Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Merenungi Delay Pesawat Sebagai Sebuah Pelajaran

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
29 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu, rasanya sering sekali saya membaca berita tentang protes para penumpang pesawat karena jadwal keberangkatan pesawatnya delay. Lewat televisi saya melihat betapa para penumpang itu menjadi menusia-manusia yang beringas karena penerbangannya ditunda, entah apa sebabnya.

Saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana perasaan para penumpang tersebut. Jangankan delay, sekadar naik pesawat saja saya tak pernah.

Iklan

Namun, 2014 menjadi tahun yang cukup menyenangkan bagi saya. Di tahun tersebut, buku saya terbit, karier kepenulisan saya semakin moncer, saya semakin sah dan otoritatif menjadi penulis. Saya mulai sering diundang ke luar kota untuk mengisi berbagai acara kepenulisan. Naik pesawat pun akhirnya mulai menjadi rutinitas. Dan tentu saja, akhirnya saya mulai sering mengalami apa yang dialami oleh kebanyakan penumpang pesawat: Delay.

Saya tak menyangka, Bahwa delay ternyata memang semenyebalkan itu. Tak heran jika dalam berbagai berita yang saya lihat dan saya baca, para penumpang sampai mencak-mencak, dan bahkan pada titik tertentu, sampai mengeluarkan naluri hewan mereka: menggonggong dan mengaum.

Jika delay saat sedang selo dan lowong, mungkin tak jadi. Namun jika delay justru saat kita sedang akan menghadiri acara-acara atau momen penting yang menentukan nasib hidup, misalnya, tentu saja mangkelnya setengah mati. Saya beberapa kali mengalami hal tersebut.

Sepanjang saya naik pesawat, saya memang cukup akrab dengan delay. Maklum, sebagai warga negara yang lemah dengan keuangan yang jauh lebih lemah lagi, saya tentu saja tak kuat naik Garuda kalau harus bepergian ke luar kota, mentok saya memang cuma kuat naik Lion Air. 

Dan seperti yang sudah-sudah, maskapai singa yang satu ini memang terkenal sering delay. 

Sebagai penumpang Lion, saya tentu harus menikmati ujian kesabaran yang satu itu. Saya tak bisa berbuat banyak, yah, bayar murah kok minta tepat waktu. Ngimpi.

Sebagai penebus rasa bersalah atas keterlambatannya, Lion kerap memberi saya sedikit snack sebagai pengganjal perut, dan mungkin juga pengganjal amarah. Snack yang mereka berikan bukan snack main-main: biskuit “Biskuat”, choco chips “Good Time”, dan air mineral gelas merek “Prim-a”. Saya pria baik. Tentu saja menerimanya dengan senyum, walau tentu saja, hati rasanya dongkol.

Saya merenung sejenak, hingga akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan: mungkin ini memang jalan dari Tuhan melalui Lion Air agar saya berkontemplasi. Memahami makna tersirat dan subtil dari snack yang diberikan. Mungkin inilah bentuk doa Lion Air untuk para penumpang yang terlambat terbang melalui snack yang mereka berikan.

“Semoga para penumpang yang kena delay tetap punya waktu yang baik (Good time), tubuh yang sehat dan prima (Prim-a), serta badan yang kuat seperti macan (Biskuat)”

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2019 oleh

Tags: delaylion
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Otomojok

Dibanding Citilink, Saya Pikir Batik Air Lebih Bagus

21 April 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.