Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menulis Surat untuk Agung Hercules yang Sudah Pulang

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
2 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Agung Hercules sudah berpulang, tapi lelucon dan hiburannya tidak. Terima kasih, penggemar-barbel-nomor-satu-di-dunia.

Dear Milky Man, eh maksud saya, Agung Hercules.

Nama kamu muncul di daftar pemain Saras 008 bertahun-tahun lalu, memerankan salah seorang kawan dekat kesayangan Saras—Milky Man. Saya yakin banyak orang terkaget-kaget menyadari bahwa kamu pernah muncul di serial ini.

Saya heran, kenapa juga mereka harus kaget? Kan udah bener kamu muncul di serial Saras 008, makanya nama kamu Milky Man. Coba kalau kamu munculnya di film buatan Ernest Prakasa, pasti namamu jadi Milky dan Mamet.

Kalau dipikir-pikir, artis yang paling sering mikir adalah kamu sendiri, Agung Hercules. Selain kabar yang menyebutkan bahwa nama panggungmu merupakan akronim dari namamu (Heru Kuncoro Lesmono jadi Herkules alias Hercules—meski disebutkan pula bahwa nama aslinya adalah Agung Santoso), kamu juga dikenal hobi nyingkat-nyingkat kata.

Di channel YouTube, kamu kerap membuka vlog dengan istilah “dangdut kriminal”. Pada satu kesempatan, arti “kriminal” akhirnya terkuak: Kecintaan Rakyat Indonesia akan MusIk nasioNAL. Belum puas, kamu, Agung Hercules, juga menyebut diri sendiri dengan istilah “pedang golok”, alias PEnyanyi DANGdut GOndrong dan elOK.

Selain sering mikir, rasa-rasanya nggak salah kalau saya bilang bahwa kamu juga sering mengancam penggemarmu sendiri. Sungguh out of the box cara Agung Hercules memanjakan pendukungnya, bukan? Ini beyond kelakuan tsundere. Buktinya, dikit-dikit, kamu menyebut ancaman andalanmu di berbagai kesempatan:

“Tidak nyanyi, barbel melayang!”

“Tidak joged, barbel melayang!”

“Tidak subscribe, barbel melayang!”

“Tidak like dan comment, barbel melayang!”

Entah ada berapa barbel yang sesungguhnya kamu miliki lewat ancaman-ancaman tadi. Kayaknya, sih, memang banyak. Soalnya, kamu juga diketahui “menelurkan” barbel-barbel tadi dalam bentuk bakso.

Iya, selain jadi entertainer, Agung Hercules juga membuka warung bakso unik karena baksonya—dan mejanya, kursinya, garpunya, sendoknya, hingga botol kecapnya—berbentuk barbel. Dengan kocak, kamu juga memberi nama-nama unik untuk menu pelengkap, misalnya Tabah (Tahu Basah), Sopan (Siomay Panjang), dan Bulus (Bulat Halus).

Singkatnya, kamu—yang dulu sempat pakai nama Agung Pasha—memang sebrilian itu, kok. Tak heran, kabar duka soal berpulangmu kemarin (1/8) langsung mengoyak sendi-sendi kekagetan masyarakat penggemar “dangdut kriminal”.

Iklan

Agung Hercules, Astuti apa kabar?

Lagumu yang rilis tahun 2003 itu masih kami dendangkan sampai sekarang, bahkan videonya baru saja saya tonton ulang di YouTube. Rambutmu masih lebih panjang daripada ketika kamu sudah sakit beberapa bulan belakangan.

Dari lagu Astuti, saya yakin betul para pendengarnya bisa terkekeh-kekeh mengingat perasaan jatuh cinta yang kadang norak dan katro itu. Maksud saya, lagu mana, sih, yang bakal menuliskan lirik puitis dengan kalimat “Kau dan aku tahu sama-sama cintrong”???

Dear, Pedang Golok alias Penyanyi Dangdut Gondrong dan Elok.

Saya ingat kesal setengah mati menonton vlog-vlog-mu di YouTube. Ya gimana nggak kesal, orang nontonnya udah serius, ujung-ujungnya cuma ngelihatin situ bersikap random banget. Bilangnya mau riding motor dari Sidoarjo sampai Jakarta, eh malah cuma pergi ke gedung sebelah. Bilangnya mau kasih tutorial anti-stres, eh malah bikin lagu aneh yang bikin stres waktu didengerin.

Tapi, walau kesal sampai ubun-ubun, kok ya tetep ditonton, ya? Entahlah, saya juga nggak tahu.

Yang saya tahu cuma satu: kalau lagi nonton ulang video APA PUN yang ada kamunya—Agung Hercules—di dalamnya, saya akan ikut-ikutan tersenyum baca kolom komentarnya.

Soalnya, ada banyak sekali orang yang mendoakanmu, Milky Man.

Jaga kami dari atas, ya. Sampai ketemu 🙂

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2019 oleh

Tags: Agung herculesAstutidangdut kriminalmeninggal duniaMilky Man
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Melepas Kematian Orang Tercinta dengan Sukacita mojok.co
Esai

Melepas Kematian Orang Tercinta dengan Sukacita

14 Februari 2021
Berbalas Fiksi

Dirimu Berharga, Mereka Hanya Tak Mau Bilang Saja

29 Juli 2019
agung hercules
Penjaskes

Agung Hercules Divonis Kanker Otak, Bagaimana Cara Kenali Gejalanya?

17 Juni 2019
Esai

Haringga Sirla Sudah Ajari Kita, Jangan Mengharapkan Apa pun Bahkan Pada Sepak Bola

25 September 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menormalisasi memberi bintang 5 ke driveri ojek online (ojol) meski tidak memuaskan. Bintang 1 bikin rezeki mereka seret MOJOK.CO

Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga

2 Mei 2026
Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.