatnya aman. Ketika menandaskan semangkuk, dia aman dari kemiskinan dan kesepian.

Iya, kesepian. Studi dalam jurnal Psychological Science menyebutkan bahwa mengonsumsi comfort food dapat mengurangi perasaan kesepian dan penolakan sosial. Maklum, orang miskin rentan mendapat penolakan sosial. Mereka dianggap berbeda secara kasta.

Oleh sebab itu, mie ayam, yang membebaskan, memberi sebuah space berharga bagi orang-orang yang sedang menderita. Bagi saya dan Andri, yang bergelut dengan kemiskinan dan kesepian, mie ayam menjadi kawan hangat yang memastikan kami tidak sendirian menghadapi ketidakpastian.

Iklan

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua dan pengalaman yang bikin sesa lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: depresiJogjajogja kesepiankemiskinanmie ayamMie Ayam Jogjamie ayam wonogirisanata dharma
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.