Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kita Cinta Steve Blues Clues tapi Benci sama Dora The Explorer, Kok Pilih-pilih Gitu?

Steve Blues Clues kembali muncul menyapa fans-nya yang sudah dewasa.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
9 September 2021
A A
ilustrasi Kita Cinta Steve Blues Clues tapi Benci sama Dora The Explorer, Kok Pilih-pilih Gitu? mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kata-kata mengharukan Steve Blues Clues memang bikin fans banjir air mata saking rindunya kita. Halah, Dora The Explorer aja disia-siakan.

Cerita kemuakan saya dengan Dora The Explorer bermula ketika sedang ngemong adik sepupu yang ketika itu masih piyik. Ia begitu bersikeras pengin nonton televisi yang menampilkan Dora dan kawan-kawan sedang berpetualang, manjat pohon, cari pantai, tiba-tiba ada rubah pencuri. Udah gitu si adik sepupu ini setiap hari menontonnya, setiap hari. Kalau acara belum mulai, dia nggak mau makan. Kalau acara selesai, dia mau nonton lagi.

Yang bikin saya kesal sama Dora The Explorer adalah karena si bocah gembil ini cerewet betul. Sedikit-sedikit tanya peta, sedikit-sedikit tanya di mana pantainya, mana kalau ada pencuri, responsnya lemot banget , keburu harta bendanya satu ransel dicolong, baru sadar. Saya nggak bisa bohong, saya gemas. Suara Dora itu lho… melengking, cerewet banget. Ditambah ekspresi mukanya yang seolah kayak orang nggak ada salah. Lama-lama tayangan ini punya citra yang begitu annoying di kepala saya.

Setelah dewasa, Dora The Explorer jadi lelucon bocah-bocah sepantaran saya. Bahkan Dora versi ndugal-nya, terasa lebih believable bagi kami, rekan segenerasi. Lho kamu nggak tahu Dora versi ndugal? Nih, saya kasih tahu.

Lupakan dulu soal Dora. Kemarin, Steve Blues Clues “merusak” tren di internet karena kemunculannya dalam format bapak-bapak tengah menyapa semua penontonnya yang kini sudah seusia saya. Semua orang terharu, termasuk saya yang walau bukan fans berat Blues Clues saya turut terbawa nostalgia soal betapa cepat waktu berlalu.

“…we started out with clues and now it’s what? Student loans and jobs and families…

“…I guess I just wanted to say, that after all these years. I never forgot you. Ever.”

Ah, Bapack Steve bisa aja bikin terharu, Pack. Dulu nebak-nebak buah manggis, ikut berinteraksi memecahkan kasus bocah yang nggak seberapa misterius itu, lalu sekarang saya lagi berkutat sama masalah pekerjaan dan rencana berkeluarga yang belum kesampaian juga. Menyaksikan Steve Blues Clues ngomong begitu, rasanya kayak ketemu kawan lama yang sempat hilang nggak ada kabar. Kemudian dia datang dengan kata-kata yang begitu menyentuh dan bilang kalau dia nggak pernah lupa saat-saat menyenangkan dulu. Rasanya lengan ini ingin saya bentangkan jauh sampai Amerika buat memeluk Bapack Steve, makasih sudah membawakan tayangan detektif ala-ala Blues Clues.

Sebentar….

Kalau dipikir-pikir, saya kok jadi agak bias nih. Saya begitu respek sama Blues Clues, tapi benci banget sama Dora. Maaf ya, Sis Dora, tapi memang inilah yang saya rasakan. Padahal keduanya adalah tayangan yang punya struktur sama. Sebuah tayangan edukasi anak prasekolah yang dibalut dengan dialog-dialog interaktif. Baik Blues Clues maupun Dora The Explorer, keduanya pakai pengulangan untuk memperkuat pembelajaran. Memancing nalar bocah untuk turut terlibat dalam pemecahan masalah. Blues Clues pernah jadi tayangan favorit anak dan menang penghargaan sana-sini. Ia pernah dinobatkan jadi tayangan paling banyak disukai anak-anak sampai pada 2011, Dora The Explorer memecahkan rekor mereka. Ah…!

Saya, dan sebagian dari kamu, yakin betul lebih senang nonton Blues Clues ketimbang Dora. Sampai banyak rumor dan teori konspirasi yang beredar setelah Steve nggak lagi memandu acara Blues Clues. Ada yang bilang Steve meninggal juga, beneran deh. Sayangnya semua jenis overthinking netizen terhadap Steve dan Blues Clues ditepis dengan epik. Steve pergi dari tayangan ini ya memang karena sudah saatnya. Blio pengin meneruskan hidup, kuliah, menjalani hidup selayaknya warga negara Amerika, dan cari duit lebih banyak. Kita nggak bisa selamanya lihat muka Steve di Blues Clues karena blio juga menua. Tayangan ini ditujukan untuk anak-anak dan sudah saatnya kru serta aktornya regenerasi. Sesimpel itu. Steve meninggalkan Blues Clues karena memang sudah saatnya dia pergi. Yang penting, kembalinya blio dengan kata-kata teduh bikin kita penuh kelegaan.

Kita begitu mencintai Blues Clues sampai nggak sadar kita begitu sentimen ketika tayangan serupa yang menggantikannya adalah Dora The Explorer. Sayangnya, kecintaan dan kebencian kita terhadap keduanya hanyalah sebuah isu generasi.

Iklan

Kita tumbuh bersama Blues Clues dengan segala format visualnya yang begitu. Sedangkan sebagian dari generasi setelah kita, lebih akrab dengan Dora The Explorer yang sepenuhnya animasi. Keduanya nggak bisa dibandingkan sisi demi sisi karena usia audiens ketika menonton sudah tak lagi sama. Udah beda target generasi. Skeptis sama Dora adalah hal yang wajar karena kita bukan lagi anak-anak usia prasekolah yang butuh hiburan begitu. Sedangkan bocah kayak sepupu saya tadi juga bakal mencak-mencak kalau nonton Blues Clues. Mereka mungkin bakal merasa aneh kenapa ada manusia ngobrol sama kartun dan kenapa setting-nya di rumah, nggak di hutan-hutan, nggak di pantai kayak Dora The Explorer. Ini memang murni masalah generasi.

Jadi, sembari kita nostalgia dan belajar move on dari Blues Clues, biarkanlah adik-adikmu, sepupumu, anak tetangga, dan bocah-bocah lainnya nonton Dora The Explorer. Lha ketimbang mereka nontonin seleb TikTok joget nggak jelas di televisi, nggak ada faedahnya juga kan.

BACA JUGA Larva, Kartun Tanpa Kata-kata Asal Korea yang Selalu Bikin Ketawa atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 9 September 2021 oleh

Tags: acara televisiblues cluesdora the ecplorerkartun anaknostalgiasteve blues cluestayangan anak-anak
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua.MOJOK.CO
Catatan

Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua

20 Januari 2025
ilustrasi Winamp Akan Kembali dengan Wajah Baru, Yakin Bakal Saingi Spotify dan YouTube? mojok.co
Pojokan

Winamp Akan Kembali dengan Wajah Baru, Yakin Bakal Saingi Spotify dan YouTube?

26 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.