Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menelusuri Kebiasaan Injak Jempol Kaki Biar Ketularan Mens

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
2 Juli 2020
A A
cewek minta injak jempol kaki biar mens pencet jempol ketularan mens mitos haid synchronise period cara cepat ens telat datang bulan siklus mentruasi tidak teratur mojok.co

cewek minta injak jempol kaki biar mens pencet jempol ketularan mens mitos haid synchronise period cara cepat ens telat datang bulan siklus mentruasi tidak teratur mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Cuma cewek yang paham rasanya ketar-ketir karena siklus haid telat. Berujung dengan kebiasaan minta injak jempol kaki sama teman yang lagi mens.

Menstruasi itu dinanti para cewek tapi juga bikin menderita di hari-hari pertama. Kayak ada sebuah insting tertentu kalau telat mens bawaannya galau dan ketar-ketir. Padahal, ya kenapa sih? Kayak habis ngelakuin aneh-aneh dan takut hamil aja, yeuuu~

Sebenarnya kondisi menstruasi yang telat itu agak bikin khawatir karena takut ada yang salah sama tubuh kita. Tapi tenang, Ladies, kondisi ini masih wajar kalau telatnya barang seminggu dua minggu. Kalau kamu merasa telatnya mens udah nggak wajar dan bikin perut sakit terus, cekidot periksa ke dokter untuk menghalau was-was.

Sementara itu, daripada ke dokter, banyak cewek yang suka menempuh jalan pintas. Apalagi kalau bukan dengan makan nanas, minum soda, dan… minta injak jempol kaki sama teman yang udah duluan mens. Konon cara ini ampuh, hanya dalam dua hari aja kita udah resmi haid.

Percaya diri aja dulu kalau ini bakal berhasil, perkara hasil mah belakangan. Nggak apa-apa kok, 2020 aja masih ada orang percaya kalau Hitler meninggal di Magetan, kenapa injak jempol kaki biar mens pada skeptis?!

Tapi apa hubungannya jempol kaki sama luruhnya dinding rahim sih? Keduanya kan nggak nyambung. Sehingga cara ini sering dianggap mutlak sebagai mitos dan guyonan aja. Eh ttt-tapi kok banyak yang berhasil sih?

Untuk menelusuri kebiasaan minta injak jempol kaki biar mens ini, kita lihat dulu probabilitas keberhasilannya. Berdasarkan amatan singkat, cara ini luamayan ngefek bagi mereka yang punya hubungan kekerabatan, tinggal bersama, atau memang teman dekat. Makanya ada yang tokcer banget begitu prosesi injak jempol kaki dilakukan. Lagian masa minta injak jempol kaki sama stranger kan wagu.

Begini, Sis. Salah satu penelitian yang paling mendekati untuk menjelaskan mitos ini adalah tentang synchronise period alias sinkronisasi masa haid. Istilahnya sok kayak smartphone aja ya, Waaak!

Alexandra Alvergne dari Oxford University dengan mantap mengatakan bahwa cewek yang tinggal bersama dan punya ikatan kuat cenderung mengalami waktu menstruasi yang hampir bersamaan. Hal ini dilandasi alasan ketika perempuan menghabiskan waktu bersama mereka memberikan kesempatan pada feromon untuk saling memengaruhi satu sama lain.

Nggak heran kalau injak jempol kaki demi mens sama teman sekamar di kosan, sama saudara, atau sama sahabat dekat memang bisa memicu kalian ‘ketularan’ mens. Tapi sayangnya penelitian ini juga punya kelemahan dan kritik di sana sini. Penelitian lain tidak selalu mendapat hasil yang serupa, alias hipotesis bahwa mereka yang berdekatan bakal saling menularkan mens itu kurang valid.

Alexandra kemudian menjelaskan bahwa bisa jadi peristiwa ini memang cuma kemungkinan acak yang kebetulan di sebagian penelitian terbukti sementara di penelitian lain tidak terbukti. Namanya juga usaha, Guys.

Tapi jangan khawatir, ini nggak menutup kemungkinan kebiasaan injak jempol kaki masih ngefek. Jika memang feromonmu dan feromon teman saling memengaruhi satu sama lain, kenapa nggak dicoba? Toh, gratis dan nggak berisiko kok. Kecuali kalau jempol kakimu diinjak sama sepuluh orang barulah kamu perlu khawatir. Bukannya mens malah cantengan, Bosque.

Yang jelas makanan sebenarnya nggak ngaruh dengan periode menstruasimu. Pun soal injak jempol kaki ini sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali. Keduanya lebih bisa kita terima sebagai mitos abadi yang walau sulit dibuktikan secara ilmiah tapi tetap dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar. Subhanaallah ya ukti, manusia hanya bisa berusaha, Tuhan menentukan periode mens.

BACA JUGA Debat Mencuci Pembalut VS Buang Langsung Adalah Hasil Konspirasi Turun-temurun atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2020 oleh

Tags: kesehatan perempuanmenstruasi
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh
Pojokan

Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh

26 September 2021
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co
Kolom

Perempuan dan ‘Kutukan’ Menstruasi

2 Mei 2021
Rudi Supriyadi, generasi ke-5 Jamu Ginggang
Liputan

Jamu Ginggang Pakualaman, 5 Generasi Menjaga Tradisi

7 Maret 2021
pengalaman memakai menstruasi cup review menstrual cup adalah cara pakai kelebihan kekurangan mojok.co
Pojokan

Review Menstrual Cup: Niat Ramah Lingkungan yang Terhalang Masalah Cocok-cocokan

17 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.