Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menertawakan Kekayaan dan Cinta Gara-Gara Crazy Rich Asians

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
17 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bukan cuma membuat kita menyadari bahwa kita nggak kaya-kaya amat, film Crazy Rich Asians juga mengajak kita memahami bahwa cinta bisa sebercanda itu.

Nick Young, tokoh dalam film Crazy Rich Asians, mendadak menjadi karakter pria yang banyak dibicarakan. Dalam film yang tengah digemari pengunjung bioskop ini, kisah cintanya dengan Rachel Chu memang meninggalkan kesan mendalam tersendiri.

Dalam Crazy Rich Asians, Nick menjelma bagai pangeran kaya raya yang jatuh hati dengan perempuan yang jelata. Yah, nggak jelata-jelata amat, sih, tapi Rachel Chu jelas bukanlah wanita kaya raya yang sebanding dengan Nick.

Tapi, kalau kamu pikir konflik cinta beda kasta yang disajikan dalam Crazy Rich Asians hanya berkisar pada Rachel dan Nick, kamu salah. Sepupu Nick—yang tidak kalah kayanya—bernama Astrid dan memiliki suami yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, bernama Michael. Berbeda dengan Rachel dan Nick, Astrid dan Michael sudah menikah.

Pernikahan, bagi sebagian orang, menjadi penanda bahwa sebuah hubungan telah aman dan berada di tempat yang seharusnya. Tapiiiii, benarkah begitu, gaes-gaesku???

Setelah menonton film berdurasi 119 menit ini, sedikit banyak, saya menemukan banyak hal yang bisa kita tertawakan bersama-sama. Apa sajakah itu?

*jeng jeng jeng*

Pertama, munculnya tagar #CrazyRichSurabayans yang langsung menjadi trending di Twitter—menyusul dirilisnya film Crazy Rich Asians—menjadi tanda bahwa kekayaan masihlah menjadi sesuatu yang lucu buat kita. Tagar yang satu ini membantu kita menyadari ketidakkayaan kita memahami bahwa ada hal-hal yang aneh bagi kita, tapi tidak bagi orang lain.

Maksud saya, kenapa kita harus memakai jasa dokter yang ada di Jepang demi imunisasi kalau di posyandu deket rumah aja dokternya nungguin tiap hari??? Kenapa kita harus pergi ke Jerman, padahal jalan-jalan ke Jogja aja udah bisa bikin feed Instagram lebih artsy??? Kenapa kita harus ngundang diva Indonesia untuk acara ulang tahun, padahal badut pesta aja udah banyak pasang iklan di tiang listrik pinggir jalan???

Jawabannya cuma satu: karena mereka mampu.

Ha-ha-ha. Kita, para sobat missqueen, can’t relate. Tapi, kita jadi ketawa-ketiwi sendiri, kan?

Kedua, kasus cinta beda kasta memang miris didengar, tapi tak melulu habis dengan air mata. Nyatanya, ada kekonyolan-kekonyolan tersendiri yang justru harus dibalas dengan tawa paling getir dan menyebalkan—hadeeeeeh, mau ngomong apa, sih, kamu???

Coba ingat-ingat lagi cerita dalam Crazy Rich Asians: perbedaan ekonomi antara Rachel dan Nick menjadi sorotan besar dalam film ini. Nick digambarkan ingin menikahi Rachel, sementara Rachel harus mati-matian menghadapi tekanan yang ia dapatkan dari keluarga kekasihnya sendiri—apalagi karena latar belakang mereka yang berbeda.

Pada akhirnya, penonton dibuat tersenyum melihat Rachel akhirnya dilamar oleh Nick—dan diterima.

Iklan

Tapi, tunggu dulu. Apakah cinta beda kasta pasti berakhir bahagia? O, tentu tidak, mylov~

Nasib berbeda ditemui dalam kisah asmara Astrid dan Michael. Entah ada hubungannya atau tidak, dalam kisah Astrid dan Michael, orang dengan latar belakang ekonomi yang lebih tinggi adalah Astrid—si wanita. Dengan kekayaannya, Astrid bisa-bisa saja memakai pakaian dan perhiasannya yang paling mahal di hadapan suaminya, tapi ia urungkan dengan cara menyembunyikan belanjaannya demi satu tujuan: menjaga perasaan sang suami.

Lagi pula, coba pikirkan baik-baik: mereka sudah menikah dan dikaruniai anak. Artinya, mereka telah menjalani masa-masa perjuangan yang panjang hingga akhirnya keluarga mereka setuju untuk bersatu meski ada perbedaan ekonomi yang cukup besar.

Eh ndilalah, Michael yang dijaga perasaannya oleh Astrid ini belakangan menunjukkan gelagat yang berbeda dari gelagat cinta Nick pada Rachel: Michael selingkuh!!!

Ya, saya ulangi: selingkuh!!! Selingkuh setelah diperjuangkan mati-matian!!!!

Ha-ha-ha. Bukankah ini lucu sekali: memperjuangkan seseorang, menjaga perasaannya, memercayai sepenuh hati, mengeliminasi perbedaan-perbedaan yang ada—tapi ujung-ujungnya diselingkuhi??? Apa lagi kata lain yang menjelaskan keadaan ini, selain “lucu”???

Sungguh, setelah tertawa hampir sepanjang film, saya akhirnya menyadari bahwa Crazy Rich Asians bukanlah film yang hanya menampilkan fantasi kemewahan putra bangsawan. Jelas, ia juga menyodorkan deretan kebodohan manusia yang kadang lupa dan tak menghargai apa yang kita punya, termasuk cinta.

Iya, nggak?

Terakhir diperbarui pada 17 September 2018 oleh

Tags: #CrazyRichSurabayansAstrid Leongcinta beda kastaCrazy Rich AsiansMichael TeoNick Youngpria selingkuhRachel Chuselingkuhsuami istri
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Jadi LO sertifikasi kerja rawan bujukan wanita simpanan
Ragam

Jadi LO Sertifikasi Kerja di Jogja, Kena Modus “Eksplor Jogja” Berujung Bujukan Jadi Wanita Simpanan

12 Februari 2026
pilot selingkuh.MOJOK.CO
Ragam

Memilih Selingkuh dengan Orang yang Lebih “Jelek” dari Pasangan Aslinya, Penyebabnya Impulsif hingga Butuh Variasi

8 Januari 2024
Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On Karena Cinta yang Kandas MOJOK.CO
Ragam

Refleksi Akhir Tahun: Kisah-kisah Move On dari Cinta yang Kandas

26 Desember 2023
stigma pelakor mojok.co
Podium

Membongkar Stigma Perempuan Pelakor, kok Laki-laki Nggak Disalahin?

8 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.