Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Lepasnya Kuku Jempol Kaki Sebelah Kiri

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
7 April 2019
A A
kuku jempol sebelah kiri
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau suatu saat, Anda bertemu saya dan kebetulan saya pas pakai sandal jepit, maka cobalah lihat jempol kaki kiri saya, niscaya, Anda tidak akan menjumpai kuku yang terpasang di sana. Yak, saya tak mempunyai kuku jempol kaki sebelah kiri. Kuku jempol saya berhenti tumbuh sejak saya kecil.

Ada sejarah panjang yang penuh dengan kebohongan terkait dengan muasal raibnya kuku jempol kaki saya ini. Saya tak tahu pasti kapan terjadinya peristiwa itu, yang jelas, kalau tak salah ingat, saya masih kelas 2 atau 3 SD.

Kejadiannya Bermula saat tersandung potongan dahan kayu tajam, saking kerasnya sandungan saya waktu itu, kuku jempol kaki saya sampai njeplak separoh. Perih sekali, Saya menangis sejadi-jadinya. Bukan soal cengeng, tapi percayalah, seorang SBY pun kalau berada dalam posisi saya di usia yang sama, beliau pasti akan menangis sejadi-jadinya juga seperti saya, bahkan mungkin lebih keras. 

Saya kemudian pulang dengan tangis yang masih menyertai.

Di rumah, Emak saya kaget setengah mati, emak juga nampak sangat cemas, begitu melihat banyak sekali darah yang keluar dari sela kuku jempol kaki saya. Emak saya kemudian membasuh kaki saya dengan air hangat, rasa perih di sela kuku jempol terasa semakin pilu, namun kemudian sakitnya mulai mereda.

Setelah kering, sakit di bagian kulit bawah kuku saya hilang, namun rasa sakit itu akan muncul lagi tiap kali ujung kuku saya yang njeplak setengah itu mengenai sesuatu. Saya perlu waktu ekstra untuk memakai kaus kaki.

Emak saya kemudian punya gagasan gila untuk menghilangkan rasa sakit tersebut, gagasan yang terlalu spartan, sangat Barbar: “Copot saja kukumu sekalian, daripada cuma njeplak setengah seperti itu!”.

Mungkin emak saya adalah tipe perempuan yang perfeksionis dan total, beliau tak pernah rela melihat sesuatu yang setengah-setengah.

“Tapi nanti sakit, Mak!”, kata saya setengah merajuk.

“Yo sakit tapi kan cuma sekali, setelah itu nggak lagi, daripada kukumu sakit terus tiap kali kena sesuatu, mending mana? lagipula, nanti kalau sudah dicabut seluruhnya, toh nanti bakalan tumbuh lagi!”

“Bener, mak, bakal tumbuh lagi?”

“Iya, nanti tumbuh lagi!”, jawab emak penuh kepastian.

Demi mendengar kepastian itu, saya akhirnya menuruti ide barbar emak, kuku jempol yang telanjur njeplak itu dicopot seluruhnya oleh emak, sakitnya luar biasa, tapi begitu dicopot lalu dibersihkan lukanya. Rasa sakitnya pun beringsit menyingkir. Lega rasanya, setidaknya kini, saya bisa memakai kaus kaki dengan cepat.

Waktu pun berlalu, saya dengan setia menunggu kuku jempol saya tumbuh, saya terus menunggu, menunggu, dan menunggu. Menunggu sampai kuku jempol saya tumbuh, seperti yang emak katakan. Saya ditipu Emak saya sendiri. 

Iklan

“Mak, kok kukuku nggak tumbuh?” tanya saya pada Emak setelah beberapa minggu kuku saya belum juga tumbuh. Dan jawaban dia sungguh sangat khas politisi: “Tunggu saja, nanti juga tumbuh.”

Tiap kali ditanya, jawabannya selalu saja diulang.

Pada kenyataannya, sampai bertahun-tahun kemudian, si kuku tak jua tumbuh. Saya akhirnya mencoba untuk realistis. kesuburan jempol kaki saya sudah mati. Kuku saya sudah tak mungkin tumbuh.

Suatu saat, saya sempat iseng protes sama Emak saya, dan kata dia, tidak tumbuhnya kuku jempol kaki saya justru bagus dan harus disyukuri, sebab saya jadi nggak perlu memotong kuku jempol kaki. Lebih dari itu, ia juga bisa menjadi penanda ciri-ciri kalau suatu saat saya jadi gila dan kemudian hilang entah kemana.

“Dicari, lelaki dengan gangguan mental. Ciri-ciri: Tampang agraris, mulut progresif, tinggi 160 cm, perawakan kurus, dan tidak punya kuku jempol sebelah kiri. Terakhir hilang di sekitaran Pal Bapang memakai kaos warna putih bergambar jamu buyung upik.”

Modiaaaaaaaaar.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2019 oleh

Tags: keluargakuku
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Tupperware.MOJOK.CO
Ragam

Krisis Tupperware Membuat Emak-emak Khawatir, Stok Botol Baru Masih Banyak di Gudang

10 Januari 2024
Rasanya Jadi Anak Perempuan Bungsu di Keluarga Jawa, Muslim Taat, dan Sedikit Patriarki MOJOK.CO
Kilas

Rasanya Jadi Anak Perempuan Bungsu di Keluarga Jawa, Muslim Taat, dan Sedikit Patriarki

13 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.